
"Alhamdulillah sudah di rumah lagiii," ujar mama Al mengucap syukur.
Seminggu pasca operasi
terakhir kondisi Key dinyatakan stabil namun harus tetap dalam
pengawasan dokter, bahkan terapis pun akan didatangkan ke rumah oleh Al
agar lengan Key yang terkena peluru dapat kembali bergerak normal.
****
Al segera memeluk Diandra yang terlihat lelah dan limbung.
"Tiduran dulu Di, di
rumah ini banyak pembantu, dan mama kayaknya untuk sementara akan
tinggal di sini bantuin kita jaga Key," ujar Al sambil membaringkan
tubuh istrinya yang lemah.
"Iyah aku tiduran ya Al,"
Diandra memejamkan matanya, dan merasakan selimut yang menutupi badannya dan kecupan lembut Al di keningnya.
****
"Ma, mama di sini dulu
ya, Diandra kayak kelelahan, dia lemes ma, aku mau nelepon dokter
keluarga kita biar memeriksa Diandra," ujar Al terlihat cemas.
"Iya, mama pasti di sini," sahut mama Al
"Tapi Almira gimana? Dia sendirian ma," ujar Al kawatir.
"Almira ada Gery kok Al, dia jagain, sesekali nengokin ke rumah," sahut mama Al.
"Jadi akhirnya mama merestui mereka?" tanya Al hati-hati.
"Ya, adikmu sangat mencintainya Al," sahut mama Al.
"Yah, tapi mama kan
tahu, Gery masih dalam proses cerai dengan istrinya, meski istri Gery
yang memilih meninggalkan Gery, alangkah lebih baik jika mereka jangan
bersama dulu selama Gery belum resmi bercerai, aku sudah bilang itu pada
Gery, meski ia sahabat baikku yang selalu ada untuk aku, tapi
masalahnya Almira adikku, dan aku harus menjaganya ma, aku kawatir
hubungam mereka terlalu jauh," ujar Al terlihat kawatir.
"Mama percaya Gery Al," sahut mama Al.
"Gery pisah ranjang dua
tahun dengan istrinya ma, sekarang dia dekat dengan Almira yang kayak
gitu, kadang aku bilang sama Almira agar mengubah gaya bajunya eh dia
malah senyam senyum saja ma," ujar Al resah.
"Nggak Al, nggak akan terjadi apa-apa, aku percaya Gery,"
"Iya sama ma, aku percaya Gery tapi Almira?" ujar Al dan mama Al tak berbicara lagi.
"Dia juga nggak pernah pacaran kok Al," ujar mama Al.
"Iya karena aku yang
ngawasi Almira, aku nyuru Gery untuk membantuku, eh siapa yang tahu
kalau keduanya saling jatuh cinta ma, ah Gery laki-laki baik ma, aku
tahu dia menahan diri melihat gaya berpakaian Almira tapi kita kan gak
tahu takut keduanya khilaf," ujar Al.
"Kita berdoa saja Al,
semoga proses cerai Gery cepat selesai dan secepatnya kita nikahkan
mereka," ujar mama Al dengan wajah resah.
****
Halo mas Rengga
Ya Silmi ada apa?
Bisa nggak mas Rengga ke sini?
In shaa Allah, segera setelah urusan papa selesai, ada apa?
Kita harus fitting baju
Oooh ya Allah aku kok ya hampir lupa
Ok, in shaa Allah minggu paling lama
Oh iya iya mas
Lah kok malah lemes suaranya?
....
Kok diam?
Silmiii...Silmi kangen mas Rengga, ih mas Rengga kok ketawa sih
Nggak papa, suara kamu kayak takut, tahu nggak, aku juga kangen, kangeeen banget sama Silmi, pengen meluk dan nyium kening Silmi
Cepat ke sini maaas, Silmi tunggu
Yah tunggu mas ya
****
"Aku pulang dulu Mira," Gery mengusap rambut Almira. Gery bangkit dari duduknya.
"Aku sendiri kak, kakak
nggak kawatir?" Almira memeluk lengan Gery dan ikut berdiri, Gery
menghembuskan napas dengan kuat, berusaha hanya menatap wajah cantik
menarik di depannya, dengan rambut panjang se pinggang agak semrawut,
dan tanktop yang Gery tahu dibalik itu Amira tak memakai apapun, sejak
tadi Amira memancingnya, namun dengan lembut Gery selalu berhasil
menolak keinginan aneh kekasihnya.
"Di sini ada lima
pembantu adik kecil, kamu nggak benar-benar sendiri, ada satpam dua tuh
meski kita sudah direstui mama dan Al, aku pulang ya," Gery mencium
kening Mira dan berbalik.
