
"Jadi shenyou, kau bersedia bukan untuk ikut serta dalam upacara festival hantu? "Ucap kaisar dengan penuh harap.
"Mengenai hal ini, Yang mulia kaisar...aku tidak bermaksud menolakmu. Akan tetapi, semenjak aku siuman, aku tidak mengingat apapun. apalagi mengenai upacara festival hantu. aku takut aku akan mempermalukanmu, dan kediaman perdana mentri kalau aku ikut andil dalam upacara itu. Apalagi rumor buruk tentangku yang ingin mengakhiri hidup telah tersebar luas. Aku takut kalau hal ini akan menimbulkan pertentangan bagi kaum bangsawan dan para mentri. jadi oleh sebab itu aku... "
"Mengenai masalah tradisi upacara ini, aku akan menyuruh juru tata krama kerajaan yang akan mengajarimu. Sedangkan mengenai masalah kaum bangsawan dan para mentri, aku akan segera memberikan titah kepada mereka. Jadi kau tak perlu takut karena aku sendirilah yang akan mengawasi semua itu.
Sekarang aku rasa kau tak mempunyai alasan lagi, untuk menolak permintaanku...shenyou (*tersenyum)
baiklah shenyou lanjutkan saja istirahatmu. jangan terlalu banyak berfikir, aku akan segera kembali ke istana untuk memberitahukan ibu suri bahwa kau siap. jadi, tolong persiapkan dirimu dengan baik, jaga kesehatanmu dan makanlah dengan baik."ucap kaisar sambil berjalan dan pergi.
"Tapi, yang mulia kaisar aku... "
Seketika itu juga dia telah menghilang dari hadapanku. Dan sekarang apa???
Apa yang harus kulakukan, aku benar-benar tidak bisa menghindari hal ini. mau tidak mau,aku harus melakukan hal itu.
ini, benar-benar menyebalkan. kenapa tidak ada hal baik sedikitpun yang terjadi padaku. baru sebentar aku memahami semua ini, dan muncullah masalah baru. Oh,tuhan! apakah ini yang kau sebut keadilan?
3 Hari kemudian...
Pada awalnya aku takut kaum para bangsawan Dan para mentri akan mempersulitku, pada saat upacara festival hantu akan dimulai. Tidak kusangka bahkan para wanita dari keluarga bangsawan ikut serta membantuku mempersiapkan altar dan membuat lentera. huh, aku benar-benar paham sekarang bagaimana pengaruh seorang kaisar.
~••~•~••~•~••~•~••~•~
[ Aula paviliun sui ]
Setelah sekian lama, akhirnya semua tradisi dalam upacara festival hantu hampir selesai. tinggal, satu tradisi lagi yang harus dilakukan. yaitu, menghias lentera dan menghanyutkannya di dasar sungai sui. karena sekarang aku adalah pendamping kaisar, mau tidak mau aku harus menghias lentera ku sendiri. menulis nama kaisar dan menghiasnya dengan sebaik mungkin.
Saat sedang asik menghias tiba-tiba...
A-apa? Selir kehormatan Li? Ayolah aku baru selesai berakting dan sekarang datang lagi masalah baru. tadi saja sudah hampir 3 jam aku harus tersenyum dan berprilaku baik layaknya seorang putri, berjalan bersama disamping kaisar menuju altar(*tempat upacara). Rasanya bagaikan berjalan diantara jurang yang terjal, ketika kau tidak berhati-hati maka kau akan jatuh.
Belum lagi, berbagai macam sorot mata dari segala sisi yang tertuju padaku. yang membuatku merasa...mereka benar-benar ingin menelanku.
Dan kini...ayolah sekarang apa lagi!
"Salam kepada selir kehormatan li, gerangan apa yang membuat anda datang kesini? "
"Shenyou, tidak perlu terlalu formal. bagaimanapun juga, aku kesini untuk melihat keadaanmu. berita tentangmu yang ingin msngakhiri hidup, telah tersebar luas diistana, terutama di harem(*tempat para selir tinggal). aku baru mendengar berita itu dari seorang kasim belum lama ini, aku benar-benar sangat terkejut sekaligus senang melihatmu hadir di upacara festival hantu hari ini. karena dengan begitu berarti keadaanmu baik-baik saja. pada awalnya aku kira selir rou-lah yang akan menemani kaisar melakukan upacara festival hantu. aku sangat terkejut disaat Yang mulia kaisar membuka tudung ternyata itu adalah kau, shenyou. aku senang kau baik-baik saja. karena itu berarti berita yang tersebar diluar sana, tidak benar bukan?"
Dari apa yg selir Li bicarakan, aku merasa sepertinya dia adalah satu-satunya orang yang mengkhawatirkan pemilik asli tubuh ini. dari nada bicaranya,sepertinya mereka tampak akrab. atau bahkan sangat akrab. atau mungkin bisa dibilang seperti seorang kakak dan adik. hmmm...apakah mereka sedekat itu. tunggu dulu, bukankah ini artinya aku benar-benar harus berhati-hati. kalau mereka seakrab itu, bukankah itu berarti selir Li sangat mengenal pemilik asli tubuh ini?
Sekarang bagaimana ini! apa yg harus kulakukan?!
"Selir Li aku... Eh, maksudku yang mulia selir kehormatan Li. Semenjak aku terjatuh ke kolam, dan terbentur batu. Aku tidak ingat apapun. Termasuk tentangmu, yang mulia kaisar, maupun ayahku sendiri sang perdana mentri. Aku takut kau kecewa tetapi, aku benar-benar tidak bisa mengingat apapun tentang mu. jadi... "
"Tidak heran kau tidak tahu peraturan istana,"
"Pe...peraturan istana??? "
Aku benar-benar bingung dengan apa yang dia katakan.
"Shenyou, tahukah kau kalau upacara festival hantu hanya boleh dilakukan oleh kaisar dan permaisuri? tetapi, karena yang mulia kaisar tidak memiliki permaisuri bukankah itu artinya para selir lah yang berhak... Melakukannya?
apakah kau lupa akan semua itu? tapi, beda halnya apabila ini atas kehendak ibu suri. Karena dia lah pemilik harem yang sesungguhnya.
Lima tahun sudah berlalu...namun sampai saat ini kaisar masih saja belum memilih seorang permaisuri. sehingga keadaan harem menjadi tidak stabil. Sekarang, dengan bersamanya kau dan yang mulia kaisar memimpin upacara festival hantu, aku takut para selir di harem akan menargetkanmu sebagai pelampiasan. Aku benar-benar hanya mencemaskanmu shenyou." seru selir Li, mengerutkan alis.