
"Papa pulang dulu Key," Al pamit pada Keysa setelah menjemput
Keysa dari sekolahnya siang itu.
"Pulang?" tanya Key kaget.
"Yah, lusa papa kembali ke sini,"
"Kalau benar papa, papanya Key, pasti papa tinggal sama Key,"
Al bingung menjelaskan pada Key bahwa masalah orang dewasa sangatlah rumit,
Diandra mendekati Key, mengelus rambutnya.
"Papa kerja di tempat yang jauh Key, makanya papa nggak bisa kumpul
sama kita," ujar Diandra.
"Baiklah, tapi apa janji lusa datang ya," pinta Key.
"Papa janji," sahut Al.
Saat akan masuk ke dalam mobil yang akan mengantar Al ke bandara Al menatap
Di...
"Lakukan demi Key, Di, jika kau tak mau melakukannya demi kita, aku
tahu kau bingung, mau memilih aku yang kau cintai atau Rengga yang setia di
sampingmu," ujar Al dengan yakin dan mata Di membulat.
"Kau..," suara Di tercekat di lehernya.
"Aku tahu kau mencintaiku, namun kau tak mau mengakuinya, aku berangkat
Di, love you Di," Al mencium kening Di lalu naik ke dalam moil dan duduk
di jok belakang, menutup pintu mobil tanpa menoleh pada Di lagi.
****
Al masuk ke rumah besarnya. Melihat mama dan adiknya yang tumben menatapnya
dengan tatapan cemas.
"Ada apa ma?" tanya Al.
"Al, tadi ada Gladis ke sini, diaa, dia mencarimu, dan mengatakan pada
kami, jikaa, jika dia hamil, dan itu anakmu,"
Mata Al terbelalak...
"Maaa apa lagi ini, mama pernah melihatku dekat dengan wanita lain
sejak Di meninggalkanku, tidak kan ma, aku yakin ini jebakan..," ujar Al
terlihat emosi.
"Tapi dia punya bukti katanya kak, berarti kan dia menjebak kakak"
ujar Almira terlihat marah.
"Yah tadi aku dan adikmu mengusirnya Al, coba kerahkan orang-orang
kita, aku yakin bisa dimusnahkan bukti itu, dia mau main-main dengan keluarga
Citro Kusumo," ujar mama Al.
"Tidak akan lama, ma, pasti akan aku temukan, aku tahu, ia sejak awal
ingin menikmati fasilitas keluarga kita, ingin nyaman dengan cara instan,"
Al berusaha mengingat bukti apa yang kira-kira dimiliki wanita itu..
****
Pagi-pagi sekali Al dikagetkan oleh telepon dari sahabatnya, Gery.
Ada apaaa ah baru saja sholat subuh
Weh sejak kapan kamu rajin sholat
Mulutmu minta di sekolahkan Ger
Coba buka berita online, ada kabar kamu terlibat skandal apa lagi, wah
waaah lama tak terdengar berita sekalinya muncul mau punya anak
Hah apa Ger, mana, di berita mana?
Tenanglah, akan aku datangi kantor beritanya
Kantor berita murahan paling itu
Ger, kok nggak minta konfirmasi ke kita dulu, lagian kalau memang ada bukti,
mana tunjukkan buktinya
Yaaa masyarakat malah menilai wanita itu hanya ingin cari sensasi,
sudahlah Al aku mau ke kantor berita itu..
Ya aku percaya padamu Ger, sedang
wanita itu, biar aku yang menyelesaikan sendiri..
****
Sementara di kantor Diandra..
"Hai Ngga, bareng siapa, kok nggak ngasi kabar sih kalau mau ke
sini?" tanya Diandra melihat sosok Rengga dan sahabat karibnya mengekor di
belakangnya. Keduanya tersenyum lebar.
"Wah kak Saga ikut juga, kangen lama nggak ketemu," Di terlihat
bisa tersenyum lebar.
