
Disaat itu juga seluruh pandangan tertuju padanya, kecantikkannya membuat ruangan itu tampak mati. Perjalanan di setiap langkahnya seolah-olah menghentikan waktu. Decak kagum terdengar dimana-mana, siapapun tak mampu memalingkan pandangan darinya. ya, tentu saja termasuk kaisar.
"Aku tak menduga, putri mahkota akan datang kepemilihan kali ini. Tidak seperti biasanya, tuan putri ikut campur dalam pemilihan para selir, pemilihan selir kali ini…akan semakin lebih menarik!" fikir selir xia dalam hati.
Melihat shenyou datang, diam-diam para wanita pun sibuk berbisik, dan membicarakannya.
"Apakah itu putri mahkota? Dia cantik sekali. dandanan yang begitu natural, benar-benar memberikan kesan ramah, dan anggun."
"Oh, tidak pakaiannya sangat indah! Sepertinya pakaian itu dibuat khusus untuknya."
"Aku pernah dengar, putri mahkota tidak pernah meninggalkan kediaman perdana mentri sebelumnya. namun sejak peristiwa di sungai sui, ia menetap di istana."
"Kalian dengar itu? Peristiwa sungai sui?!" tanya putri Shimia.
"Apa kau belum pernah mendengarnya?
Aku dengar itu merupakan peristiwa yang paling menghebohkan di jiangzhou. Lampion yang dibuat putri mahkota tiba-tiba terbakar dan meledak. Karena ledakkan itu para pelayan berhamburan mencoba menyelamatkan diri, dan melupakan putri mahkota. Karena ledakkan yang cukup besar, tidak ada yang menyadari putri mahkota menghilang. Kaisar yang tahu akan hal itupun marah, dan menghukum seluruh pelayan yang hadir disana. Ia juga memerintahkan para pengawal untuk mencarinya. Namun sayangnya mereka tak kunjung menemukannya. Beberapa jam setelahnya, putri mahkota tiba-tiba ditemukan tertidur ditempat tidurnya, dan ya...sepertinya banyak hal yang terjadi dihari itu." jelas putri Shinde.
"Aku tidak tahu jika berita itu sampai tersebar ke wilayah Nandiang, aku rasa wilayah nandiang akhir-akhir ini cepat tanggap ya..." sindir putri Aeshu.
(*Putri Aeshu curiga wilayah Nandiang diam-diam mengawasi jiangzhou)
Mendengar itu, putri shinde pun diam seketika.
"Aku tidak percaya, seorang gadis kecil yang gendut. Kini berubah menjadi seorang putri yang cantik! Aku rasa perdana mentri benar-benar menjaga putrinya dengan baik." ucap yongshan tanpa sadar.
"Tutup mulutmu yongshan! Jaga sikapmu!!
Apa seperti itu cara bicaramu didepan perdana mentri! (tegur ibu suri)
Cepat minta maaflah kepada perdana mentri." perintah ibu suri.
"Perdana mentri, aku minta maaf. Karena terlalu lama diluar, aku tidak pandai menjaga ucapanku."
"Hahaha,tidak apa-apa. Anak-anak sering membuat kesalahan. Aku rasa hal itu juga berlaku untuk pangeran yongsan, Yang mulia ibu suri." seru perdana mentri mencairkan suasana.
"Anda terlalu baik perdana mentri. Kelak aku akan mendidik Yongshan, jauh lebih baik lagi!"
...*-*-*-*...
(Tersenyum, menghampiri)
Mengulurkan tangan "Apa kau ingin duduk bersamaku shenyou?"
(Gugup) "Mmm...aku...
(Melihat sekeliling)
Aku sebaiknya duduk bersama ayahku."
"Jika Yang mulia kaisar ingin kau duduk bersamanya, maka duduklah." saran ibu suri.
"Bukankah sama-sama duduk dibawah, perbedaannya hanya di alasi sebuah karpet saja, lalu apa bedanya?" pikir shenyou dalam hati.
