
Swoosh, swoosh...
Aku dapat merasakan, hembusan angin di hari itu. Hari dimana aku terjatuh dari tebing demi menyelamatkan carroline. tanpa penyesalan, aku menerima takdirku. aku fikir hidupku telah berakhir pada saat itu, tetapi apa yg terjadi?
aku bangun dan hidup kembali. namun, di zaman yang berbeda dan tubuh yang berbeda pula.
Tetapi kenapa...
Aku kembali pada waktu itu. aku benar-benar tidak mengerti.
"SHIRLEY, KAU PASTI TIDAK MENYANGKA KAU AKAN KEMBALI PADA MASA ****INI****! "
"Siapa? siapa yang bicara?"
Aku dengan cepat melihat sekelilingku, namun tidak ada siapapun di sana. hanya ada potongan memori yang tiba-tiba muncul dihadapanku, dan terlihat seperti sebuah bioskop kecil yang menggambarkan kehidupanku.
"ADA HAL YANG SEHARUSNYA KAU SESALI DI KEHIDUPAN SEBELUMNYA, DAN JUGA ADA HAL YANG HARUS KAU KETAHUI KEBENARANNYA."
"Kebenaran? kebenaran apa?
Apa yang sebenarnya kau maksud!
Apa…aku selama ini sudah salah menilai?!"
"KAU HANYA PERLU TAU APA YANG KAU LIHAT TIDAK SEPERTI APA YANG KAU BAYANGKAN. PENGLIHATTANMU MENIPUMU!
CARROLINE MENIPUMU! DIA LAH YANG SEBENARNYA MENGINGINKAN KAU MATI!!HAHAHA... "
"Tidak!!!
Semua perkataanmu itu bohong, tidak dapat dipercaya! aku mengenal carroline, dia tidak akan pernah melakukan hal sekeji itu padaku! "
"KAU TERLALU NAIF! KAU FIKIR KARENA DIA ORANG YANG SELALU BERSAMAMU, DIA ADALAH ORANG YANG TERBAIK UNTUKMU?!
***TIDAK ADA KETULUSAN DI DUNIA INI! SEMUA HANYA ANGAN-ANGAN MANUSIA UNTUK MERASA SEMPURNA. RASA IRI, DENGKI, PENGKHIANATAN, DAN DENDAM. ITU LAH KETULUSAN YANG SEBENARNYA. DIA HANYA MEMANFAATKANMU! UNTUK MEMENUHI HASRATNYA(*keinginannya), DIA BAHKAN RELA MENCELAKAIMU. ***
JADI, ITU KAH SIKAP SEORANG TEMAN YANG BAIK?!
MANUSIA HANYA BISA MEMANFAATKAN SESUATU UNTUK BERTAHAN HIDUP. KEBOHONGAN ADALAH KUNCI KEHIDUPAN MANUSIA. SEDANGKAN PENGKHIANATAN ADALAH CARA MEREKA BERTAHAN HIDUP. BAHKAN SEEKOR MARMUT YANG KECILPUN AKAN MEMAKAN ANAKNYA SENDIRI UNTUK BERTAHAN HIDUP. KENAPA MANUSIA TIDAK?
KAU TERLALU BODOH UNTUK MELIHAT SEMUA KEBENARAN ITU."
Mendengar hal itu, seketika tubuhku tak berhenti bergetar. aku pun tak kuasa menahan lututku untuk tetap terus berdiri. Dan..
Bump!
Aku terjatuh dan terlihat seperti orang yang sangat menyedihkan. apakah semua yang dikatakannya adalah kebenaran? seketika itu juga hatiku mulai goyah, rasa resah dan gelisah menjadi satu memenuhi fikiranku. meski...
"Katakan padaku, siapapun dirimu? alasan apa yang membuat carroline akan melakukan perbuatan sekeji itu kepadaku. untuk suara yang tak berwujud sepertimu, apakah kau dapat dipercaya?!"
"KAU YAKIN KAU INGIN MELIHATNYA."
Mendengar hal itu, akupun merasa tertantang, dan dengan cepat mengangguk.
"***BAIKLAH KALAU BEGITU. ***
HANYA SAJA AKU PERINGATKAN INI TIDAK COCOK UNTUK MANUSIA YANG LEMAH SEPERTIMU. INI TERLALU MENYAKITKAN, AKU TAKUT KAU AKAN MENYESAL NANTI."
"Kenapa harus menyesal, jika itu memang kebenarannya... Aku pasti akan menerimanya. walaupun pahit, dan meskipun hatiku harus sakit... Mau tidak mau aku akan merasakan semua itu pada akhirnya. hidup tidak perlu memberiku pilihan, jika memang takdir dari awal sudah menentukan. kau bisa memperlihatkan semua itu sekarang!"
Disisi lain aku masih ragu, namun kebenarannya aku ingin tau. tiba-tiba...
Swoosh,swoosh!
Angin kencang entah dari mana datangnya muncul dan menyapu debu. debu-debu itu pun dengan cepat berkumpul dan membentuk sebuah pusaran angin, yang kemudian perlahan dari bawah pusaran tersebut muncullah seorang pria, yang kini ia berada tepat dihadapanku. dengan topeng hitam berkilat dan mata merah bersinar memandangku dengan penuh rasa penasaran.
"Menarik, sangat menarik." serunya yang mulai berjalan menghampiriku. disaat ia perlahan mulai mendekat, disaat itu juga aku pun perlahan mulai menjauh. namun...
"Huft! (menghela nafas) Kalau kau mundur sekali lagi, akan kupastikan kau tidak akan pernah keluar dari sini!
Apa kau mengerti, gadis kecil? " tanya pria misterius itu sambil tersenyum.
Gulp... Aku benar-benar merasa takut sekarang! tetapi bukan karena kenyataan yang akan kuhadapi nanti, melainkan karena pria aneh yang ada di hadapanku ini. di...dia bahkan membawa sesekor ular hitam yang cukup besar dilehernya.