A Lasted Love, Last Falling In Love

A Lasted Love, Last Falling In Love
Eps: 1 Awal Yang baru



" Ukh, kepalaku…sakit sekali! "


  Dari jauh tampak seorang wanita berlari menuju kearahku sambil menyeka air mata nya yg terus mengalir. iapun datang menghampiriku sambil tersenyum lembut, dan berkata:


  "Tuan putri, syukurlah anda sadar...


Chinsun benar-benar mengkhawatirkan anda!" seru wanita itu.


wanita itu tampak seperti seorang gadis yang berusia 17 tahun. iapun menatap kearahku dengan mata yg masih sembab.


   "Tuan perdana mentri dan yang mulia kaisar pasti senang mendengar kabar ini!"


   Apa yg dia katakan?!


Aku benar-benar bingung???


aku ingat, terakhir kali aku mencoba mencegah carroline melompat dari tebing untuk bunuh diri dan….A-apakah aku benar-benar sudah mati?


hah, i...ini serius?! 


tidak, tidak ini pasti cuma mimpi! (aku mencoba meyakinkan diriku sebisa mungkin) kutatap baik-baik wanita itu, dengan rasa ingin tau. pada akhirnya, aku putuskan! Untuk bertanya ke kepadanya apa yang sebenarnya terjadi. tampak jelas diwajahnya dia ragu, dan terlihat bingung dengan pertanyaan yang ku ajukan. aku mengira dia tidak mengerti apa yg sedang ku bicarakan, akan tetapi…


     "Tuan putri...


(dia tiba-tiba menangis dan menggenggam tanganku dengan erat)


Chinsun benar-benar bersalah, chinsun pantas untuk dihukum!


(dia tiba-tiba menunduk hingga keningnya tampak menyentuh lantai)


Chinsun seharusnya tidak meninggalkan anda di pinggir kolam sendirian, chinsun tidak pernah menyangka anda akan melompat ke kolam dan mencoba mengakhiri hidup anda!" serunya sambil menangis.


  Mendengar kata-katanya sontak membuatku kaget, whattt? lompat…ke kolam? apa aku tidak salah dengar?


Jadi, intinya aku berada ditubuh seorang wanita bodoh yang ingin bunuh diri dengan cara melompat ke kolam. bukankah itu terlalu MENGESANKAN untuk diingat.


     Baiklah! jadi, sekarang aku berada ditubuh seorang putri yang hendak bunuh diri. tapi kini!tidak ada seorang  yang akan tau, sekarang akulah yang berada ditubuh ini.


Saat ini pilihannya cuma ada 2: pura-pura lupa ingatan dan menjadi sang putri, atau bunuh diri lagi dan kembali kezamanku. tetapi, pilihan ke-2 sepertinya kurang meyakinkan. baiklah untuk saat ini sebaiknya berpura-pura menjadi sang putri lebih baik, lagi pula...hanya berakting menjadi seorang putri, seharusnya tidak sulit bukan?


   Namun….Beberapa menit kemudian…


"Yangmi putriku! kenapa kau melakukan ini kepada ayah. apakah ayah selama ini terlalu sibuk mengurusi urusan negara, sehingga kau merasa terabaikan, dan memilih meninggalkan ayah untuk selama-lamanya...


yangmi ayah…"


disela-sela kebingungganku, tiba-tiba…


    "Yang mulia kaisar memasuki ruangan!"


Kaisar! sekarang apa lagi? disaat perdana mentri datang saja aku hanya bisa terdiam, dan sekarang seorang kaisar?! ayolah ini benar-benar skenario yang rumit.


   "Hormat kepada yang mulia kaisar, semoga panjang umur!"


Sungguh pria yg tampan, auranya benar-benar menampakkan keagungan yg mulia.


  "Bangunlah! aku kesini membawa tabib kerajaan khusus untuk memeriksa keadaan sang putri. jadi,bukankah kalian sebaiknya keluar."


  Mendengar ucapan kaisar, dengan patuh perdana mentri dan para pelayan bergegas keluar. Disaat itu juga kaisarpun segera menyuruh tabib untuk memeriksa keadaanku,


  "Katakan padaku tabib, bagaimana keadaan sang putri?"


"Yang mulia, ini…."


"Katakan saja, kau tidak perlu cemas. Selama kau berkata jujur aku tidak akan menghukummu."


Disaat kaisar sedang berbicara, aku tiba-tiba  merasa takut dan cemas. apakah tabib itu menyadari sesuatu?


"Yang mulia, aku menemukan sedikit luka memar di kepala tuan putri. I-ini apakah waktu tuan putri melompat kekolam beliau mungkin terbentur bebatuan, dan…"


"Cukup tabib! aku tidak ingin mendengar hal ini lagi. aku yakin,shenyou-ku tidak akan melakukan hal bodoh yang memalukan seperti itu. jadi, tolong jangan bahas tentang masalah ini lagi kedepannya. kalau sampai aku mendengar ada yang membahas tentang penyakit shenyou,dan semua itu terjadi karenamu, aku rasa kau tau hal buruk apa yang akan menimpamu!


Cepatlah pergi, dan buat obat untuk shenyou. aku yakin shenyou-ku tidak ingin menunggu lama.'' mendengar itu, dengan cepat tabibpun pamit undur diri dan segera pergi meninggalkan kami berdua.


Aku merasa tatapan sinis kaisar benar-benar menakutkan. aku benar-benar tidak bisa membayangkan keadaan para mentrinya ketika sarannya ditolak mentah-mentah oleh kaisar atau bahkan menyinggungnya. aku bertanya-tanya, apakah mereka benar-benar akan dihukum mati?


Memikirkan hal itu membuatku merasa...sangat terancam berada didekat yang mulia kaisar. Aku rasa lain kali aku harus menjauhinya. tidak! bukan lain kali tetapi mulai saat ini.


"Bagaimana keadaanmu shenyou?


shenyou kenapa diam? apa kepalamu masih terasa sakit? shenyou apa kau baik-baik saja?"


Perkataannya bagaikan sebuah adegan film action-romantis. oh,tidak! Lebih tepatnya horor-romantis, atau bahkan Drama-thriler.


Bagaimana aku tidak tercengang, perubahan sikapnya benar-benar diluar ekspetasiku. dia seperti menjadi orang lain disaat bersamaku. nada bicaranya yang lembut, membuat siapapun yang mendengarnya tidak akan mengira bahwa orang yg mengucapkannya adalah orang yg sama. ya...orang yang beberapa waktu lalu mengancam tabib kerajaan dan meluncurkan tatapan sinis kepadanya.


#tolongkritik&sarannya:)