ABAS Imamku

ABAS Imamku
kehangatan keluarga maekel



"abas...." panggil mama


"abas. ...." pangil mama karena belom ada sutan.


"abas..... putraku... nak....." mama masuk kamar tidak mendapati sang putra.


tidak ada sautan dari yang punya nama. mama melihat pintu beranda terbuka. mama menuju ke arah putranya yang nampak merenung dn leptop yang menyala. memapangkan slide beberapa laporan keuangan kantor.


"abas alfian....." pangil mama lagi sambil menepok bahu sang putra.


"eh.... mama... ada apa ma?" abas kaget dan tersentak. mendongak menatap sang mama.


" pagi pagi ngelamun.... " tegur mama dengan senyum indah menawan.


"ngelamun in apa hem...m?" lanjut mama yang melihat pipinya abas bersemu mersh.


"nggak kok mama.... mama cari abas ada apa?" abas mengalihkan pandangan dn percakapan.


"kamu sampai hari pernikahan jangan pergi ke mana mana ya!" perintah mama


"maksud mama abas juga di pingit gitu?" abas tak tetima di pingit


"iya..." jawab mama santai.


"tapi pekerjaan abas banyak ma...dan meski selesai 3hari ini" alasan abas.


"biar raka bantu... kerjakan di sini.... dan jangan bantah kata mama urusan miting pertemuan rapat tunda kalo darurat lakukan di rumah atau onlain oke!" abas hanya senyum mendengar ocehan mama.


"ma...."


mama meninggalkan sang putra yang masih setia duduk di balkon kamarnya yang menghadap taman dan kolam berenang.


setelah itu abas turun untuk sarapan. papa siap ngantor dengan stelan jas armaninya. abas datang dengan gaya santai celana bahan hot pen hitam di padu dengan atasan kaos sweter polos putih panjang dengan kerah sedikit robek dengan hiasan tali zikzag hitam nampak keren bak artis korea dengan postur di atasi rata rata mengesankan cowok sempurna.


sedang della sudah siap pergi sekolah. Beberapa hari ini dia di rumah tidak di pondok karena habis sakit. maka dari itu della dekat sama zoya adik zin karena nereka seumuran dan sekelas .


"abang kok belom siap?" della menatap sang kakak tajam


"abang libur" jawab abas santai


"libur... tumben?" papa heran. melihat kedibukan sang putra yang padat


"mama yang maksa pa" tampali abas.


mama mencentong nasi ke piring suami. lalu ambil lauk. anak anak biasa mandiri tidak manja minta di layani walo ada pelayanan stan bay di sisi mereka tapi cuma sekadar mendekat kan lauk yang jauh.


"mama cuma ngasi saran" mama menimpali.


"jadi abang bisa antar della dong" bujuk sang adik memasang wajah manja.


"boleh...." abas setuju.


"jangan.... kamu mau ketemu calon kamu" buru buru di cegah mama.


"kan cuma nyampek gerbang sekolah ma. ... lagian gerbang sekolah agak jauh kok dari gerbang pondok" alasan abas


"boleh lah ma... kapan lagi bisa pamerin abang della yang ganteng" della ikut merayu merengek pada mama.


"ya... mamaku yang cantik" della ikut bujuk.


"biar lah ma..... mereka kan jarang bisa bersama begini" papa mendukung


"ya ma.... biar abang antar. della jamin abang nggak katemu sama ning zin" della berusaha meruntuhkan ego sang mama.


"iya... iya... tapi langsung pulang!" msna luluh juga.


"iya... ma.." abas setuju


"ayo mulai sarapan " ajak papa


"Allahumma bariklana fimarozaktana waqinaadzabannar" doa mereka. bersama.


saat tidak bolej ada obrolan di meja. hanya suara dentingan piring dan sendok yang terdengar sedang beradu.


Setelah selesai papa pamit berangkat kantor. walo bos pak maekel sangat disiplin waktu. semua itu di tiru anak anak nya. setelah punya anak della mama memilih kerja yang tidak menyita waktu. walo kadang masih membantu pekerjaan suami di kantor iti oun kalo suami minta bantuaan. mama hanya mengelola butik baju muslimah sekarang. menuruk mama bir punya wakti cukup bersama anak anaknya.


pelajaran agama tidak putus di ajarkan pada anak anak. hingga mereka menjadi keluarga ang religius. della pun dengan senang hati mau sekolah asrama di pondok. bahkan minta sediri tanpa harus di bujuk rayu. Maria mesti ikhlas merestui sang putri menuntut ilmu.


"papa berangkat dulu ya" papa pamit sama istri tercinta dengan mesra.


mama salim mencium punggung tangan papa. lalu papa mendarat kan ciuman mesra di kening walo di depan anak anak dia tidak peduli bagi papa maekel menunjukkan kemesraan itu boleh kapan saja.


"papa... di lihat anak anak" mama malu pipinya ber semu merah.


"biar ... biar. abas cepet kepingin " canda papa sambil senyum geje.


"ih papa apaan sih..." abas mencibir


"jangan kawatir bang bentar lagi kayak gini..." papa lag lagi menggoda sang kakak.


"papa..." grutu abas kesal.


"ha... ha.. ha..." papa tertawa penuh kemenangan


"ma kita berangkat ya...." ajak papa pamit mereka


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam."


Abas dan della salim sama mama. mama menciup pipi anak anak nya bagi mama abas dan della adalah segalanya.


della berangkat dengan di antar mobil abas. ferari mewah warna hitam ini kali pertama abas antar di sekolah pondok. duli waktu della smp abas sering nganter karena searah. setelah della di pondok abas tak pernah nganter lagi


.


.


..


.


.