
Sesampainya disana...
"Salam kepada Yang mulia ibu suri..." akupun dengan cepat menundukkan kepalaku, memberi salam. Kini, dihadapanku ibu suri terlihat begitu terkejut melihatku yang tiba-tiba muncul. iapun segera menenangkan dirinya, meraih secangkir teh, dan berkata:
"Sebagai seorang putri mahkota kerajaan jiangzhou, apakah pantas menerobos masuk seperti itu? "
"Maaf atas kelancangan hamba. Yang mulia ibu suri, hamba..."seruku terbata.
"Kenapa berhenti? Katakankah, ada urusan apa sampai putri mahkota datang jauh-jauh kemari, dan sampai tidak peduli dengan kesehatannya." Tanya ibu suri sambil menaruh cangkirnya diatas meja.
Akupun masih terdiam dan melihat sekilas.
"Hmmm...Aku mengerti.
Kalian semua bisa keluar sekarang! selain putri mahkota, aku tidak ingin ada seorangpun di ruangan ini."
Dengan cepat para pelayan, dan semua orang di ruangan itu pun segera keluar.
Hening seketika, kini di ruangan ini hanya ada aku dan ibu suri. tanpa berfikir dua kali, akupun segera melanjutkan ucapanku.
"Aku tidak bermaksud menyinggung anda Yang mulia, aku sangat terburu-buru sampai melupakan tatakrama, aku…bersalah Yang mulia ibu suri." Seruku sambil menunduk dan berlutut.
"Bangunlah! Kau baru sadar, tidak baik berlutut seperti itu. Sekarang, katakan padaku ada urusan apa sehingga putri mahkota terburu-buru datang menemuiku? aku harap itu masalah yang serius."
"Yang mulia, aku ingin bertanya. Apa...apakah benar anda yang mengurung pelayanku chinsun di penjara yanling?"
"Chinsun??? (*berfikir)
Ah...aku ingat, bukankah dia salah satu pelayan di kediamanmu?
Jadi, putri mahkota datang jauh-jauh kesini hanya untuk seorang pelayan?!
kalau kau mau, aku bisa mengirimkan 100 pelayan yang terbaik di kerajaan untuk melayanimu. Kenapa hanya seorang pelayan, kau bahkan rela mengabaikan tatakrama, dan menerobos masuk ke ruanganku, bukankah ini tidak pantas?!"
"Yang mulia ibu suri, chinsun adalah pelayan pribadiku. aku tidak menginginkan pelayan lain, selain chinsun. aku mohon kepada Yang mulia ibu suri, tolong bebaskan chinsun. Aku akan melakukan apapun, asalkan ibu suri bersedia membebaskan chinsun."
"Pantaskah!
Shenyou! kau adalah putri mahkota kerajaan jiangzhou, kelak masa depan kerajaan ini ada ditanganmu. Dan sekarang kau malah memohon untuk seorang pelayan! Apakah kau tau apa yang kau lakukan?!" teriak ibu suri.
Akupun terdiam sesaat. entah mengapa aku merasa, kali ini aku sedikit melampaui batas. aku tidak tau bagaimana sikap shenyou yang SEBENARNYA. Yang kutau, aku...shirley tidak mungkin bisa melihat orang yang tidak bersalah dihukum. apalagi itu juga karenaku...karena kesalahanku.
"Aku tau,ibu suri mungkin berfikir apa yang kulakukan ini diluar batas. akan tetapi, ini masalah nyawa seseorang...
Meskipun chinsun seorang pelayan, ia juga seorang manusia. ia memiliki hidup, mempunyai kehidupan. Yang mulia ibu suri, setiap bayi yang lahir ia memiliki hak. Hak untuk hidup, hak untuk dihargai, dan hak untuk memiliki pendidikkan. Ibu suri aku rasa... "
"Cukup!!! " mendengar itu, akupun terdiam penuh tanda tanya. Akankah ucapanku didengar?sejujurnya ibu suri termasuk orang yang susah ditebak.
" Jadi sekarang kau mengajariku?!
Beraninya kau mempertanyakan keputusanku!
Pelayan!!! " Teriak ibu suri.
Seketika itu juga para pelayanpun membuka pintu bergegas memasuki ruangan.
"Bawa putri mahkota ke Istana Timur, untuk merenungkan diri!
Tanpa perintah dariku, tidak ada siapapun yang boleh menemuinya!!! "
Tunggu dulu, a-apa?!
Aku tidak Salah dengar??? aku hanya ingin menyelamatkan seseorang, bukannya ingin dikurung karena seseorang. ini benar-benar....MENJENGKELKAN!!
"Yang mulia ibu suri i..ini!" disaat itu juga para pelayan memegang tanganku dan membawaku pergi.
Aku benar-benar tidak menyangka, orang di zaman ini sensitif sekali. Apa ada yang salah dari ucapanku? Aku hanya ingin mengeluarkan apa yang ada di fikiranku. bukankah memang salah menghukum seseorang tanpa alasan?
Ingin rasanya ku teriak!
Kalau bukan karena ini tubuh shenyou, mungkin dari tadi aku sudah melampiaskan kekesalanku terhadap ibu suri.