
Mendengar semua perkataan selir Li, percaya atau tidak, aku benar-benar merasa ada yang tidak beres. bukankah semua orang sudah tau aku putri mahkota? meskipun aku dan yang mulia kaisar tidak memiliki hubungan darah, kaisar sudah menganggapku sebagai anak angkatnya. Meskipun yang mulia kaisar sangat perhatian kepadaku. aku rasa itu hanya karena belum lama ini aku jatuh ke kolam, dan terluka. Itu tidak lebih dari sebagai rasa kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. bukankah itu wajar?
Sebenarnya apa yg selir-selir itu fikirkan? bukankah itu berlebihan menganggapku sebagai saingan untuk mendapatkan cinta dari kaisar.
Aku bahkan tidak tertarik untuk hal-hal yang berbau kekuasaan. ya, itu termasuk harta, tahta,dan wanita. Maksudku...pria.
Di zaman ini semua orang sangat mementingkannya. karena semua itu menjadi landasan pencapaian kehormatan tertinggi suatu marga. berlandaskan kekuasaan, mereka bahkan tidak tanggung-tanggung menyepelehkan sebuah nyawa, hanya demi menutupi kesalahan mereka. kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang paling aku benci. ketika kekuasaan bertindak kau benar-benar akan merasa seperti seekor ayam yang berada di kandang serigala. Kau tidak akan pernah tau, apakah besok kau masih hidup? tetapi sudah dipastikan bahwa kau akan mati. meskipun kau berhati-hati dan membujuk serigala itu, pada akhirnya kau harus menerima kenyataan bahwa yang berkuasa lah yg menentukan hidup. dan yang terkuatlah yang akan bertahan hidup.
Aku hanya tau bahwa, aku harus hidup dengan baik dizaman ini. zaman yang benar-benar mengerikan, dimana kekuasaan adalah segala-galanya. jujur saja, semua itu bertolak belakang dengan keinginanku. namun, sekarang aku bahkan tidak mempunyai identitas resmi di zaman ini. aku hanyalah roh yang kebetulan masuk didalam tubuh milik seorang putri mahkota. entah sampai kapan aku harus berpura-pura menjadi shenyou,menjadi orang lain...benar-benar tidak enak.dimana kau harus menyukai apa yang dia sukai, dan membenci apa yang dia benci. aku shirley, tidak pernah merasa sesulit ini sebelumnya.
Dung... Dung... Dung... Dung...
Suara pukulan gong, seketika membuatku tersadar bahwa aku dan selir li sudah berbicara cukup lama.
"Perhatian! Upacara menghanyutkan lentera akan segera di mulai!!! "
Upacara menghanyutkan lentera? oh, tidak! aku terlambat. karena selir li mengajakku bicara, aku jadi melupakan segalanya dan berfokus padanya. tidak ada waktu lagi, aku harus segera pergi sekarang juga.
"Selir kehormatan li, aku minta maaf karena telah memotong pembicaraanmu. Tetapi, upacara lentera akan segera dimulai! Jadi, aku mohon undur diri."ucapku sambil berjalan pergi meninggalkan selir li.
Akupun segera bergegas membawa lenteraku, mengabaikan para pelayan yang terus memanggilku, dan berlari menuju altar yang terletak tepat di pinggir sungai sui.
"Tuan putri! harap berhati-hati! Jalan menuju altar sangat terjal." seru salah satu pelayan memperingatiku. namun, aku tidak mendengarkannya dan berlari semakin cepat.
Uh...pakaian ini benar-benar merepotkan! Bagaimana bisa seseorang akan tahan memakai pakaian seperti ini di zaman dulu. belum lagi mahkota ini dan beberapa bunga mawar yang menghiasi kepalaku, ini benar-benar merepotkan.
karena tidak hati-hati, akupun tidak sengaja menginjak pakaianku, dan terjatuh di jalanan yang terjal.
" Tuan putri!!! "
seru para pelayan dengan cemas, ketika melihatku yang terjatuh. seketika itu juga pandangan semua orang tertuju padaku.
"Shenyou... " Teriak kaisar.
Namun,
Wuuuussshh...
