
"Jika Yang mulia kaisar menolaknya, kali inipun ibu suri tidak dapat berbuat apa-apa." seru selir xia, sambil berjalan mendekati paviliun siren.
Selir Ru : "Ka…kakak xia, anda datang? Bukankah seharusnya anda sedang sibuk memeriksa daftar pemilihan para selir?" tanya selir ru.
Selir Xia : "Seharusnya iya, namun sayangnya pemilihan kali ini tidak melibatkanku untuk menjadi salah satu jurinya.
Entah apa yang difikirkan ibu suri, sampai tidak melibatkanku dalam pemilihan kali ini. Mungkin... dipemilihan kali ini, ia telah menemukan kandidat terbaik untuk calon permaisuri. Benar kan, adik wei? "Sindir selir xia sambil menatap sinis ke arah selir wei.
Selir Wei : "Aku rasa kakak salah paham mengenai satu hal, meskipun aku adalah keponakan ibu suri, aku tidak pernah sedikitpun ikut campur dalam pemilihan selir. Untuk perubahan sikap ibu suri kepada anda, itu tidak ada kaitannya denganku." seru selir wei dengan tegas, namun tetap anggun.
Selir Li : "Entah mengapa aku merasa pemilihan selir kali ini sangat penting untuk ibu suri. Mungkin.... Oleh sebab itu, ibu suri tidak ingin Kakak xia ikut campur dalam hal ini."
Selir Chen : "Jaga ucapanmu selir li!
Ada banyak hal yang tidak kita ketahui di istana imperial. Lagi pula hanya pemilihan selir, bukankah itu sudah biasa?"
Selir Xia :"Ada apa adik chen? Kenapa kau tiba-tiba marah. Bukankah... (*Berjalan mendekati selir chen)
…semua yg dikatakan Selir Li bisa saja benar?atau...
Kau tahu sesuatu, tentang hal itu?"
Selir chen : "Aku...aku tidak tahu apa yang kakak bicarakan, aku hanya... "
Selir Xia : "Hanya apa?!
Ingatlah satu hal selir chen, jika kau menyembunyikan sesuatu dariku... Jangan harap kau bisa menampakkan dirimu lagi!!" seru selir Xia mengancam.
Selir Jing :"Selir xia, maksudku kakak xia. Tolong jangan bertengkar. Kita semua tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi di istana imperial. Oleh sebab itu,selagi belum ada kepastian.…Bu..bukankah lebih baik kita mempersiapkan diri untuk pemilihan selir nanti? Cepat atau lambat ibu suri pasti akan segera memberikan perintah, jadi... "
Selir Ru : "Selir jing benar! lebih baik kita segera kembali ke tempat masing-masing, dan mempercantik diri agar kaisar tidak tergoda oleh wanita-wanita itu...(menyenggol pelan) Benar kan Selir Li? "
Mengetahui isyarat itu, dengan cepat Selir Li pun mengangguk setuju.
Disisi lain...
[ Dapur kerajaan ]
{Buku resep}
Terdiam, membolak-balikkan kertas. Mematung...
"Agh...tulisan apa ini!!!
Apakah kau bercanda! Aku tidak mengerti sedikitpun. (kasian shirley (T_T)
Baiklah...kalau sudah seperti ini, mau bagaimana lagi. Lebih baik aku buatkan makanan modern saja. Kalau nanti kaisar tidak suka, dan memberiku hukuman mati! ya...lakukan saja. Karena itu tidak ada bedanya bagiku.(pasrah)
Dibandingkan aku harus nembaca tulisan ini. Kalau itu dilakukan, mungkin aku akan membutuhkan beberapa hari untuk mengerti.
Hmmm...baiklah. kalau begitu lebih baik aku memasak makanan yang aku ketahui saja.
ya...seperti tumis-tumisan, ayam goreng, sate, dan sayur sup. Membayangkannya saja sudah membuatku lapar hehehe(^O^).
"Cepat-cepat! aku ingin kalian membuat arang diluar! aku ingin kalian segera mempersiapkan tungku pembakaran. Aku ingin membuat sate..." seruku kepada beberapa pelayan.
"Membuat sate? makanan apa itu?
bukankah dia sedang memerintahkan kita untuk membuat kekacauan... " bisik seorang pelayan.
"Hush! kau lebih baik diam. Jika Yang mulia mendengar ini, bukan cuma lidahmu yang terpotong, seluruh keluargamu juga akan terancam, apa kau mengerti?
J******agalah ucapanmu mulai dari sekarang******!" tambah seorang pelayan.