A Lasted Love, Last Falling In Love

A Lasted Love, Last Falling In Love
EPs:17 Kicauan para selir



[ Istana Timur ]


Ini bukanlah tempat yang buruk, hanya sebuah rumah sederhana yang ditumbuhi pepohonan dan rumput liar. Aku heran kenapa tempat ini disebut pengasingan, tempat ini bahkan jauh lebih baik dari istana.


ya…jauh lebih tenang. dan yang paling penting, disini aku tidak perlu berpura-pura menjadi putri mahkota, hanya diam bersantai menikmati hidup.


Tunggu dulu! aku sepertinya melupakan sesuatu???


oh, ya...Chinsun!!!


Agh... Aku benar-benar bodoh, bagaimana bisa aku melupakan tujuanku datang ke istana.


(Melihat sekilas)


Ibu suri telah memperketat penjagaan di istana timur, apa yang harus aku lakukan sekarang?(Berfikir)


Aha, Aku punya ide!


"Pelayan! pelayan, pelayan, pelayan!! "


~`~~`~


"Kau dengar itu? apa putri mahkota sudah gila? berteriak sekeras itu!" cetus seorang pelayan kesal.


"Akupun tidak heran jika yang mulia ibu suri menghukumnya."


"Orang bodoh mana, yang berteriak ketika berada di istana timur."


Disaat itu juga kepala pelayanpun datang.


"Kenapa kalian masih disini? apa kalian tuli?! Putri mahkota membutuhkan pelayan di istana timur. Sekarang, cepatlah pergi! Sebelum tetiakannya membangunkan ibu suri!!"


Singkat cerita, para pelayanpun mulai berlarian datang ke istana timur, dan segera menemui putri mahkota.


Sementara itu...


~•~


[ Area barat, Perkemahan kekaisaran jiangzhou ]


Wuuush...


"Salam kepada Yang mulia kaisar,"


"Berdirilah, katakan apa yang terjadi di istana?apakah shenyou baik-baik saja?"


"Yang mulia i-ini... "


"Katakanlah! kau tak perlu menutupi apa yang sebenarnya terjadi."


"Ampun Yang mulia! (*berlutut, menundukkan kepala)


Hamba mendapatkan kabar terkini dari istana imperial, Salah satu pelayan berkata putri mahkota menyinggung ibu suri, dan dikurung di istana timur. ibu suri bahkan memperketat penjagaan disana, dan melarang siapapun menemui putri mahkota tanpa seizinnya. Selain itu, hamba juga mendapat kabar bahwa putri mahkota mulai membuat kekacauan di istana timur, dengan memanggil para pelayan dengan cara berteriak."


Baiklah, kau bisa pergi sekarang!"


"Baik,Yang mulia!"


Wuuush...


"Apa yang terjadi sebenarnya? mengapa ibu sampai mengurung shenyou di istana timur?semua orang tau tempat seperti apa istana timur itu.


tetapi…kali ini, Ibu suri telah melewati batas!


Dia tidak seharusnya mengurung shenyou diistana timur. ini tidak bisa dibiarkan! aku harus segera kembali keistana secepatnya!!"


~•~•~•~


[ Harem, paviliun siren ]


tempat para selir berkumpul Dan menikmati teh.


Selir Ru, selir ke-3. anak dari mentri keuangan jiangzhou.


"Aku tidak menyangka, ibu suri sampai melakukan hal sejauh itu. entah apa yang akan terjadi jika Yang mulia kaisar mengetahuinya. Benarkan selir Li?"


Selir Li, selir ke-6. salah satu anak dari 4 keluarga yang paling berpengaruh di jiangzhou, marga Li.


"Aku tidak tau, apa yang kakak bicarakan?


Li, hanya tau putri mahkota tidak mungkin melakukan hal itu."


Selir Chen, selir ke-2. putri pertama keluarga Chen. Cucu dari mentri pertahanan.


"Maksudmu ibu suri berbohong, dan menuduh putri mahkota?"


"Li, tidak bermaksud begitu. Li hanya berfikir mungkin...ada sedikit kesalahpahaman disini. Li hanya..."


Selir Xia, selir pertama. teman masa kecil kaisar, anak dari Mentri perhubungan jiangzhou.


"Aku mengantuk, (*berdiri,Mengalihkan pandangan)


Aku rasa…aku akan pergi sekarang."


Para selirpun segera berdiri memberi hormat, dan melanjutkan pembicaraan.


Selir Wei, selir ke-4. keponakan ibu suri.


"Aku rasa selir xia sedikit tersinggung mengenai hal ini. lain kali, jangan membahas tentang putri mahkota di hadapannya. aku rasa kalian tau betul, betapa irinya dia kepada perhatian kaisar terhadap putri mahkota. aku yakin kalian tidak ingin membuat kekacauan yang lebih buruk lagi bukan? Jadi,tutuplah mulut kalian dan berbicaralah dengan hati-hati lain kali.


Aku yakin kalian tidak ingin hal ini sampai terdengar ke telinga Ibu suri, bukan?


Karena jika itu terjadi, kalian pasti tau apa akibatnya !"