"Aku dengar dari Rengga, orang yang pernah jadi suamimu datang
lagi, mau apa dia?" tanya Saga tiba-tiba hilang senyumnya.
"Dia papa anakku kak, aku nggak bisa mengingkari itu, wajah Key
duplikat papanya, lalu aku harus bagaimana," ujar Di pelan.
"Kau bisa hidup tanpa dia Di," ujar Saga lagi.
"Yah aku bisa, tapi Key tidak kak," ujar Di lagi.
"Kau tak membaca gosip suamimu di berita online pagi tadi?" tanya
Saga.
"Ah aku tidak suka acara gosip, biasanya dibesar-besarkan," ujar
Di.
"Bukan begitu biar kamu tahu jika ia bukan pria baik-baik," ujar
Saga.
"Dia sudah mengakui itu padaku," sahut Di.
"Kamu masih sangat mencintainya adikku?" tanya Saga. Ia dan Rengga
sangat dekat dengan Di, meski Saga lebih sering berada di Singapura tapi
tiap kali datang, ia pasti menyempatkan dirinya menemui Diandra, bahkan
saat Di terpuruk setelah pernikahannya ia akhiri, ia berada di sisi Rengga, dan
Diandra, membantu sebisanya meski tak bisa leluasa seperti Rengga yang setiap
saat ketemu Di.
Diandra diam saja tak menjawab pertanyaan Saga.
"Mengapa kamu seolah membencinya, ia tak menyakitimu, kan kak?"
tanya Diandra.
"Laki-laki seperti dia tak layak untukmu Di, dia dimanjakan dengan
semua fasilitas nyaman, dia tak tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang
laki-laki, lebih baik pikirkan Rengga, cobalah mencintainya lagi," ujar
Saga.
"Ck apa sih Ga, nggak lah, aku paham, meski hanya enam bulan, aku bisa
merasakan jika Diandra sangat mencintai suaminya, dia masih suaminya Ga, mereka
tidak pernah bercerai," ujar Rengga.
"Seandainya Diandra mau, itu bisa diurus," ujar Saga.
"Dia papanya Key, aku nggak bisa seenaknya mutusin masalah ini,"
suara pelan Di membuat Saga dan Rengga saling pandang.
****
Rengga saat mereka duduk berdua di sebuah cafe setelah dari kantor Di.
"Dia mengambil cinta mamaku, setelah mama menikah dengan papanya, aku
dititipkan pada nenek di Singapura, sedang mama malah ngurusi anak manja itu,
sampai sekarangpun mama jarang menghubungiku, jika aku tak menelpon maka ya
sudah," sahut Saga.
"Aku sudah menganggap kau dan Diandra seperti adikku Ngga, makanya
melihat kesengsaraan Di dulu, saat hamil dan membesarkan Key, aku jadi ikut
sakit, jika aku mau bisa saja aku memberitahu keberadaan Di padanya, tapi dalam
pikiranku saat itu, biar saja dia merasakan penderitaan juga," Saga
terlihat gusar.
"Bahkan papa kandungku, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya
pada laki-laki manja itu," ujar Saga lagi.
"Loh papa kamu, masih...," Rengga terlihat kaget.
"Yah, papa dan mama bercerai Ngga, aku masih terlalu kecil untuk
memahami itu, tak lama mereka, papa dan mama sama-sama menikah dengan
pasangan masing-masing dan aku tinggal dengan nenek di Singapura, papa mama
masih berhubungan baik, bahkan papa kandungku saat ini bekerja sama dengan
laki-laki brengsek itu, papa selalu mengatakan ia laki-laki cerdas, byuh cerdas
dari mana, semua karena fasilitas makanya jalan anak itu bisa lancar,"
Saga tak bisa menyembunyikan kemarahannya.
"Tapi kau harus adil Ga, dia meneruskan kejayaan Citro Kusumo dengan
baik, semua perusahaannya berkembang dengan baik ditangan dia, jangan memupuk
dendam Ga, kamu akan sakit," Rengga menatap sahabatnya yang masih terlihat
marah.
