
Setelah selir xia pergi, datang lah xixilie. Xixilie merupakan anak dari jendral guo, mantan panglima perang kerajaan jiangzhou di masa kaisar YongQi. Xixilie dan kaisar merupakan teman sekolah pada masa itu. karena krisis politik, pada saat itu calon kaisar akan tinggal di kediaman panglima perang kurang lebih 6 bulan sebelum waktu penobatannya. Hal itu dilakukan untuk mencegah kekacauan yang akan muncul sewaktu-waktu, sebelum kaisar baru resmi dinobatkan.
Bagi selir xia, xixilie adalah saingan terbesarnya. karena kedekattannya dengan kaisar, tentu saja banyak orang yang berpendapat Xixilie mungkin akan menjadi salah satu dari selir kaisar. Sayangnya hal itu tidak terjadi, karena Xixilie lebih memilih untuk menjadi seorang panglima wanita, dan menjaga perbatasan area timur di wilayah jiangzhou.
Ada banyak sekali rumor yang beredar di harem. salah satunya adalah rumor xixilie yang akan menjadi permaisuri. Rumor itu mengatakan bahwa: Jika Xixilie dan kaisar menikah, Ia akan menjadi kandidat terkuat untuk menjadi seorang permaisuri. Mendengar hal itu, tentu saja selir xia tidak senang, dan mulai memusuhinya.
Meski pernah tinggal di satu atap dengan kaisar, Xixilie tidak pernah sedikitpun tertarik pada kaisar, ia hanya menganggap kaisar seperti kakak laki-lakinya. Mungkin karena hal itu pula, kaisar menjadi lebih dekat dengannya.
Di waktu senggangnya, xixilie sering mengunjungi harem. Meski hanya sekedar berbincang, dan minum teh. Karena statusnya yang tinggi, para selir di harem sangat menghormatinya. Jika ia datang, mereka bahkan akan mencari muka dihadapannya.
"Apa tadi aku tidak salah lihat?
Aku baru saja melihat selir xia pergi dengan raut wajah yang terlihat kesal."
Melihat kedatangan xixilie, para selirpun segera berdiri memberi salam. disaat itu juga xixilie segera duduk, dan menuang teh untuk dirinya.
Selir Chen: "Nyonya, mengapa anda tidak mengabariku jika anda akan datang? Jika anda memberitahuku, aku mungkin akan menyiapkan camilan ringan untuk anda."
(*Karena jabatannya, di harem Xixilie dipanggil Nyonya.)
Xixilie: (tersenyum)" Aku hanya kebetulan lewat, selir chen tidak perlu terlalu berlebihan."
Selir Ru: "Apa kah ada masalah? Mengapa nyonya tiba-tiba datang kesini?" tanya selir Ru ingin tahu.
Xixilie : "Aku hanya sedikit merasa bosan, perbatasan area timur sudah terkendali. Oleh sebab itu aku memilih berkunjung kesini."
Selir Wei: "Apa nyonya sudah menemui Yang mulia ibu suri? Aku yakin, ibu suri akan senang mendengar bahwa anda telah kembali."
Xixilie: "Oh,benarkah? Kalau begitu aku akan mengunjunginya nanti."
~•~•~•~•~
[ Istana Timur ]
''Yang mulia putri mahkota!! Apa yang anda lakukan?!
Tolong turunlah Yang mulia, itu berbahaya!!!"
Ya...karena aku ingin tau situasi disekitar istana timur, aku nekat memanjat sebuah pohon persik yang sangat besar. Melihatku yang berada diatas pohon, para pelayan pun mulai panik dan memohon memintaku untuk turun.
"Yang mulia, tolong turunlah!
Jika anda terluka, Yang mulia kaisar pasti akan menghukum kami!" seru seorang pelayan memohon.
(Melihat Ke bawah) "Jangan khawatir! Aku akan turun nanti!! aku masih belum menemukan buah persik yang bagus!"
Ya,tentu saja aku berbohong.
Jadi, Yang mulia! Tolong turunlah!!
Jika anda mau, kami sendiri yang akan memetik buah persik itu untuk anda."
"Tidak, tidak, tidak. Aku lebih suka mengambilnya langsung dari pohon."
"Yang mulia! kami mohon turunlah!"
"Kalian ini...eh? " aku tiba-tiba kehilangan keseimbangan, dan...
Wuuush...
"Yang mulia!!! "
Aku dengan jelas mendengar para pelayan itu berteriak memanggilku. Karena takut, disaat itu juga aku segera menutup mataku, karena ku tahu aku akan segera jatuh. Akan tetapi...
Eh, tunggu dulu. Bukankah seharusnya aku jatuh sekarang?!
Tapi, kenapa aku merasa...tak kunjung menyentuh tanah???
Karena penasaran, akupun memutuskan untuk membuka mataku dan melihat kebawah. Betapa kagetnya aku, melihat seekor burung merak putih yang sibuk membuat sebuah pusaran angin kecil, untuk membuat tubuhku melayang di udara. Beberapa menit kemudian merak itupun terbang ke arahku, dan membiarkanku menungganginya. Kulihat para pelayan itu merasa sangat terkejut bukan main, mereka terlihat menunduk. Seolah-olah melihat kedatangan Yang mulia kaisar.
Dengan cepat merak itupun terbang kebawah, dan akupun segera turun dari punggungnya. Jika dilihat sekilas, merak itu tampak berbeda dari merak yang pernah kulihat di era modern. merak itu terlihat lebih besar daripada merak pada umumnya. Jika diperkirakan merak itu sebesar motor matic di era modern. Setelah menuruniku merak itupun segera terbang, pergi menjauh dari istana. Disaat itu juga, kepala pelayanpun datang menemuiku.
"Yang mulia, apakah anda baik-baik saja?"
"Ya, seperti yang kau lihat aku baik-baik saja.
apa kau tadi melihat merak itu? Merak putih yang tadi bersamaku?"tanyaku ingin tahu.
"Yang mulia, hamba tidak mengerti apa yang anda katakan?! Merak, merak apa?"
Menengok ke arah para pelayan yang menunduk.
"Kalian... kalian tadi melihatnya kan?
Seekor merak putih yang sangar besar. Jangan bilang kalian juga tidak melihatnya?!"
"Ampun yang mulia, kami tidak mengerti apa yang anda katakan, kami benar-benar tidak melihat apapun."
"Haisssh…kalian ini, menyebalkan!"
Karena merasa kesal akupun segera masuk kedalam aula istana timur, meninggalkan para pelayan ditempat itu.