A Lasted Love, Last Falling In Love

A Lasted Love, Last Falling In Love
Eps:33 Pembahasan para selir Pt. 02



"Apa!!!"


Teriak para selir secara bersamaan.


Selir Chen :"Tiga..."


Selir Xia :"…Negara…"


"Apa itu mungkin?" tanya selir jing ragu.


Selir Xia :"Jelas itu tidak..."


"Mungkin saja..." tegas selir chen.


Selir Chen :"Dari awal Yang mulia ibu suri tidak menempatkan selir xia pada tempat yang seharusnya. Bukankah setiap ada pemilihan para selir...selir xia selalu ditugaskan untuk memeriksa daftar para kandidat?


Namun kali ini berbeda, selir xia bahkan tidak menerima pemberitahuan apapun dari ibu suri. Aku bertanya-tanya...dalam pemilihan kali ini, mengapa ibu suri tidak mengajak selir xia ikut serta dalam memeriksa daftar calon kandidat para selir?


Jika, alasan ibu suri tidak membiarkan selir xia ikut serta dalam pemeriksaan daftar kandidat para selir, hanya karena adanya 3 putri dari 3 kerajaan yang ikut serta dalam pemilihan kali ini...


menurutku, itu adalah alasan yang cukup masuk akal.


Karena... "


Selir Jing : "Salah satu dari mereka mungkin, memenuhi standar untuk menjadi seorang Permaisuri! "


Mendengar perkataan selir jing, para selirpun terkejut.


Mengangkat secangkir teh, meminumnya.


"Cepat atau lambat...kursi seorang permaisuri akan terisi. Dan siapapun tidak akan bisa menghentikannya. Aku rasa...alasan Yang mulia ibu suri melakukan itu hanya untuk memastikan kita tidak membuat kekacauan di pemilihan selir nanti. Dengan begitu, pemilihan itu akan berjalan dengan baik." jelas selir jing tenang.


Selir Li :"Meski begitu, bagaimanapun juga...sesuai tradisi, seorang permaisuri akan dipilih oleh Yang mulia kaisar secara langsung."


Selir Xia :"Apa yang dikatakan Selir Li benar, ketentuan dan keputusan kaisar adalah yang paling tinggi di negara ini. Jadi, semua itu tergantung padanya."


Selir Jing: "Tapi tidak ada yang tau, apa yang akan terjadi nanti. Bukankah dari dulu sudah jelas, Yang mulia kaisar tidak pernah ikut campur dalam pemilihan para selir, bahkan sejak ia masih menjadi putra mahkota.


Aku, kau (*menunjuk selir li), dan bahkan selir xia... Kita dipilih langsung oleh ibu suri.


terkadang aku merasa... Yang mulia kaisar tidak pernah mengutarakan pilihannya sendiri. Dia tidak pernah memilih, dan pilihannya selalu saja sudah ditentukan...oleh ibu suri."


Mendengar ucapan selir jing, para selirpun hanya bisa terdiam, seolah-olah meng-iyakan.


~•~•~


[ Istana imperial, kediaman ibu suri ]


Tap, tap, tap... (Berlari)


**Slam**!! (Membuka pintu)


Para pengawal dikejutkan dengan seorang pria misterius yang tiba-tiba datang dan menerobos masuk ke dalam istana imperial.


"Ibu! ibu…apa ibu sakit? Ibu tolong katakan padaku, apa kau baik-baik saja?!" tanya pria itu cemas.


(Berbaring di tempat tidur)


"Yongshan..." seru ibu suri lemah.


"Tunggu dulu! (menyentuh kening)


Ibu, kau mencoba untuk menipuku lagi?!" tanya yongshan, sambil mengerutkan dahi.


(Bangun, duduk di kasur)


"Jika aku tidak melakukannya, apakah putraku akan pulang?" tanya ibu suri ingi tahu.


"Tidak seperti itu, ibu aku...


baiklah, aku yang salah disini... Karena terlalu fokus berpetualang, aku jadi melupakan ibu. Aku benar-benar melupakan...wanita tercantik di dunia!" seru yongshan sambil menggoda ibunya(*ibu suri).


"Anak ini.… (membelai)


yongshanku benar-benar tidak berubah."


Seru ibu suri sambil tersenyum lembut.


"Bicara soal wanita, yongshan kau tahu bukan besok adalah pemilihan selir untuk kakakmu?"


Tau akan hal itu yongshanpun mengangguk.


"Oleh sebab itu, karena kau juga sudah memasuki usia untuk menikah, aku juga akan memilihkan seorang gadis untukmu." jelas ibu suri singkat.


(Terkejut) "Apa!!! Ibu...ibu bercanda kan?! " tanya yongshan ragu.


"Aku tidak mungkin menikah, masih banyak tempat yang belum aku kunjungi di dunia ini!" tambahnya.


~•~


Wush..swush (Mengepakkan sayap)


"Apakah menurutmu Yang mulia ibu suri sedang bercanda? "


Disaat itu juga wenlong muncul dan hinggap tepat di jendela.


Yongshan: (melihat, menengok, mengabaikan....kembali pada topik pembicaraan)


"Menikah???


Tapi ibu, usiaku baru 18 tahun."


Ibu suri : "Kakakmu yongjun menikah pada usia 15 tahun."


Yongshan :"Ibu, aku masih ingin berpetualang dan melukis... "


Ibu suri : "Kau masih bisa melakukan semua itu, setelah menikah."


Yongshan : "Ibu, aku... "


"Cukup yongshan! mau tidak mau, kau harus hadir dipemilihan selir besok!"tegas ibu suri.


"Kau dengar itu pangeran yongshan... " ejek wenlong.


(Menatap, menyeringai) "Kebetulan sekali kau muncul wenlong.


(Mendengar perkataan yongshan, wenlongpun terdiam penuh tanda tanya)


Di alam liar aku sudah memasak berbagai macam jenis burung, aku jadi penasaran bagaimana rasa daging dari burung cendrawasi jika ditumis..."


Karena takut, wenlongpun segera terbang menjauh.


"Berhentilah bermain-main yongshan. Istirahatlah! Karena kau akan sangat sibuk besok." seru ibu suri.


Dengan satu isyarat, ibu suripun menyuruh pelayannya untuk mengusir yongshan keluar.


"Ibu, tunggu dulu! Ibu, aku belum selesai bicara...Ibu! "


Slam!!! (Suara pintu tertutup)


"Lagi-lagi aku harus mengalah.Huh, payah!" desah yongshan kesal.


"Baiklah, kalau begitu. Karena aku sudah berada di istana, bagaimana kalau aku berkeliling saja?


Kira-kira apa ya...yang berubah," seru yongshan sambil berjalan pergi meninggalkan istana imperial.