
Hari ini, disaat ini juga bagaimanapun caranya aku harus membebaskan chinsun. Meskipun harus menentang perintah ibu suri, aku akan tetap melakukannya. Apapun resikonya, akan ku hadapi.Ya...malam ini juga aku akan membebaskan chinsun.
~•~•~•~•~
"Yang mulia! apakah anda harus berkuda secepat ini?!" seru seorang kasim sambil memacu kudanya secepat mungkin menyusul kaisar.
"Kenapa kau bertanya?aku tidak punya waktu untuk menjawabmu sekarang! ada hal yang lebih penting menungguku diistana. jika kau keberatan ikut bersamaku, kau bisa berhenti, dan kembali keperkemahan.
Hiiiyah...(memacu kuda dengan cepat)"
"Yang mulia!!"
~•~•~
[ Harem, Paviliun Siren ]
Xixilie: "Aku dengar putri mahkota telah menyinggung ibu suri dan membuatnya marah. Sehingga ia dikurung diistana timur, apakah itu benar? Bagaimana menurutmu selir wei?" tanya Xixilie ingin tahu.
Selir Wei: "Nyonya sudah begitu lama berada di wilayah timur, sehingga anda merasa penasaran akan hal ini, dan sengaja mencari tahu akan kebenarannya di harem. meski aku adalah keponakan dari Yang mulia ibu suri, aku tidak berhak sedikitpun mencampuri urusannya, maupun menanyakan semua keputusannya. Aku hanya tahu, aku harus hidup dengan baik di harem...demi keluargaku." jawab selir wei sambil mengaduk tehnya.
Selir Ru: "Kenapa adik wei terlalu serius? Aku yakin Nyonya tidak bermaksud menyinggungmu. Nyonya hanya ingin tahu, benarkan Nyonya?' 'seru selir ru yang dengan cepat menoleh ke arah xixilie.
Xixilie:"Hmmm..." (mendengus)
Karena tidak ingin memperburuk suasana, xixilie pun dengan cepat menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan selir ru.
Xixilie: "Aku rasa kedatanganku tidak diharapkan disini. Hmmm…sebaiknya aku pergi menemui ibu suri sekarang. Kalau begitu,aku mohon undur diri. Semoga hari kalian menyenangkan." seru Xixilie sambil berbalik, dan berjalan menjauh meninggalkan paviliun.
Selir Chen: "Adik wei sangat sensitif akhir-akhir ini. Lain kali, tolong jangan terlalu serius menanggapi sebuah pertanyaan. Aku yakin selir wei tidak ingin kaisar membencimu kan? Jadi, tolong jaga sikapmu!" seru selir chen dengan nada yang sedikit mengancam.
Selir Ru:"Mmm...kakak chen, menurutmu apa yang membuat selir jing berdo'a begitu lama?"seru selir ru berusaha mengalihkan perbicaraan.
Selir Chen:"Selir jing adalah orang yang taat dalam beragama, dia pasti berdo'a untuk kesejahteraan negri kita, terutama untuk umur panjang kaisar kita."
"Aku juga mendo'akan Yang mulia ibu suri, para selir, dan yang paling utama Yang mulia kaisar. Aku slalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian."
Seru Selir jing, selir ke-5. dari klan janggiya, klan terbesar dikerajaan jiangzhou.
Selir Wei: "Sebagai seorang selir kekaisaran tugasmu tidak hanya berdo'a saja. tuhan tidak akan memberimu anak, jika kau hanya duduk terdiam dan berdo'a. Berusahalah! aku harap suatu saat nanti...kaisar akan tertarik padamu."
Selir Li:"Aku rasa kakak wei salah, bagaimanapun juga selir jing berdo'a untuk kesejahteraan negri kita. Tanpa do'anya mungkin, negri kita tidak akan sedamai ini."
(*Klan janggiya adalah klan terkuat di wilayah utara jiangzhou. Maksud selir Li adalah klan janggiya yang ikut serta melindungi perbatasan di wilayah utara jiangzhou berperan penting dalam pengawasan dan penjagaan di perbatasan, sehingga membuat negri jiangzhou menjadi lebih aman dan dapat menghindari berbagai macam konflik dengan negara lain.)
~`~~`~`~
Selir Jing: "Adik li terlalu memuji, klan kami akan selalu setia kepada kaisar sampai kapanpun itu. Bukan karena klan kami takut, akan tetapi karena budi baik kaisar terdahulu yang membantu klan kami keluar dari krisis makanan beberapa tahun lalu. Sehingga klan janggiya bisa bertahan sampai sekarang ini. Oleh sebab itu, kami akan selalu setia kepada kaisar. klan kami bahkan akan ikut serta dalam perang, jika itu diperlukan."
Selir Wei: "Kesetiaan klan janggiya sudah tidak diragukan lagi. Akan tetapi jangan senang dulu, selama kau belum mengandung anak dari Yang mulia kaisar, semua hal yang kau lakukan pun akan sia-sia." Seru selir wei Menyindir.
Selir Chen: "Adik wei sepertinya akhir-akhir ini memiliki waktu senggang ya...
Sehingga kau sampai lupa apa batasanmu!
hanya karena kau keponakkan dari Yang mulia ibu suri, bukan berarti kau bisa berkata seenaknya. Cepat! minta maaflah kepada selir jing!!"perintah selir chen dengan nada tinggi.
Selir Jing: "Kakak chen, i...itu tidak perlu. Selir wei tidak perlu melakukannya. Aku..."
Selir Ru: "Adik wei sebaiknya kau lakukan apa yang kakak chen katakan, aku yakin kau tidak ingin masalah ini sampai terdengar ke telinga ibu suri bukan?
Kau tahu betul perlakuan ibu suri kepada kakak chen!" bisik selir ru membujuk.
Selir Wei:"A...aku minta maaf selir jing."
Selir Chen:(bangun dari tempat duduknya) "Lain kali, tolong jaga ucapanmu!" tegas selir chen sambil berbalik dan berjalan meninggalkan paviliun yiren.