A Lasted Love, Last Falling In Love

A Lasted Love, Last Falling In Love
Eps 28: Pemilihan para selir



"Huh…baiklah wenlong kau selalu benar.


katakan padaku wenlong, apa kau sudah memeriksa daftar calon selir yang akan datang 2 hari lagi?" tanya ibu suri serius.


"Sudah, hampir seluruh wanita di jiangzhou mendaftar. Sepertinya pemilihan selir kali ini akan sulit, kita mungkin bisa lebih memperketat syarat pemilihannya kali ini Yang mulia.


Dapat kusimpulkan dari seluruh daftar nama wanita yang mendaftar, masing-masing dari mereka memiliki latar belakang yang mendukung. Bukan hanya untuk menjadi selir kerajaan, bahkan beberapa dari mereka terkualifikasi(*memenuhi standar) untuk menjadi seorang permaisuri.


Contohnya saja : Putri Aeshu dari negara Shieuw, Putri Shinde dari Nandiang, dan Putri Shimia dari Artistan (*salah satu negara terbesar ke-3 setelah jiangzhou)."


(Tersenyum kecil) "Tak ku sangka Raja Helian shah benar-benar mengirimkan putri kesayangannya itu kesini. apa dia tidak takut putrinya akan mendapat perlakuan buruk di harem?" seru ibu suri sambil meminum secangkir teh.


"Apa kau mencurigai sesuatu Yang mulia?" tanya wenlong dengan hati-hati.


"Curiga?


Tidak, aku hanya sedikit terkejut saja. Ngomong-ngomong aku penasaran…


Apa yang akan terjadi jika kabar ini menyebar di harem? Para wanita itu mungkin akan mengubur keinginannya untuk menjadi permaisuri dalam-dalam. Atau bahkan…membuat sedikit kekacauan di pemilihan nanti.


(menengok) bagaimana menurutmu wenlong? " tanya ibu suri.


"Menjawab Yang mulia! itu mungkin saja terjadi. Terlepas dari semua hal itu... Apa Yang mulia kaisar tahu tentang pemilihan selir kali ini?"


"Kau tahu betul bagaimana tanggapan Yongjun mengenai hal itu. Jika bukan aku yang memilihkan pasangan untuknya, mungkin sampai sekarang dia tidak akan pernah menikah. Disisi lain…adiknya Yongshan (*pangeran ke-9 ), sudah cukup umur untuk menikah. Aku benar-benar merasa frustasi karena hal ini. Para pangeran lain sudah berhasil memenangkan perang dan menjadi Raja disana(*didaerah perang yang ia menangkan). Sebagian besar dari mereka bahkan sudah menikah, dan memiki anak. Tapi...kedua putraku yang bodoh ini! Benar-benar menyusahkan.


Yongjun sudah berhasil menjadi seorang kaisar, tapi ia malah hanya fokus terhadap politik, dan keadaan negara. Ia bahkan hampir tidak pernah menginjakkan kaki di harem.


Sedangkan Yongshan, hah...(mendengus panjang)


Kalau dia... lebih suka berpetualang, berburu, dan melukis, dibandingkan bertemu dengan ibunya. Kedua putraku ini, benar-benar membuatku gila setiap hari." jelas ibu suri sambil menghabiskan secangkir teh, dan bersandar pada bantal kecil yang berada tepat disampingnya.


"Namun, aku sudah putuskan!


Mengenai pemilihan kali ini, aku juga akan mencarikan Yongshan calon pengantin, agar ia berhenti berpetualang, dan tetap berada di istana." tambah ibu suri.


Sementara itu...


[ Harem, paviliun siren ]


Pagi itu para selir sibuk membicarakan pemilihan selir yang akan diadakan 2 hari lagi.


Selir Li : "Pemilihan selir tinggal menghitung hari, namun Yang mulia kaisar belum juga kembali dari area barat. Aku khawatir kalau..."


Selir Chen : "Kalau apa? Adik li terlalu banyak berfikir akhir-akhir ini."


Selir Wei : "Aku rasa itu wajar jika selir li memikirkan Yang mulia kaisar. bagaimanapun juga kaisar adalah pemimpin negara ini, keberadaannya menjadi hal yang sangat penting untuk pemilihan nanti.


Sekarang yang lebih penting kita tidak membuatnya malu di pemilihan selir nanti."


Selir Ru: "Kita semua tahu pemilihan selir kali inipun sama seperti sebelumnya, yaitu atas usulan Yang ibu suri. Katakan padaku selir wei, kenapa Yang mulia Kaisar tidak pernah ikut campur dalam hal ini? Bukankan itu karena kaisar tidak menginginkannya?" tanya selir ru sambil memandang selir wei dengan tatapan serius.


Selir Jing : "Itu adalah hal yang sudah diputuskan oleh Yang mulia ibu suri, siapapun tidak dapat menentangnya."


"Siapa yang bilang tidak bisa?"


Mendengar itu, para selirpun segera berbalik arah ke tempat suara tersebut berasal.


Q:


Siapa yang tiba-tiba datang, dan tiba-tiba menyela pembicaraan para selir itu?


a.ibu suri


b.selir Chen


c.selir Xia


apakah ada yang tahu, siapa dia?