Namun pelukan Almira kembali menahannya. Gery tersenyum dan berbalik.
"Kau mau apa?"tanya Gery lembut,
"Cium," sahut Almira
manja. Dan Gery mencium kening Amira namun Almira mencium bibir Gery,
melumatnya dengan kaku, Gery berhasil melepaskan ciuman Almira. Gery
tertawa pelan.
"Aku tahu ini ciuman
pertamamu, aku tak mau merusakmu, aku tahu kau terpengaruh tontonan tak
benar, iya kan? Nanti setelah menikah, kita akan melakukannya sepuas
mungkin, hmmm?" ujar Gery mengelus pipi Almira lagi.
"Tapi janji, besok ke sini lagi," Almira merajuk dan Gery mengangguk.
****
"Sayang, perutku sakit," bisik Diandra pelan dan Al semakin takut.
"Kita ke dokter ya?"
****
Al menelpon mamanya dari rumah sakit.
Ya Al, gimana Diandra
Mama, mama harus
tetap di rumah ya, ini ada bercak darah tadi, Diandra benar-benar
kelelahan, untung bayi kami tak apa-apa, tapi ya itu, Diandra harus
bedrest
Iya sayang, iya, gak papa kalau memang mama harus menetap di rumahmu ini untuk sementara, mama akan merawat Key dan Diandra
Iya ma, makasih banget, Almira suru tinggal di rumah juga untuk sementara
Yaaaa dia mana mau, kampusnya lebih dekat dari rumah mama
Ah iya aku lupa, nanti aku akan telepon Gary lagi, aku akan titip Almira lagi ma..
****
Keesokan harinya..
Pagi itu mama Al
menyiapkan kejutan kecil untuk Keysa, ia yakin Al dan Diandra pasti lupa
karena insiden menakutkan kemarin saat Diandra harus segera dibawa ke
rumah sakit karena bermasalah dengan kehamilannya.
Mama Al dan beberapa pembantu menyiapkan tumpeng kecil, puding serta cookies kesukaan Keysa.
Al muncul dan menepuk keningnya.
"Ya Allah hari ini ulang
tahun Key ya ma? Dua hari lalu Diandra sudah ngingatkan, tapi aku jadi
lupa karena sibuk ditambah kemarin Diandra drop kayak gitu, dia ingin
satu set mainan Silvanian, lengkap dengan mobil, rumah dan pirantinya,"
"Waduh lalu di mana kamu mau beli itu? siapa yang berangkat?" tanya mama Al.
"Siapa lagi kalau bukan
calon menantu mama\, si Gery\, adanya cuman di t**s c**y ma\, biar dia
sama Almira yang membelikan," sahut Al.
"Mainan apaan sih itu Al?" tanya mama Al lagi sambil mengatur lauk disekitar tumpeng.
"Keluarga kelinci ma, ya lucu aja untuk anak perempuan seusia Keysa," ujar Al.
****
"Sayaaang bangun yuk,
kita ke kamar Keysa, nih pakai kursi roda, kamu nggak boleh jalan, kita
ngerayain ulang tahun Key di kamar Key, di sana sudah ada mama, Gery,
Almira juga, Rengga baru saja sampai, tadi Rengga bilang kadonya ntar
kejutan aja katanya, tu orang ada-ada saja," ujar Al. Diandra tersenyum
dengan mata berkaca-kaca.
"Kado untuk Key?" tanya Diandra.
"Sudah, tadi Gery sama Almira yang beli.
Al menggendong Diandra, mendudukkan dengan lembut dan membetulkan baju Diandra.
****
Kebahagiaan Keysa makin lengkap hari itu karena Diandra yang akhirnya bisa bergabung meski wajahnya masih pucat.
Al mendekatkan kursi roda Diandra ke samping tempat tidur Keysa.
Diandra menciun tangan
anaknya dengan berurai air mata. Ia bahagia akhirnya Key bisa berada di
rumah lagi, meski ia harus tetap menjalani terapi dan pengobatan rutin.
"Mama nangis?" tanya Key.
"Hmmm, mama bahagia akhirnya Key ada di rumah," sahut Diandra dan semuanya larut dalam suasana haru.
Tiba-tiba masuk
pengacara Saga, diikuti oleh Saga dan petugas dari kepolisian. Rengga
terlihat tersenyum lebar sambil menoleh pada Al, akhirnya Al tahu, ini
kejutan dari Rengga.
"Om Sagaaaaa," air mata Keysa mengalir deras, tangannya terulur ingin meraih tubuh Saga.
****