Aku tidak tau apakah aku bermimpi atau tidak. tetapi kini...
aku sedang berada di pelukkan kaisar!
yang aku tau, aku tidak akan pernah membayangkan akan sedekat ini...
bahkan aku dapat mencium aroma tubuhnya, merasakan kehangatan pelukannya, dan mendengar detak jantungnya.
Dengan kultifasinya(*ilmu beladiri tingkat tinggi pada zaman dulu/tenaga dalam), dia membawaku terbang menuju altar. membuat para tamu yang berada disana terkejut bukan main.
"Pelayan!!! cepat kemari! " panggil kaisar dengan suara yang menggelegar. siapa pun pasti tau bahwa kaisar sedang marah besar. bahkan para tamupun terdiam seketika.
Jujur, aku tidak masalah untuk saat ini. tetapi, kalau kaisar terus menggendongku seperti ini, bukankah akan terasa sangat canggung?
Disaat itu juga, engan cepat para pelayanpun berdatangan. termasuk para pelayan pribadiku.
"Apa kalian tau, apa kesalahan yang kalian lakukan! "
Ucap kaisar dengan nada tinggi.
"Menjawab yang mulia kaisar, i-ini... "jawab salah satu pelayan yang tampaknya adalah seorang kepala pelayan. jadi, dia yang bertanggung jawab atas semua pelayan di istana.
"Beraninya kalian membuat seorang putri berlari menuju altar! Apa kalian sudah bosan hidup?!! "
Dengan amarah yang bergejolak kaisar menatap para pelayan itu dengan tatapan mematikan. yang bahkan menurutku, tatapannya mungkin bisa membuatmu tidak bisa bernafas.
"Kalian... "
"Yang mulia kaisar!"
Dengan cepat akupun memotong pembicaraan kaisar, karena aku tau ini tidak akan berakhir dengan baik.
"Umm...aku tidak apa-apa. Lagi...lagi pula, aku sendiri yang berinisiatif berlari menuju altar. jadi, jangan salahkan mereka. dan lagi...bisakah anda menuruniku? Ini akan terlihat canggung jika terus dilakukan." ucapku sambil berbisik.
Dengan hati-hati, kaisarpun menuruni dan melepaskanku dari pelukkannya.
"Yang mulia kaisar! bkankah seharusnya upacaranya akan dimulai? bukankah sebaiknya kita bergegas?"
"Hem... Baiklah."
Huuh... Akhirnya semuanya berjalan dengan baik. kaisarpun segera menuntunku ke pinggiran sungai sui untuk menghanyutkan lentera. saat itulah tiba hari menjelang malam, dan para gadis dari keluarga bangsawanpun mulai menghidupkan dan menghanyutkan lentera. kini giliranku menghidupkan dan menghanyutkan lentera.
Akupun segera mengambil lenteraku dan menghidupkannya. Namun...
Tek,tek,tek
Suara gosokkan batu terngiang di telingaku.
Huuh, ngomong-ngomong menghidupkan lentera tidak boleh pakai api langsung. jadi harus menggesekkan batu untuk membuat api. benar-benar merepotkan bukan? Bagi orang modern sepertiku, hidup di zaman ini…yakni zaman dimana semua yang mudah dipersulit...benar-benar mengjengkelkan!
Sudah lewat hampir 30 menit, para wanita bangsawan bahkan sudah hampir selesai. tetapi aku belum juga berhasil membuat api. aku panik sekaligus cemas, karena lenteraku lah yang melambangkan keagungan kaisar.jika,lentera itu tidak bersinar, bukankah itu berarti aku sama saja dengan mempermalukan yang mulia kaisar?
Tapi bagaimanapun juga, batu ini gila!
Sudah kugosok berkali-kali tidak mengeluarkan api, hanya panas. huh...Aku benar-benar kesal sekarang!
"Shenyou, apa semua baik-baik saja? "
"Yang mulia kaisar tenang saja, ini pasti akan berhasil! "Ucapku sambil mempercepat caraku menggosok batu.
Diam-diam kaisarpun tertawa kecil, melihatku yang sedang berusaha membuat api.