A Husband's Regret

A Husband's Regret
Bonchap 1



Author POV


Di sebuah ruangan sesosok pria dengan sejuta pesona sedang memperhatikan ponselnya. Baru 10 menit kepergian istrinya dengan seorang pria yang menjanjikannya sesuatu, dia sudah merasa resah.


"Awas kau macam-macam, Ares!"


Flashback On.


"Aku ingin menawarkan sesuatu yang sangat berharga padamu," ucap Ares serius.


Charles mencondongkan tubuhnya. "Apa itu?" Tanyanya penasaran.


Ares menyeringai. "Sebelum itu, aku akan meminta imbalan," Ares mengubah arah pandangan menuju Elara yang sedang menyuapi Echa dan Hades.


Charles mengikuti kemana mata Ares tertuju, saat itulah raut wajahnya menjadi dingin. "Jangan coba-coba," kecamnya.


Kekehan terdengar dari bibir Ares. "Dengar dulu penjelasanku," kilahnya.


Charles tidak merubah ekspresi layaknya singa yang memperingatkan wilayahnya pada singa jantan lain.


Ares dengan santai menyesap kopi sebelum akhirnya melontarkan niatnya. "Malam ini, izinkan Ara menemaniku menghadiri pesta. Aku yakin kau pun diundang diacara tersebut. Hanya saja aku sedang lelah menghubungi para model untuk menemaniku," jelasnya yang langsung membuat Charles makin menyalakan alarm bahaya.


Membiarkan pria lain membawa istrinya, itu sangat mustahil.


"Aku tidak mengizinkan!" Tolak Charles tegas.


Ares tersenyum dan mengeluarkan ponselnya. "Kau yakin? Aku pikir kau akan berfikir ulang jika melihat ini," Ares meletakkannya di hadapan Charles.


Manik Charles melebar ketika melihat gambar yang terpampang di layar ponsel Ares. "Ini..."


Charles hendak mengambil ponsel itu namun Ares meraihnya lebih dulu. "Bagaimana? Kau mau memikirkannya lagi?" Tawar Ares membuat Charles gemas.


Pria di hadapannya memang pembisnis ulung, pandai dalam tawar menawar dalam bidang apapun. Bahkan dalam menekan Charles sekalipun.


Cukup lama Charles terdiam, yang jelas gambar yang dilihatnya tadi tidak bisa membuatnya tenang. Sosok Elara dengan kebaya diusia balita, sungguh menggemaskan!


"Bukankah aku suaminya, harusnya aku yang memilikinya!" Charles mendesah tidak terima.


"Benar, tapi aku juga pernah menjadi suaminya... apa tidak pantas memilikinya?" Timpal Ares tidak mau kalah.


Charles menggeram kesal, melihat itu membuat Ares terkikik geli dalam hati. "Bagaimana? Jika kau mengizinkan aku membawa Ara malam ini, foto itu akan menjadi milikmu," tawarnya.


Kali ini Charles tidak langsung menjawab. Di sisi lain dia tidak mau istrinya kembali berduaan dengan sang mantan, tapi membiarkan foto itu di tangan sang mantan pun dia tidak rela. Aduh, Charles pusing sendiri.


Pria bermanik biru itu mengepalkan tangan. "Hanya malam ini, tidak lebih dari 2 jam!" ucapnya penuh penekanan.


Ares bersorak dalam hati, akhirnya dia bisa ditemani mantan istrinya malam ini. Meski sebenarnya dia hanya ingin menggoda Charles, tanpa tau ternyata Charles akan termakan oleh keisengannya.


"Persyaratan diterima," Ares beranjak dari sofa dan berjalan menuju Elara berada namun, Charles menghadangnya.


"Biar aku saja," Charles melewati Ares. "Siapkan saja fotonya," bisiknya yang mau tidak mau membuat Ares tersenyum tipis.


"Dasar bucin," gumam Ares.


🍁🍁🍁


Elara POV


Hades anak yang patuh meski pendiam, saat diajak bermain dengan Echa pun dia hanya tersenyum. Berbanding terbalik dengan Echa yang senang berceloteh, hingga kadang membuat yang mendengarkan risih karena terlalu berisik. Tapi itulah Echa, keceriaannya menurun dari Papanya, suamiku tercinta.


