
Merasakan shenyou berada dalam bahaya, weitian sang phoenix pun terbangun dari tidurnya, dan segera terbang menuju istana longtian.
S*esampainya di sana*...
S***Woosh*...
Dalam sekejab, weitian pun merubah dirinya menjadi merak putih. Lalu, iapun segera memberikan isyarat kepada yenlong untuk segera menemuinya, dengan cara mengepakkan sayapnya diudara dan menjatuhkan beberapa buah persik dari pohonnya. Mengetahui isyarat itu, yenlong pun segera terbang keluar dari istana, dan bergegas menemui weitian.
"Lama tidak bertemu...weitian. Sudah bertahun-tahun kau bersembunyi di dalam gunung. Namun hari ini kau berhasil membuatku terkejut dengan tiba-tiba muncul, dan berubah menjadi seekor…merak???" ucap yenlong bingung.
"Aku merasakan putri mahkota berada dalam bahaya, oleh sebab itu aku keluar. Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? " tanya weitian ingin tahu.
"Tabib bilang dia terkena sihir es abadi, keadaannya diperparah dengan racun Dethried yang berada didalam tubuhnya. Tabib bilang hanya air mata mu saja yang dapat menyembuhkannya." seru yenlong menjelaskan.
"Aku mengerti." jawab weitian singkat.
Weitian pun segera mencabut salah satu bulunya, dan...
Sriiing...
Dalam sekejab bulu itu berubah menjadi sebuah botol kecil berwarna putih pucat, persis seperti mutiara dilaut dalam.
"Dan sekarang….ini adalah tugas yang paling penting, dari yang ter-penting. Ini adalah tugasmu yenlong." mendengar itu yenlong pun terdiam dengan banyak tanda tanya dikepalanya.
"Tugasku??? Apa kau yakin weitian?
kau tidak serius bukan?" tanya yenlong meyakinkan.
"Kau fikir aku bercanda?" jawab weitian sinis.
"Yenlong, kau tahu betul obatnya adalah air mataku. Kau juga seharusnya tahu...
(meninggikan suara) Aku tidak pernah menangis selama 100 tahun!
Jadi,tugasmu kali ini sangat sulit. Yaitu membuatku menangis..." jelas weitian singkat.
(Terdiam sesaat, berfikir)"Dengan cara apapun?" tanya yenlong.
"Ya, apapun."
"Meskipun aku melakukan hal yang aneh, asal kau menangis...itu tidak menjadi masalah bukan?" tanya yenlong berusaha meyakinkan.
"Baiklah lakukan saja apa yang kau inginkan." seru weitian bersikap cuek(*tidak peduli).
Beberapa menit kemudian...
Wuuush...Swooosh...
(Terbang dengan cepat)
Dasar Naga sialan! beraninya dia mencabuti semua buluku!!!" ucap weitian kesal.
(Terbang dengan cepat,menengok kebelakang)" Tadi kan kau bilang DENGAN CARA APAPUN...
Lalu, salahku dimana???" seru yenlong sambil terbang dengan cepat ke arah istana longtian.
"Awas kau yenlong! Jika kau berani muncul dihadapanku lagi, akan kucabut sisik-sisikmu! dan akan kukuliti kau menjadi karpet musim panas!"
(*karpet musim panas \=karpet merah(karpet penyambutan tamu penting pada masa itu))
~○~
Untuk menghindari kejaran weitian, yenlongpun terbang secepat mungkin. Semakin cepatnya, hingga ia lupa bahwa istana utama memiliki pintu yg terbuat dari besi yang sangat tebal dan kuat. Dan...
Dwing!!! Dung!! (Menabrak) Dweng!!!
Ia tanpa sadar menabrak pintu dengan hantaman yang cukup keras. Semakin kerasnya, hingga suara itu terdengar hampir diseluruh istana. Bukan cuma itu, akibat hantaman yenlong ke arah pintu, di pintu itu kini meninggalkan bekas cetakkan kepala seekor naga.
(author: apa gk sakit itu dia? Untung naga^_^)
Para pengawal pun tercengang melihat hal itu. Sempat pingsan sebentar, yenlongpun segera menggoyang-goyangkan ekornya dan bergegas masuk kedalam istana.
Didalam istana...
"Dari mana saja kau yenlong? Mmm…ngomong-ngomong apa kau dengar suara tadi?itu suara yang cukup keras, seperti hantaman benda tajam…"tanya kaisar.
("Bukan benda tajam. tapi, kepala naga.
ya, kepala seekor naga yang bodoh." fikir yenlong dalam hati.)
"Yenlong?! Ada apa dengan keningmu?
(*jidat/dahi)
Keningmu mulai membiru? apa kau terluka?" tanya kaisar ingin tahu.
"Hah...Yang mulia!
i-ini…(*sambil menunjuk kearah keningnya. Terdiam,berfikir sebentar.)
(Berbicara dengan cepat ) Ini adalah tanda kesetiaan seekor naga. ini adalah lambang…keberanian dan pengorbanan yang besar. Hanya ada satu dari 100 naga yang memilikinya!"jawab yenlong antusias.
"Tentu saja aku tidak mungkin mengatakan kepada Kaisar, luka ini disebabkan karena aku menabrak pintu bukan? ini…terlalu memalukan. Sebagai seekor Naga yang dipuja dan terpandang, terluka….hanya karena sebuah pintu yang diam…
Tidak bergerak, tidak melawan, dan bahkan tidak berbicara. ini merupakan hal yang sangat Memalukan!!" keluh yenlong dalam hati.