
[- Underworld -]
kini, dihadapan yama bian terbaring seorang gadis yang tampaknya ia kenal. Karena suatu hal, yama bian merasa sedikit ragu dan memutuskan bertanya kepada flaffy, ular hitam kesayangannya.
"Hmmm....(mengerutkan dahi)
Flaffy, katakan padaku... Apakah kita harus membangunkannya?" Tanya Yama bian kepada seekor ular hitam yang melekat di lehernya. disaat itu juga, ular itupun memiringkan kepalanya ke kanan dan terlihat bingung.
"Mmm…baiklah. Kalau begitu kita biarkan saja dia seperti ini seumur hidup." Mendengar itu, dengan cepat flaffy pun menggelengkan kepala, tanda tidak setuju.
"Baiklah, aku rasa kali inipun sama. aku yang akan memulai…"
Ctek…Yama bian pun menjentikkan kedua jarinya. dan disaat itu juga keluarlah elemen hitam putih Yin dan Yang menyelimuti tubuh gadis itu.
Beberapa menit kemudian...
"Ugh... " gadis itu pun perlahan membuka mata.
"Di...dimana aku???" tanya gadis itu sambil bangun perlahan, duduk, dan terdiam.
(Melihat sekilas) "i-ini... tempat ini..."
"Apapun yang kau fikirkan, itu semua benar." Entah darimana datangnya, tiba-tiba muncul bayangan seorang pria yang semakin lama...semakin jelas.
"Yama bian?!
Bagaimana mungkin?
(Mencoba mengingat)
Aku... disini? Lalu... Penjara yanling... Chinsun...Ugh!
kepalaku!! sakit sekali!!!" seru gadis itu sambil memegang kepalanya.
"Kau tahu shirley...(berjalan mendekat)
Kau sedang berada diambang kematian...lagi!
Aku benar-benar tidak mengerti, demi seorang pelayan!! kau bahkan rela mengorbankan nyawamu! Apakah kau fikir kau adalah seekor kucing yang memiliki 9 nyawa. Bahkan kucing yang memiliki 9 nyawapun tidak akan mati dengan sia-sia…" seru yama bian.
(Terdiam, merenung) "Jadi...apa kau marah padaku? Yama...bian." tanya shirley ingin tahu.
"Aku tidak ingin berbicara denganmu!
Kau tahu? Aku telah bertemu dengan banyak arwah manusia, dan melihat banyak lensa kehidupan. Tapi, hanya kaulah yang membuatku jengkel setiap saat. Tidakkah kau merasa sedikit bersalah padaku? "
"Aku...aku hanya berusaha menjadi orang yang baik." jawab shirley dengan nada yang sedikit canggung.
"Aku mengerti maksudmu. Akan tetapi,shirley…inti dari perjalanan hidupmu kali ini berbeda. Kau harus bertahan hidup sebaik mungkin untuk membuat catatan baru dari takdirmu, atau kau akan mati sia-sia pada akhirnya. Apa kau mengerti? "
Mendengar itu, shirley pun menunduk,
"Aku mengerti."
"Sekarang sudah waktunya kau kembali, ingat satu hal tidak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini. Setiap hal yang dilakukan manusia, pasti ada tujuan, dan maksud masing-masing. terkadang kau harus mengorbankan seseorang untuk tetap hidup. Apa kau mengerti? " tanya yama bian.
"Aku mengerti."
~•~•~•~•~
Sementara itu...
< Di Sebuah Pondok kecil ditengah hutan >
"Apa kau bisa menjelaskan padaku, mengapa shenyou masih hidup?!!" seru Si tudung merah sambil menahan amarah.
"Yang mulia, aku...aku benar-benar tidak menyangka dia akan lolos dari kematian. Akan tetapi, Yang mulia...hamba mendengar kabar bahwa tuan putri shenyou sedang berada diambang kematian. Dia terkena racun Dethried, dan kaisar berusaha untuk menyembuhkannya. Mungkin kali ini dia tidak akan selamat." jelas pelayan itu meyakinkan.
(Tersenyum licik) "Hmmm...racun dethried?
Menarik, ambil ini!
(melemparkan sekantung koin emas)
pergilah! dan temui aku beberapa hari lagi!"
Ucap Si tudung merah sambil membalikkan badan.
"Hamba mengerti, Yang mulia! Hamba mohon undur diri."
Dengan cepat, pelayan itupun segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Mari kita lihat,apa Kali ini kau masih bisa bertahan, shen..you! Hahaha…"