A Lasted Love, Last Falling In Love

A Lasted Love, Last Falling In Love
Eps 35: Ditentukan



"Hah, hampir saja!


tadi jika aku tidak bergegas secepat mungkin, aku pasti akan berada dalam masalah.


(*mengingat) melihat shenyou hari ini, aku benar-benar tidak menyangka, dia tumbuh menjadi seorang gadis secantik itu. Kali ini semua hal yang berada di istana, menjadi semakin menarik!"


~•~•~


Sementara itu di istana Longtian...


Karena merasa kesal dengan yongshan, shenyoupun memutuskan untuk kembali ke istana longtian. Sempat bingung ingin melakukan apa, iapun memutuskan untuk bersantai di bawah pohon persik yang cukup rindang. Tiba-tiba disaat itu juga terfikirkan olehnya sebuah ide untuk membuat sebuah tempat piknik dibawah pohon persik. dengan dibantu para pelayan shenyoupun membuat tempat untuk piknik. di gelarnya sebuah kain yang cukup besar, lalu ditaruhnya beberapa kue, dan teh diatas kain itu.


Bingung melihat apa yang sedang dilakukan shenyou, seorang pelayanpun memberanikan diri bertanya.


"Yang mulia, apakah pantas anda duduk dibawah dan menikmati teh seperti ini?" tanya seorang pelayan penasaran.


"Ah, aku bukan cuma duduk, aku sedang piknik."


"Piknik???"


"Iya, piknik."


"Apapun itu Yang mulia, sebaiknya anda tidak melakukannya. karena… jika Yang mulia kaisar tahu akan hal ini, maka kami akan berada dalam masalah!" seru pelayan itu cemas.


"Hmm...kalian benar juga. kalau begitu, kalian bisa pergi sekarang!"


Tiba-tiba...


Tap, tap, tap... (Berlari)


seorang pelayan terlihat terburu-buru sambil memegang sepucuk surat. karena bingung istana longtian sangat sepi, pelayan itupun memutuskan untuk mengitari istana longtian untuk mencari seseorang yang mungkin bisa ia ajak bicara. Dari kejauhan dilihatnya seorang gadis yang duduk tepat disebuah pohon persik dan menikmati tehnya. Karena terburu-buru dan penasaran, iapun menghampiri gadis itu. Betapa kagetnya ia menyadari bahwa gadis itu adalah putri mahkota, dengan sopan iapun segera berlutut dan memberi hormat.


"Hormat kepada Yang mulia Putri mahkota!"


(Kaget, melihat, memperhatikan)


"Ah! aku hampir saja menumpahkan tehku. kau mengagetkanku saja. seperti angin, kau tiba-tiba datang entah dari mana.


Ada apa? Apa kau mencari Yang mulia kaisar?


Kalau kau mencarinya dia ada di..."


"Ampun tuan putri! (*bersujud)


(Bingung) "Tidak berani???"


"Yang mulia kaisar pasti sedang sibuk sekarang, hamba tidak berani untuk mengganggunya. Hamba kesini atas perintah ibu suri, hamba hanya ingin menyampaikan daftar kandidat calon selir yang berhasil lolos ke babak selanjutnya." seru pelayan itu sambil menunjukkan sepucuk surat yang dibawanya.


"Hamba sudah memutari istana longtian beberapa kali, akan tetapi hamba tidak menemukan seorangpun yang dapat dipercaya, untuk menyampaikan langsung surat ini kepada Yang mulia kaisar. Oleh sebab itu hamba sampai kesini, hamba ingin segera menyampaikan surat ini dan menyelesaikan tugas, sayangnya...


(*Memelas, melihat shenyou memberikan isyarat)


Hamba tidak menemukan orang yang tepat,untuk dipercaya."


(Yang dia maksud adalah shenyou)


>Shenyou < (target kepercayaan)


"Hmm...aku megerti.


Sebelum itu, bangunlah! aku tidak suka melihat seseorang bersujud tanpa sebab. Kau bisa percayakan surat itu padaku, aku akan menyampaikannya langsung atas nama ibu suri."


(Tersenyum) "Benarkah??? terima kasih Yang mulia! Terima kasih.


Aku tidak akan pernah melupakan budi baik ini, kelak aku pasti akan membalasnya."


Dengan cepat pelayan itu pun memberikan surat itu, dan segera pergi.


"Aku penasaran apa isi yang ada didalamnya.


mengintip sedikit, aku rasa itu tidak masalah kan?"


Karena penasaran shenyoupun membuka surat itu. Sambil minum teh, shenyoupun mulai membacanya. karena terlalu serius dan keasikkan membaca, tanpa sadar iapun membaca SEMUA isi dari surat itu.


Dari banyaknya calon kandidat para selir yang mendaftar, hanya 30 orang saja yang berhasil lolos. ya...termasuk putri dari ketiga kerajaan yang dirumorkan.


"Sudah kuduga, putri dari 3 kerajaan itu pasti lolos. dengan status mereka yang tinggi, ibu suri tidak mungkin menyia-nyiakannya. Zaman modern ataupun zaman dulu, status sosial di dalam masyarakat selalu jadi hal yang terpenting. Rasanya meskipun aku pindah ke-3 dunia sekalipun, hal itu tidak akan pernah berubah.


Berstatuskan seorang putri untuk mengikuti pemilihan selir, ke-3 putri itu…benar-benar mendapatkan Golden tiket dengan mudah. Aku jadi penasaran bagaimana ibu suri akan menyeleksi 30 calon para selir itu lagi, apakah dia sudah menentukannya dari awal?


Jadi, apakah pemenangnya benar-benar sudah ditentukan?


Entah mengapa...ini menjadi semakin menarik untuk dilihat. Itung-itung nonton drama gratis. ya...drama in the Real life."