
Lalu...lalu apa yang sebenarnya ia ingin tunjukkan padaku? bukankah ini semua sudah jelas, aku rasa ini seharusnya tidak perlu di perdebatkan lagi.
"Gadis kecil, hati manusia itu rapuh. aku hanya takut... Kau benar-benar tidak akan bisa menerima kenyataan ini."
Yama bian dengan lihai menggerakkan tangannya dan dengan cepat muncul sebuah gambaran yang tampak tidak asing bagiku. ya, gambaran disaat carroline untuk pertama kalinya bertemu Andrew.
Sesuai dugaanku carroline mulai menyukai andrew dan merekapun mulai berkencan. hingga aku melihat adegan carroline yang dilamar andrew, dan aku diam-diam tersenyum bahagia melihat kejadian itu. Karena aku juga ikut senang untuk carroline.
"Hei, gadis kecil! kenapa kau tersenyum?
aku tidak sedang menunjukkan sebuah film romantis untukmu. hanya tunggu dan lihatlah dengan baik, kau akan tau siapa sahabatmu YANG SEBENARNYA... "
~•~•~•~~•~•~•~
"Tidak, ini tidak mungkin!
Kenapa harus shirley lagi yang mendapatkan proyek. aku sudah bekerja keras selama 5 tahun, dan bahkan proyek di batavia saja aku tidak kunjung mendapatkan respon dari klien. sedangkan shirley, dia bahkan memperoleh proyek mirormart, dan izin kerjanya. ini sungguh tidak adil untukku!
Baiklah, kali ini...biarkan aku sedikit mempersulitmu!"
"Tidak, ini semua tidak mungkin! Carroline tidak mungkin melakukan hal itu."
"Melakukan apa? Aku rasa kau tau apa yang terjadi selanjutnya."
"Itu... " Seketika aku mulai ragu. aku ingat persis pada saat itu carroline menghampiriku dan menawarkan diri untuk mengantarkan dokumen itu untukku. karena pada saat itu aku sibuk. Aku pun meng-iyakannya, dan menyerahkan semua dokumen itu kepadanya. Namun, beberapa jam kemudian CEO memanggilku dan melempar semua dokumen itu ke arahku. aku yang kaget hanya bisa menunduk dan terdiam.
Pada akhirnya aku mengetahui penyebab ditolaknya dokumen itu karena penyampaiannya yg kurang mendetail (*jelas). Tetapi,aku merasa disaat itu memang sda yg aneh. File-file penting yang ku arsipkan didalam dokumen itu hilang. pada saat itu aku tidak ingin berfikir panjang dan menyalahkan diriku sendiri karena kecerobohanku. aku bahkan tidak mencurigai carroline sama sekali, karena pekerjaanku yang menumpuk, mungkin hal itulah yang membuatku lupa mengarsipkan file-file yang penting itu. tapi, sekarang aku benar-benar tidak menyangka,
Ternyata carroline lah yang telah menukar isi dokumen itu. melihat hal itu, aku menjadi semakin ragu. apa selama ini, aku salah menilai carroline???
"Ini belum berakhir gadis kecil, akan ku tunjukkan hal yang lebih menyakitkan dari ini... "Dengan cepat ia menggerakkan jarinya ke kanan, seolah mengganti slide yg baru. ya, slide kehidupanku.
Kini, aku diperlihatkan gambaran sesaat sebelum carroline menelfonku. aku benar-benar kaget, karena yang kulihat bukanlah carroline yang putus asa dan terlihat menyedihkan. Melainkan ia yang sibuk meminum wine dan melihat CCTV di apartemenku. Aku benar-benar tidak menyangka, ternyata selama ini carroline mengawasiku. tetapi kenapa? Apakah ia tidak cukup mempercayaiku?
(Menelfon)
Note:
C: Carolline, PM: Pria misterius.
C: "Apa kau yakin shirley harus mati?"
PM: "kau meragukanku? aku selalu memegang ucapanku. setelah ia mati maka semua assetnya menjadi milikmu. bukan hanya itu, kau mungkin juga akan dipromosikan."
C: "A-aku... " (*ragu)
PM: "Apa kau masih ragu? Bukankah dia penghalang terbesarmu untuk sukses, hanya menyingkirkan sebuah duri dihadapanmu itu tidak akan sulit bukan?
Belum lagi, ia sangat percaya padamu. Itu akan menjadi lebih mudah untuk dilakukan."
C: "Aku akui, saat ini aku memang membutuhkan banyak uang. Akan tetapi, membunuh Shirley…bukankah itu terlalu kejam untuknya? "
PM: "kejam?? Kalimat itu tidak cocok untuk kau ucapkan. kau sudah melangkah sejauh ini, apa kau ingin berhenti sekarang? Jika kau membiarkan shirley hidup, bukan hanya pernikahanmu yang akan hancur. Tetapi, kau juga akan mati!!!
Apa kau mengerti nona carroline?!
yang ku tau kini kau hanya punya 2 pilihan, membiarkan pernikahanmu hancur, atau sahabatmu mati!
Putuskanlah segera, aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi. kau tentu tau apa yang terbaik untukmu, bukan? Fikirkan itu."
"Sial!!
Aku harus bagaimana sekarang? andrew sangat berharga bagiku. karena dengan menikahi Andrew, hidupku akan jauh lebih baik. tetapi shirley? Dia yang selama ini membiayai kebutuhanku, ia bahkan membayar pengobatan ayahku. aku memang iri padanya, akan tetapi... Dia terlalu baik untukku.
SEMAKIN BAIKNYA, HINGGA AKU HARUS MENYINGKIRKANNYA!"