
"Tolong kipas lebih kuat lagi!"
"Yang mulia! Kami adalah pengawal penjaga istana, bukan seorang juru masak. Entah berapa lama kayu ini akan berubah menjadi arang... " seru seorang pengawal sambil tetap mengipas api dengan kuat.
"Hmmm...kalau difikir-fikir kalian benar juga, kalau begitu kipas lebih kuat lagi! Aku yakin kalian tidak ingin kaisar kehilangan selera makannya karena menunggu terlalu lama...iya kan?"
Mendengar itu, para pengawal pun segera menggerakkan kipas dengan cepat.
Urusan di tempat pembakaran sudah hampir selesai. Sekarang, aku tinggal melihat urusan di dapur.
^^^[-- Dapur istana --]^^^
(Menatap, memperhatikan)
"Tuan putri, apakah anda yakin makanan ini bisa dimakan?" tanya seorang pelayan, sambil menunjuk ke arah beberapa tusuk sate yang sudah siap dibakar.
"Tentu saja, kenapa tidak?" seruku menjawab dengan yakin.
Sementara itu disisi lain...
[ Istana imperial, kediaman ibu suri ]
Wenlong: "Yang mulia, apa kau lihat itu? " seru wenlong sambil menunjuk ke langit.
Ibu suri: "Asap??? Dari mana kumpulan asap itu berasal?
Apakah ada sesuatu yang terbakar?"
Dengan cepat ibu suripun segera memanggil seorang pelayan, dan menyuruhnya memeriksa asal dari kumpulan asap itu.
Beberapa menit kemudian...
"Lapor Yang mulia ibu suri!
Setelah hamba telusuri, asap itu berasal dari dapur kerajaan. Menurut para penjaga, asap itu ulah dari putri mahkota yang sibuk membakar sesuatu yang disebut sati... Eh,bukan... Sato, soto...mmm... Sate maksudnya ibu suri."(^3^)
"Sate???
Jadi, sekumpulan asap itu berasal dari sebuah makanan yang disebut sate?
(dengan cepat pelayan itupun mengangguk)
dibandingkan dengan memasak, dia lebih terlihat seperti ingin membakar istana.
Hmmm...tetapi, ini menarik!
Jadi dia benar-benar memasak untuk yongjun? Aku rasa yongjun tidak akan marah, jika aku sedikit mengganggu makan siangnya. Iya kan, wenlong?"
Mendengar itu wenlongpun mengangguk meng-iyakan.
1 jam kemudian, akhirnya kaisar sampai di istana. tanpa fikir panjang kaisarpun segera menghentikan kudanya tepat didepan istana longtian.
"Yang mulia! Apakah ini baik, jika anda menghampiri putri mahkota lebih awal?Bukankah sebaiknya anda mengunjungi Yang mulia ibu suri terlebih dahulu?" seru kasim yan mengingatkan.
"Aku sudah sangat lapar! Dan ini adalah jam makan siangku, aku yakin ibu suri tidak akan keberatan jika aku makan terlebih dahulu, sebelum pergi menemuinya." seru kaisar sambil berjalan cepat memasuki istana longtian.
(Mengumumkan) "Perhatian! Yang Mulia kaisar memasuki ruangan!"
"Kaisar... "seru shenyou sambil tersenyum lembut menyambut kedatangan kaisar.
Tunggu dulu! Itu tidak seperti apa yang kau lihat(\=_\=)
[Realita, yang sebenarnya shirley fikirkan]
"Agh...****! Kenapa dia datang cepat sekali! apa dia menggunakan mobil sport, sehingga datang secepat itu?
Aku masih belum ingin mati muda, tolong beri aku beberapa waktu lagi. Jika rasa masakannya tidak enak, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti..."
[Yang shirley bayangkan]
Apa kau mencoba meracuniku**?!
Cepat! bawa dan kurung dia dipenjara!!!
Dan eksekusi dia besok*! "
~•~•~
"Glek! (menelan ludah)
Membayangkannya saja, aku tidak bisa(*tidak bisa menerima kenyataan). Apa lagi...jika itu terjadi, apakah kaisar akan benar-benar..."
"Benar-benar apa?"
(kaget) "Eh...(O_O)Yang mulia!
anda...sejak kapan anda disini?" seru shenyou dengan wajah pucat karena terkejut, melihat kaisar yang tiba-tiba berada tepat dibelakangnya.
"Baru saja.
katakan padaku shenyou!
Apa yang sedang kau fikirkan sampai diam mematung seperti itu?" tanya kaisar ingin tahu.
"Ah,tidak... (*mengelak)
Aku hanya berfikir, bagaimana jika kaisar tidak menyukai masakanku nanti. Aku...aku pasti akan merasa sangat sedih, jika Yang mulia benar-benar tidak menyukainya."
(Membelai lembut) "Apapun yang Putri mahkota masak, aku pasti menyukainya!
terlebih lagi, putri mahkota menyiapkannya dengan tulus...aku pasti akan memakannya sampai habis!" seru kaisar sambil mengelus rambut shenyou dengan lembut.
Siapa yang menyiapkannya dengan tulus?!memasaknya saja aku sambil mengingat hidup dan mati. Takut makanannya ke asinan, kemanisan, dan bahkan kepedasan. Bagaikan melangkah diatas jurang yang dalam. jika tidak hati-hati, maka kau akan celaka. Semakin takutnya, sampai-sampai bernafas saja rasanya tak sanggup.
"**Shenyou** katakan padaku makanan apa ini?
(Sambil menunjuk sepiring sate)
Shenyou...shenyou, apa kau dengar? "
Tanpa sadar aku mengabaikan kan kaisar, dan hanyut dalam lamunanku. Sentuhannya pun menyadarkanku...
(Menepuk) "Shenyou... "
(Tersadar)"Eh...iya yang mulia. Barusan anda bilang apa?" tanyaku dengan nada cepat.
"Shenyou... Apa kau lelah?"(Mencoba mengelus/membelai)
(Menghindar) "ah, tidak...tidak sama sekali Yang mulia*! " seru shenyou sedikit panik. Tahu kaisar hampir membelainya shenyoupun merasa sedikit canggung.
"Jika kau merasa tidak enak badan, beristirahatlah...
aku tidak keberatan makan sendiri."
"Bagaimana kalau aku yang keberatan?!"
Wah, wah, wah...siapa nih yang tiba-tiba dateng dan ganggu makan siang shenyou dan kaisar. Apakah itu selir li? Selir Xia,atau bahkan Ibu suri?!
Nantikan jawabannya di Episode selanjutnya...
Author:
Dear Readers...
maaf ya... kalau akhir-akhir ini author sering telat post(telat update). Alasannya karena author sedang sibuk mengerjakan novel lain. Mengenai novel ini kalian tenang saja, author pasti gk akan lupa. Kalian gk usah takut novelnya tidak dilanjuttin atau berhenti di jalan. Untuk novel ini pasti sampai tamat kok, meski mungkin ada hiatus beberapa kali :)
jadi, mohon bersabar ya... (^.~)