
Di Hari itu...
Mailborgh,14 February 2018
"Shi...shirley! hiks... " (Menelefon)
"Carroline sda apa? Apa kau baik-baik saja?"tanyaku cemas.
"Shirley...aku sudah tidak sanggup lagi, Andrew... dia selingkuh! Hiks, hiks..."mendengar carroline mengatakan itu, aku sempat kaget. Karena 3 Hari lagi carroline dan Andrew akan melasungkan pernikahan. apakah hubungan mereka benar-benar akan berakhir sekarang?
"Shirley aku sudah putuskan, dari pada menanggung malu! Lebih baik aku mengakhiri hidupku saja! dengan begitu mungkin aku akan bahagia!"
"Carroline apa kau gila!! Bagaimana mungkin kau memikirkan hal se-gila itu! katakan padaku dimana kau sekarang? tunggu aku, aku akan segera kesana! "
"Shirley aku berada di pantai Honolulu, kau tidak perlu datang! Biarkan aku pergi dengan tenang. Shirley terimakasih, terima kasih karena kau slalu bersamaku dan mau menjadi orang yang berharga bagiku. mungkin ini terakhir kalinya aku berbicara padamu. Shirley selamat tinggal..."
"Tut... Tut... Tut…panggilan terputus."
"Sial!!! "Keluhku. Aku benar benar merasa takut sekarang. sudah cukup keluargaku yang meninggalkanku. sekarang carroline lah satu-satunya orang yg ku percaya dan dekat denganku. aku tidak ingin kehilangan satu hal yang berharga lagi dihidupku.
Dengan cepat ku ambil kunci mobil, kuraih blazzer ku dan menuju ke parkiran tempat mobilku berada. ku gas dengan cepat mobilku, hingga berkecepatan 308,73 km/jam.
Beberapa menit kemudian, akhirnya aku sampai di pantai Honolulu.
Bang! dengan cepat ku banting pintu dan berlari tanpa tujuan, melihat ke kana kemari berharap carroline masih ada di sekitar pantai. kuraih smartphone ku dan ku coba beberapa kali menelfon carroline, namun tetap saja hasilnya nihil. Carroline mematikan ponselnya, yang membuatku semakin merasa cemas. akhirnya kuputuskan untuk bertanya kepada beberapa turis dan penjual disana. Akhirnya ada turis yang sempat berpapasan dengan carroline dan berkata ia tadi melihatnya menuju ke arah tebing, dan terlihat terburu-buru.
Mendengar itu, akupun merasa semakin resah dan gelisah. dengan cepat ku berlari ke arah tebing yang dimaksud.
Sesampainya disana, aku melihat carroline yang sedang berdiri tegak ke arah tebing sambil menangis tersedu-sedu menatap ke arah laut.
Kuatur nafasku dengan baik dan kemudian berteriak.
"Carroline!!!" dengan cepat carroline pun menengok ke arahku.
"Shirley? Bagaimana, bagaimana bisa kau berada disini! tolong kali ini saja dengarkan aku! aku tidak ingin membuat keluargaku menanggung malu.tolong biarkan aku pergi! "
"Tidak, carroline kau yang harus mendengarkanku!! Kini... kau satu-satunya orang yang berharga bagiku. Jadi tolong hentikkan tindakkan bodohmu itu, dan kembali bersamaku! Kita bisa melewati ini bersama,vseperti masalah-masalah sebelumnya. Kali ini pun sama, kita akan menghadapinya bersama."
Dengan tatapan meyakinkan, aku perlahan mendekati carroline yang berada tepat diujung tebing. Akan tetapi,
"Maaf! Maafkan aku shirley, selama ini kau salah. Aku...maafkan aku shirley!"
"Carroline, dengarkan aku! kita akan lewati ini bersama...KU MOHON... "Seru ku sambil mengulurkan sebelah tanganku dan menatapnya, memohon.
Hening seketika, carroline melihat sekilas ke arahku dan mencoba melompat tari tebing. Namun dengan cepat aku menarik tangannya Dan berbalik mendorongnya ke sisi lain tebing, ke sisi yang lebih aman tentunya. Namun na'as, alih-alih menyelamatkan carroline justru aku yang terjatuh dari tebing dan,
ya... Aku time travel ke dunia yang tidak aku ketahui. terbangun ditubuh seorang putri mahkota bernama shenyou, dan ya...aku disini sekarang, bersama dengan orang yang mengaku sebagai raja neraka.
"Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa kau memperlihatkan semua itu kepadaku. detik-detik kematianku...aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu. sudah jelas aku mati karena sebuah kecelakaan, itu semua bukan kesalahan carroline!
Apa yg salah? Aku, menyelamatkan carroline karena keinginanku sendiri. lalu kenapa kau... "
"Gadis kecil, aku belum selesai.
yang kau lihat itu adalah kejadian di *****SAAT TERAKHIRMU*****. Namun yang akan kutunjukan kali ini berbeda. ini adalah waktu disaat semua itu BELUM TERJADI."