"Hatimu terbuat dari apa Ngga?" tanya Saga dan Rengga hanya
tertawa.
****
Diandra memandang ponselnya yang berbunyi, ada nama Al di sana.
Key sudah tidur Di?
Baru saja, dia menanyakanmu lagi, tadi kau ditelpon tak bisa
Yah maaf, aku sibuk seharian tadi
Sibuk meredakan gosip?
Kau tahu?
Semua orang bercerita di kantor
Dan kau percaya?
Untuk apa aku percaya, tak ada hubungannya denganku
Aku sedang mencari orang yang
menjebakku
Menjebak?
Yah, ada foto-fotoku saat tidur
terlelap, punggungku terlihat dan berselimut, seolah aku tidur tak pakai baju,
aku menyelidiki interior yang ada di foto itu, aku merasa ada yang sengaja
membuat skenario ini, ingin menjatuhkanku dengan skandal murahan, ada wanita
mengaku hamil dan itu anakku dengan memperlihakan foto itu, aku tak sembarangan
tidur di luar, terakhir aku tidur di luar ya di tempatmu dan ya Allah aku
ingat...Di maaf aku tutup...
Diandra mengerutkan keningnya, ada apa dengan laki-laki itu pikirnya. Di
sudah tak ambil pusing dengan kejadian di dunia luar.
****
Lima hari kemudian..
"Aku tak percaya jika dia mampu melakukan itu padaku Ger, ya aku ingat
saat aku ke Singapura mengurus kerja sama dengan perusahaan mantan suami mama
tiriku, aku tidur di rumah itu, aku ingat ada Gladis yang tiba-tiba juga datang
di pesta bujang itu, pesta yang diadakan karena salah satu temannya akan
menikah, aku tak tahu jika minumanku diberi sesuatu yang aku ingat aku
mengantuk teramat sangat, lalu aku lupa, aku bangun pagi hari di kamar
itu, tapi bajuku utuh Ger, baiklah jika kakak tiriku mau bermain-main, aku
layani, akan aku tantang Gladis, akan aku minta tes DNA jika bayi itu lahir,
aku merasa tak menyakiti kakak tiriku, mengapa ia melakukan ini, akan aku buat
dia dan Gladis memohon padaku, aku beri waktu dia seminggu tertawa, akan aku
buat sakit perusahaannya, aku tak pernah mengganggu dua orang itu," ujar
Al saat berada di apartemen Gery dengan segala bukti foto dirinya dan foto
interior kamar Saga.
Gery hanya menepuk pundak sahabatnya.
"Kita tak pernah tahu hati orang Al,"
****
Suatu malam setelah sibuk menenangkan Key yang terus bertanya papanya, yang
akhirnya bisa tidur setelah dibacakan cerita anak, Diandra merasakan hal aneh
pada Saga yang terlihat sangat membenci Al, Di baru menyadari setelah beberapa
hari yang lalu raut wajah marah Saga terlihat tak bisa disembunyikan, ada apa
diantara mereka pikir Diandra.
Saat akan merebahkan diri, Diandra mendengar ponselnya berbunyi.
Maaf mengganggumu Di
Nggak papa
Dua hari lagi aku ke tempatmu, bilang pada Key aku masih banyak urusan
Ya
Di
Hmmm
Kau percayakan jika aku tidak seperti yang kamu baca di kabar online itu?
Aku tak memikirkan itu Al
Kau harus percaya padaku Di, semua itu bohong, akan aku tunjukkan semua
bukti padamu..
Sudahlah Al
Di kita menikah lagi secara agama, aku mohon Di
Aku aku belum berpikir tentang
itu..yang lebih penting Key, kau berjanji akan datang lagi pada Key, dia terus
bertanya, kapan kamu ke sini lagi?
Baik aku majukan, besok Di besok aku akan datang, aku ingin bertanya, kau
atau Key yang rindu padaku?
****