
"Bagaimana kalau aku yang keberatan?!"
Mendengar itu, aku dan kaisarpun terkejut. Dengan jubah emas, dan tusuk konde Phoenix kembar yang menghias dikepalanya. Ibu suri datang memasuki istana longtian dengan anggunnya, berjalan menuju meja makan. Melihatku yang bersama kaisar, dengan cepat iapun datang menghampiriku, dan duduk disebelahku.
"Yongjun…apa kau sudah melupakan tatakrama, sehingga tidak datang menemuiku?!" tanya ibu suri sambil melirik sinis.
"Ibu, aku yakin kau salah paham mengenai hal itu. Aku bukannya tidak ingin mengunjungimu, aku hanya merasa perjalananku kali ini cukup melelahkan, dan aku….merasa sedikit lapar. Oleh karena itu, aku…" disaat yongjun(*kaisar) tengah menjelaskan, dengan cepat ibu suripun mengalihkan pandangan, dan menatap shenyou dengan rasa ingin tahu.
"Shenyou, aku dengar kau membuat suatu makanan yang disebut dengan istilah sate. Karena penasaran, aku memutuskan untuk datang ke dapur kerajaan. Tapi, sayangnya para koki bilang, semua makanan itu sudah dikirim ke istana longtian. Oleh sebab itu aku kesini." jelas ibu suri singkat.
"Ah, iya. Apa asap-asap itu mengganggu istirahatmu, Yang mulia ibu suri?"
Tadi kaisar, dan sekarang ibu suri? Apa-apaan ini!
oh...tuhan, aku kagum padamu. Kau benar-benar pandai memainkan situasi. Ada kaisar saja aku sudah hampir tidak bisa bernafas, dan sekarang kau malah memunculkan ibu suri!?!
Apa kau benar-benar ingin aku mati 2× (Y.Y)
Mereka benar-benar ibu dan anak. mereka sama... Sama-sama membuatku tertekan, hiks... (T_T)
"Sebenarnya tidak, aku hanya penasaran saja dengan makanan yang kau buat." jawab ibu suri singkat.
"Shenyou, mukamu terlihat sangat pucat. Apa kau baik-baik saja?"tanya ibu suri cemas.
Bagaimana aku tidak pucat, aku berada di meja yang sama dengan Si penentu takdir(*kaisar) dan Si persingkat umur(*ibu suri). kini,aku benar-benar berada didua sisi yang berbeda. Namun, sama-sama berbahaya.
"Aku, aku baik-baik saja Yang mulia ibu suri. Anda tidak perlu khawatir."
"Istirahatlah didalam, shenyou.(*maksudnya kamar kaisar)
Kau mungkin akan merasa lebih baik."
"Ka..kalau begitu aku mohon undur diri, Yang mulia ibu suri." dengan cepat akupun pergi meninggalkan meja makan.
Sesudah kepergian shenyou...
Menuang teh, mengangkat cangkir, meminumnya.
"Aku yakin, itu bukan tujuan ibu yang sebenarnya datang ke istana longtian."
"Kau tahu betul, apa yang sedang ingin aku bicarakan...Yongjun."
"Ibu, jika ibu datang kesini hanya untuk memaksaku ikut serta dalam pemilihan selir, lebih baik ibu lupakan saja."
"Melupakan katamu?
Sudah 17 tahun kau menjadi kaisar...
Yongjun...berhentilah bermain politik, dan Perhatikan Harem!
Apakah kau tahu diluar sana mereka sedang sibuk membicarakanmu?!
Para pejabat itu...mereka diam-diam meragukan kemampuanmu. Beberapa dari mereka bahkan menyangka kau mandul, dan berniat mencari penggantimu!
Bukan cuma itu saja, bahkan…orang-orang bodoh itu bilang kau Penyuka sesama jenis (*gay)!
Apa kau fikir aku masih bisa tetap diam, setelah mendengar semua itu!!!
Yongshan adikmu, entah pergi kemana.
Dan kau...
kau bahkan tidak pernah mengunjungi ibumu. Karena pemilihan selir sudah dekat, kau selalu menghindariku.
Oh,dewa! Apakah…apakah ini hukuman untukku, karena tidak membesarkan kalian dengan baik?kalau tahu akan menjadi seperti ini... Lebih baik, aku mati saja! " keluh ibu suri sedih.
"Ibu! ibu tolong jangan berkata seperti itu.
Hah... (*mendengus panjang)
Baiklah, jika ibu ingin aku hadir dalam pemilihan selir kali ini…maka aku akan melakukannya.
Jadi tolong, jangan berkata yang tidak-tidak lain kali..."
(Tersenyum puas) "Ini baru yongjun anakku! kalau begitu, ibu akan segera pergi mempersiapkannya...
(Berdiri, berjalan menuju pintu)
Oh, ya... Aku hampir lupa. (*Berbalik)
Yongjun, suruh kasim yan mengirimkan sate ke kediamanku.
ingat!! jangan sampai lupa... " seru ibu suri sambil berjalan keluar dari istana longtian.
"Tadinya aku kira, dia melupakan masalah sate...ternyata tidak.
haish…dia benar-benar ibuku." seru kaisar sambil mendengus singkat.
Ditempat lain, diruangan itu...
"Pemilihan para selir? tadinya aku kira, aku tidak akan pernah melihat hal semacam ini. Entah mengapa tiba-tiba...hal ini menjadi sangat menarik!" seru shenyou tersenyum licik.
"Tunggu dulu! Aku seperti orang jahat disini!"
(Author: itu hanya senyuman, lalu apa yg kau takutkan(\=_\=) siapkan saja dirimu untuk bab selanjutnya.)