"Mmm... Baiklah." jawab shenyou terpaksa.
Mendengar itu kaisarpun tersenyum, dan...
"Kasim Yan, segera mulai acaranya!"
"Baik Yang mulia kaisar!
Seperti yang kalian jalani sebelumnya, babak kali ini berbeda. Dalam babak kali ini, calon selir harus menunjukkan bakat lahir mereka. Untuk masalah penilaian, penilaian kali ini akan langsung diputuskan oleh Yang mulia kaisar, ibu suri, dan para selir kekaisaran.
(*Bakat lahir disini berarti bakat yang mereka miliki sejak lahir. Bakat itu bisa berupa suara yang indah, tarian yang menawan atau tulisan yang menakjubkan.)
Oleh karena itu, dengan ini kompetisi dimulai!!!"
Satu-persatu kandidat para selir mulai menunjukkan bakatnya. Mereka mulai menunjukkan kelebihan mereka. Ada yang membuat puisi dan membacanya, ada yang memainkan kecapi, bahkan ada juga yang mahir memainkan pedang. Hampir dari mereka semua menunjukkan bakat-bakat yang luar biasa dan jarang dimiliki oleh orang lain.
Di saat semua orang fokus pada bakat yang di tunjukkan oleh para calon selir, kaisar diam-diam menatap shenyou dengan tatapan kagum. Tahu akan hal itu, shenyou memilih untuk pura-pura tidak tahu dan mengalihkan pandangannya ke arah pertunjukan yang di tampilkan oleh calon para selir.
"Shenyou, kau tahu hari ini kau sangat cantik. kau terlihat seperti orang yang berbeda. Jika kau salah satu dari mereka, mungkin aku akan segera menikahimu!"
(Kaget) "Apa!"
(tersenyum kecil) "Jangan dianggap serius! Aku hanya bercanda.
(Mengelus kepala shenyou dengan lembut)
Bagaimanapun juga kau sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. jadi, aku tidak mungkin melakukannya." seru kaisar sambil tersenyum lembut.
Beberapa jam kemudian...
Semua selir sudah menunjukkan bakat mereka, tibalah babak penentuan.
Tentu saja di babak akhir ini hanya ibu surilah yang berhak mengumumkan siapa yang terpilih menjadi selir kerajaan.
"Pemilihan kali ini sangat spesial, selain karena kaisar sendiri yang menghadirinya, dalam pemilihan kali ini juga aku akan mengumumkan Calon istri untuk anakku yang kedua, Pangeran ke-9 Yongshan.
Memiliki sikap yang baik dan pandai bermain berbagai macam jenis alat musik, Putri Aeshu!Selamat, kau terpilih menjadi selir kerajaan.
Karena budi pekertinya yang mulia aku memilih Putri Shinde untuk menjadi calon istri dari anakku pangeran ke-9 Yongshan."
Shenyou :(Berbisik) "Yang mulia, bukankah kau memilih liruo sebagai selir kerajaan. Lalu kenapa putri Aeshu yang terpilih?" tanya shenyou, merasa canggung dengan ketidakadilan(*kecurangan/manipulasi) dalam pemilihan selir kali ini.
Kaisar : "Shenyou, kau tidak mengerti. Apapun pilihanku, pada akhirnya ibu suri lah yang akan memutuskan. Aku sudah terbiasa, kau tenang saja, aku..."
(Berdiri) "Yang mulia, tiba-tiba aku merasa tidak enak badan. Kalau begitu Yang mulia kaisar,(*menunduk)Yang mulia ibu suri, pangeran yongshan, dan perdana mentri...
Aku mohon undur diri!" seru shenyou sambil berjalan cepat meninggalkan istana weilang. Melihat itu, kaisar pun terpaku sejenak. ia mulai berfikir, apa ada yang salah dari perkataannya?sehingga shenyou pergi dengan wajah yang tampak kesal.