A Lasted Love, Last Falling In Love

A Lasted Love, Last Falling In Love
Eps 37: Gara-gara shenyou



"Yang mulia kaisar, apa kau terluka?" tanya


Shenyou penasaran.


"Tentu saja, namun...luka kali ini berbeda. Bukan oleh musuh, luka ini dibuat khusus oleh seorang gadis yang tertidur lelap dibawah pohon persik."


"Gadis yang tertidur tepat di bawah pohon persik?"


Yang shenyou bayangkan...


Gadis 👉 tertidur 👉 dibawah 👉pohon persik👉Aku???


Jadi...orang yang dimaksud kaisar adalah aku?!


"Katakan padaku shenyou, sedang apa kau disini?"


"Yang mulia kaisar aku..." (kaget)


Shenyou terkejut melihat kaisar yang tiba-tiba duduk disampingnya.


"Kenapa diam? Apa ada yang salah?" tanya kaisar tiba-tiba.


"Ti..tidak! hanya saja..."


"Hanya apa?"


"Hanya saja anda duduk dibawah, seperti ini…apakah pantas?"


"Anda???"


"Maksudku Yang mulia kaisar..."


"Hmm...bagaimana denganmu?"


"Aku? aku hanya ingin bersantai saja, mencoba suasana baru."


"Kalau begitu, akupun sama. (*bersandar di pohon)


Aku juga hanya ingin mencoba suasana baru."


"Yang mulia kaisar, i-ini..."


"Putri mahkota, itu..."


(Menengok secara bersamaan) (berhadapan)


De..dekat sekali!


Untuk pertama kalinya aku sedekat ini dengan seorang pria.


Dag-dig-dug...


Jantungku, jantungku rasanya mau copot!


Kaisar, dia...bulu matanya yang lentik, bibirnya yang tebal, dan menawan...


Tunggu! tunggu dulu!! Apa yang sedang aku fikirkan!!!


Apa aku sudah gila?! berani-beraninya aku memikirkan kaisar.


(Memalingkan wajah, Blush)


"Shenyou! Ada semut di bahumu, biar aku bantu kau menyingkirkannya.


( Mendekat, mengelus (bahu) dengan lembut)


Shenyou,wajahmu memerah! apa kau tidak apa-apa? apakah kau sakit?"tanya kaisar ingin tahu.


"Agh, tidak! tidak,tidak...


(Berdiri dengan cepat)


Kamar...aku ingin ke kamar mandi!


toilet, oh tidak...WC, apapun itu aku ingin kesana! Jadi kaisar, aku mohon undur diri!" seru shenyou sambil berjalan tanpa arah.


"Bukankah toiletnya ada disebelah kanan, kenapa ia pergi ke kiri? bukankah itu area kolam???


Wajahnya yang memerah...dia benar-benar terlihat sangat manis."


~•~•~


...[ Istana Weilang ]...


Hari itu adalah hari terakhir dari kompetisi pemilihan calon selir kerajaan. Hampir seluruh keluarga kerajaan akan hadir dalam pemilihan itu. ya...semua! termasuk perdana mentri Wu, ayah shenyou.


{ Altar penyambutan }


"****Perhatian****!


4 Selir utama Kerajaan memasuki ruangan."


Keluarnya suara itu di ikuti masuknya 4 Selir utama kerajaan.


Mereka adalah: selir jing, selir chen, selir xia, dan selir li.


"Lihatlah mereka," bisik salah satu peserta calon selir.


"Bukankah mereka sangat cantik?


Aku tidak heran jika mereka digelari 4 Selir Utama Kekaisaran."


"Menjadi selir utama kekaisaran tidaklah mudah. Selain cantik, dia juga harus berwawasan luas, memiliki perilaku yang baik, dan... "


"Dan memiliki dukungan yang kuat. Iya, kan?" tambah seorang peserta. Mendengar itu, para peserta lainpun terdiam seketika. Mereka seperti sudah tahu hasilnya, namun mereka memilih untuk tetap menutup mata pada kenyataannya.


Apalagi ketika mereka melihat perlakuan khusus ibu suri kepada 3 putri kerajaan selama pemilihan berlangsung, mereka tahu kemungkinan mereka untuk terpilih hanyalah sedikit. Namun karena pemilihan kali ini dihadiri langsung oleh kaisar, hal itu seperti harapan kecil yang berada dalam pelita di kegelapan. Setidaknya meskipun mereka tidak terpilih, mereka dapat melihat kaisar secara langsung. Karena di jiangzhou, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihat, dan bertemu kaisar.


< Dukungan disini maksudnya Jabatan atau peran penting dalam negara jiangzhou >


Disaat itu juga ibu suripun datang memasuki ruangan.


"Perhatian!!!


Yang mulia Ibu Suri memasuki ruangan..."


Mendengar ibu suri yang akan memasuki ruangan, dengan cepat para peserta pun membungkuk memberi hormat.


Selanjutnya disusul perdana mentri, dan Pangeran Yongshan yang memasuki ruangan.


"Lihatlah! bukankah itu adalah pangeran yongshan? aku dengar dia sudah berkelana selama bertahun-tahun hanya untuk mencari pengalaman." bisik seorang pelayan.


"Tidakkah kalian berfikir dia sangat tampan!" seru seorang peserta.


"Adiknya sudah setampan itu, apalagi kakaknya!


Agh! Aku benar-benar sangat menantikan kedatangan kaisar!!"


"Iya, aku juga sudah tidak sabar!" seru para calon selir itu bersemangat.


Sementara itu, disisi lain...


(Memakai baju [ dipakaikan oleh pelayan ])


"Aku tidak melihat shenyou pagi ini, apakah dia benar-benar akan datang kepemilihan selir kali ini?" tanya kaisar kepada kasim Yan.


"Menjawab Yang mulia,hamba yakin tuan putri pasti akan datang. Dia tidak mungkin mengabaikan ucapan Yang mulia."


"Aku tidak akan pergi, wanita tua itu pasti akan membuatku pusing!


(*Wanita yang dimaksud adalah ibu suri)


Jika tidak ada shenyou, maka aku tidak akan pergi!"


"Yang mulia! tolong jangan mempersulit hamba,Yang mulia ibu suri sudah memasuki istana weilang beberapa waktu lalu.


Jika beliau mendapati anda tidak hadir dalam pemilihan kali ini, hamba takut kedepannya beliau mungkin akan mempersulit anda." nasehat kasin Yan.


"Huh! (berjalan keluar)


Segera perintahkan para pengawal untuk mencari shenyou!


Jika mereka belum menemukannya sampai pemilihan selir dimulai, maka bunuh saja semua pengawal yang mencarinya!


Aku tidak membutuhkan pengawal yang tidak bisa diandalkan!!!" seru kaisar sambil pergi meninggalkan istana longtian.


"Aku harus bagaimana?! Bagaimana mungkin aku dapat menemukan putri mahkota dalam waktu sesingkat itu,


Haaah… (menghela nafas)


Semoga dewa membantuku kali ini." keluh kasim Yan.