A Lasted Love, Last Falling In Love

A Lasted Love, Last Falling In Love
Eps: 3 Festival Hantu



Namaku Shirley, umurku 21 tahun. karirku bagus dan hidupku bahagia. aku memiliki seorang sahabat bernama carroline, ia adalah gadis keturunan kanada. Ia juga adalah teman pertamaku ditempat kerja. Aku dan dia berhubungan baik dalam hal pekerjaan maupun masalah pribadi. carroline dan aku selalu bersama dalam suka maupun duka. hidupku terasa sempurna meski tanpa cinta. Ya, aku terlalu menikmati hidupku menitik karir dan mengabaikan hal lain, termasuk mencari pasangan tentunya. untukku sekarang selama masih Ada carroline, aku tidak membutuhkan apapun, termasuk seorang pria.


Semua itu seharusnya baik-baik saja hingga suatu ketika....


Aku menembus waktu ke zaman ini hanya karena ingin menyelamatkan sahabatku carroline, yang berniat mengakhiri hidupnya. Alhasil, aku yang terbunuh. dan karena itu pula, aku terlempar ke zaman ini! Tetapi meski begitu, aku tidak menyesal. karena aku sudah berhasil menyelamatkan sahabat terbaikku.


Aku hanya bisa berharap dia bisa menjalani hidup yang lebih baik dengan membuka lembaran baru, dan tidak menangis berlarut-larut karena kepergianku. sama dengan halnya carroline, aku rasa aku juga harus terbiasa hidup di zaman ini.


~•~••~•~••~•~••~


Hari ini adalah Hari festival hantu, yaitu Hari dimana para hantu keluar melewati sungai Sui menuju akhirat. Masyarakat disini percaya, bahwa Sungai Sui adalah sungai suci, sungai yg menjadi jalan menuju ketenangan yang abadi (*jalan menuju akhirat). karena itu pula sungai Sui menjadi tempat keramat penaburan Abu jenazah bagi mereka yang gugur di medan perang.


Setiap setahun sekali, di hari festival hantu, kaisar akan memimpin upacara penghormatan kepada arwah-arwah yang telah gugur di Medan perang. Setelah itu, baru lah tiba saatnya upacara menghanyutkan lentera didasar sungai sebagai simbol harapan dan perpisahan. Hal itu, dipercaya agar para arwah lebih cepat menemukan jalan, menuju akhirat.


Aku berfikir tentang menghanyutkan lentera disungai, bukankan itu terdengar menyenangkan. dimalam yang gelap gulita, diterangi secercah cahaya harapan abadi (*dari lentera malam). Itu akan menjadi sebuah pemandangan yang menakjubkan.


tapi, aku tidak pernah berfikir akan menjadi seperti ini!!!


3 jam sebelumnya,


"Apa???


apa ayah bercanda?! Ba...bagaimana mungkin ayah menyetujui usul itu! Dan aku...aku baru seminggu tinggal disini. Mak...maksudku, aku baru sadar seminggu yang lalu. Aku belum pulih total, dan ayah memintaku memimpin upacara hantu bersama yang mulia kaisar!"


"Yangmi, tolong dengarkan ayah dulu. isu tentangmu yang ingin bunuh diri telah menyebar hampir keseluruh istana. kalau bukan karena yang mulia kaisar, hal itu mungkin akan menjadi lebih buruk. banyak para mentri yang meminta kaisar untuk mencabut status putri mahkota darimu. penasihat kerajaan menyarankan agar kau ikut serta dalam upacara festival hantu, dan membuktikan bahwa kau baik-baik saja. ayah sudah berbicara dengan Yang mulia Ibu suri, ibu suri juga setuju dengan hal Itu." seru perdana mentri meyakinkan.


"Ayah, bu..bukankah seharusnya yang mendampingi kaisar adalah seorang permaisuri? karena permaisuri tidak ada, bukankah bisa digantikan dengan seorang selir? kenapa harus aku? Ayah, masalah isu diluar abaikan saja, karena isu itu akan hilang seiring berjalannya waktu. yang perlu ayah perhatikan sekarang adalah kesehatanmu, bukankah sudah beberapa Hari ayah tidak tidur. Ayah, aku akan merawat ayah sampai sembuh saja bagaimana? Dengan begitu, ayah bisa beristirahat dengan baik."


"Bagaimana kalau ini adalah titah kaisar? apakah kau akan menolaknya tuan putri shen...you!"


Hukuman mati??? Oh, tidak! Tidak, tidak, tidak. Ini tidak boleh terjadi! Kehidupanku kali ini harus lebih baik. baiklah, aku fikirkan tentang masalah upacara itu nanti, aku tangani kaisar ini dulu.


"Yang...yang mulia kaisar! anda disini?"


"Hormat kepada anda Yang mulia kaisar!(menunduk)


(Berbisik) Yangmi kenapa diam,cepat beri hormat kepada kaisar."


"Ah, iya. Salam Yang mulia kaisar! Semoga kaisar panjang umur.(*Menunduk memberi salam)


"Perdana mentri, bisakah kau tinggalkan aku berdua dengan shenyou?" tanya kaisar.


"Tentu saja Yang mulia, kalau begitu hamba mohon undur diri."


Dengan cepat, perdana mentripun menutup pintu dan bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Shenyou, bukankah kau tau festival hantu bukan festival sembarangan. bagi rakyat jiangzhou, festival hantu adalah festival yg sangat penting. Dimana mereka melupakan kesedihan mereka karena perang dan membuka lembaran baru mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Setelah sekian lama...


(Berjalan kearah jendela dan menatap langit)


Kehidupan rakyat jiangzhou akhirnya aman, tenang dan tentram. untuk kehidupan yang damai ini, kita kehilangan 3000 prajurit yang gugur di kedan perang. Tangisan seorang istri yang kehilangan suaminya, seorang ibu yang kehilangan anaknya, dan bahkan seorang anak yang kehilangan ayahnya. bukan cuma itu, ada seorang istri yang terpaksa menjadi janda. dan seorang anak yang terpaksa menjadi yatim. Penindasan dimana-mana, pencurian, pembunuhan dan pemerkosaan... Sementara para pegawai negara sibuk berpesta pora, sedangkan hati rakyat sedang terluka. masa-masa itu, akan selalu membekas diingatanku.


Semenjak itu aku bertekad, selama jiangzhou berada dibawah pemerintahanku, aku akan membangun jiangzhou menjadi negara yg makmur dan sentosa. sehingga beban yang dibawa para leluhur akan berkurang dan para arwah yang gugur di medan perang akan tenang."


Mendengarnya berkata demikian, membuatku berfikir dia(*kaisar) pasti akan membuat negara jiangzhou ini menjadi negara yang berdiri teguh(*terkenal) di dalam sejarah. Aku akui sebagai seorang kaisar pasti banyak hal sulit yang harus dilalui. tetapi, aku juga yakin perjuanggannya selama ini tidak akan sia-sia. karena usaha tak pernah menghianati hasil. meskipun gagal, tidak ada kata berhenti untuk mencoba. Ketika dia(*kaisar) mengatakan hal itu, dia benar-benar sangat tampan. Dengan ambisi dan keyakinannya dia benar-benar sangat mengaggumkan.