A Lasted Love, Last Falling In Love

A Lasted Love, Last Falling In Love
EPs:15 Chinsun, sebenarnya...



Aku benar-benar tidak menyangka, pertemuanku dengan Yama Bian akan membuat kekacauan sebesar ini. Apalagi sampai membahayakan nyawa para tabib istana, aku benar-benar merasa bersalah sekarang.


Akan tetapi, sampai saat ini aku tidak melihat chinsun, kemana dia sebenarnya?


Bukankah justru pelayan pertama yang seharusnya datang adalah chinsun, pelayan pribadiku?


"Pagi ini aku tidak melihat chinsun, kemana dia?"


Mendengarku bertanya mengenai chinsun para pelayanpun terdiam. Aku dapat melihat dari pantulan cermin wajah mereka tampak cemas, seolah-olah menutupi sesuatu.


"Apa kalian tidak dengar? Di mana chinsun?!"


Akupun tidak dapat menahan emosiku, para pelayan itu hanya terdiam mematung. Dan tentunya hal itu membuatku merasa semakin kesal.


"Apa kalian semua bisu? Dimana chinsun?!"


Disaat itu juga akupun bangkit dari tempat dudukku, dan berkata:


"Baiklah, jadi sekarang kalian memilih untuk diam. kalau begitu biarkan aku sendiri yang bertanya kepada ibu suri, apa yang sebenarnya terjadi!" seruku sambil berjalan kearah pintu. disaat aku ingin membuka pintu, para pelayan itu pun segera bersujud memohon ampun.


"Yang mulia! mohon ampun, kami tidak berani menjawab. jika ibu suri tau anda keluar dari kamar anda, dan tidak beristirahat dengan baik, maka seluruh keluarga kami akan tiada. Yang mulia mohon bersabarlah sebentar, kami akan beritahu anda dimana chinsun. jadi, Yang mulia mohon bersabarlah."


Melihat mereka yang memohon sambil bersujud akupun merasa kasihan, dan memutuskan untuk diam sesaat menahan emosiku.


"Baiklah, sekarang katakan dimana chinsun?"


"I-ini...Yang mulia chinsun karena lalai dalam tugasnya, ia dikurung dalam penjara yanling..."


"Penjara yanling??? "


Tunggu dulu, aku pernah mendengar nama ini sebelumnya. itu adalah penjara hukuman bagi orang yang berusaha menyakiti keluarga kerajaan.


Apa mereka gila? bukankah itu sama saja mendorong seseorang ke dalam jurang tanpa dasar. Tidak, ini tidak boleh terjadi. Aku harus segera menyelamatkan chinsun, bagaimanapun caranya.


"Pelayan! siapkan kereta kuda, antar aku ke istana imperial. aku akan pergi menemui ibu suri!"


~•~•~•~


Disepanjang perjalanan aku berfikir, apa aku benar-benar akan terbiasa dengan dunia yang seperti ini?


Dunia yang begitu menyayat hati, karena hanya yang berkuasa saja yang dapat menentukkan hidup, menghentikkan waktu, dan bahkan mengubah takdir.


Aku tidak pernah berfikir, karena aku...nyawa seseorang akan terancam. karena aku, seseorang akan menderita. karena aku, seseorang akan kehilangan nyawa. Aku merasa...aku benar-benar tidak berguna. Alih-alih ingin melindungi semua orang yang berada disekelilingku, aku malah membuat mereka menderita. Dan bahkan sampai kehilangan nyawa. bagaimanapun caranya aku harus segera membebaskan chinsun. aku akan berusaha sekeras mungkin membujuk ibu suri, melepaskan chinsun.


ya...aku harus melakukannya, bagaimanapun caranya!


[ Istana imperial, kediaman Ibu suri ]


 "Hormat kepada putri mahkota! "


"Ummm... Apa aku bisa menemui Yang mulia ibu suri?"


"Menjawab putri mahkota, Yang mulia ibu suri sedang berada di aula utama menikmati teh sambil mendengarkan puisi. jika tuan putri ingin menemui beliau, tolong biarkan hamba memberitahukan kedatangan anda pada Yang mulia ibu suri."


"Tidak perlu, aku sedang terburu-buru. Aku yakin ibu suri pasti mengerti aku."


"Yang mulia, ini... Yang mulia!"


Aku mengabaikan teriakkan kasim itu, dan bergegas menuju aula utama. Dari jauh aku masih mendengar teriakkan kasim itu memanggilku. Namun ini adalah masalah yang berbeda, aku tidak dapat menundannya lagi. bagaimanapun juga, chinsun tidak akan bertahan lama dalam penjara yanling. Dan aku tidak ingin dia terluka.