Aku merasakan sesuatu seusai menyuapi anak-anak. Sebuah tangan kekar melingkar di pinggangku membuatku terhenyak.


"Charles!"


"Sayang," Pria itu membenamkan kepalanya di ceruk leherku membuatku kegelian.


"Hei, geli! Jaga sikap, ada anak-anak di sini," ucapku menghindar.


Charles mengerucutkan bibirnya, ya ampun apa dia tidak ingat sudah berapa usianya?


"Biarkan saja, ada Ares yang akan menjaga mereka. Ikut aku, aku rasanya tidak enak badan," ucapnya memelas.


Aku menatap ke-2 anak kecil yang untungnya tidak melihat adegan dewasa tersebut. Mereka asik bermain kejar-kejaran.


"Anak-anak, kalian sama Ayah Ares dulu ya!" Seruku sebelum meninggalkan mereka. Dan memberi kode pada Ares agar menjaganya.


Aku menuntun suamiku menuju kamar namun, saat aku menutup pintu tubuhku terasa melayang dan berakhir di atas ranjang.


"Charles... kamu kenapa?"


"Aku kangen," Charles melepas polo shirtnya dengan cepat.


Charles membungkamku yang sedang berbicara dengan bibirnya. Menciumku dengan menggebu. Ada apa dengannya? Aku sampai kewalahan mengimbangi permainan lidahnya.


"Hhmmppp... Char... mmm"


Tangannya bermain-main di antara buah dadaku, meremas dengan lembut membuatku mendesah tertahan.


Aku merasakan lidahnya yang panas menjilat telingaku hingga ku merinding, mengecupi leher hingga tulang selangkaku dan meninggalkan beberapa tanda di sana.


Aku hampir terlena saat jarinya menyusup ke lembah surgawiku namun, aku menahannya. Aku menangkupkan wajahnya dengan kedua tanganku.


"Papa, stop! Ada apa? Beritahu aku," sikapnya yang seperti ini pasti ada sesuatu.


Charles melepasku dan menjauhiku, menggulung tubuhnya dengan selimut. "Tidak apa-apa, aku sedang tidak enak badan. Bisakah kau menggantikanku menghadiri pesta malam ini? Kau akan pergi dengan Ares," aku mengerutkan kening mendengar ucapan Charles.


"Jika tidak enak badan harusnya ke dokter, ayo aku antar ke rumah sakit," bujukku.


"Tidak! Aku mau tidur saja, cepatlah pergi, nanti terlambat!"


"Kemari! Jika memang benar kamu tidak enak badan!" Seruku yang tidak diindahkan olehnya. Aku menarik selimut namun, tidak bisa karena pria itu menahannya. "Aku tidak akan pergi!" Ancamku.


Mendengar itu Charles segera mendekat dan memelukku. "Papa hanya butuh istirahat, Mama harus datang ke acara itu karena itu sangat penting untuk perusahaan kita," jelasnya.


"Bagiku, tidak ada yang lebih penting di bandingkan dirimu," ucapku membuat wajahnya merona.


Pria itu tersipu dengan kata-kataku, aku menahan geli dalam hati. Suamiku benar-benar menggemaskan!


"Kalau begitu, pulanglah lebih cepat. Aku menunggumu," Charles berkata sambil memalingkan muka.


Siapa yang tadi dengan bernafsu ingin memakanku? Lalu menyuruhku pergi dan segera kembali. Benar-benar ada yang tidak beres pikirku.


🍁🍁🍁


Author POV


Elara telah siap dengan gaun turtle necknya. Akibat tanda yang ditinggalkan oleh Charles tadi, terpaksa dia mengenakan gaun tersebut.


Ares tersenyum sumringah saat tangannya dirangkul oleh Elara mantan istrinya. Charles hanya mampu melihat dari jendela kamar sambil menahan dongkol. Beruntung anak-anak sudah tidur hingga tidak akan ada pertanyaan polos mengapa Mama pergi dengan Ayah, bukan dengan Papa. Atau, kenapa tidak pergi bersama-sama hingga menambah rumit keadaan.


Pernah satu waktu Echa merengek meminta Ares tinggal di rumah Elara dengan alasan karena Ares juga Ayahnya.


"Ayah Ares juga Ayah Echa, kenapa tidak tinggal di sini Ma? Kenapa Mama sama Papa saja? Kasian Ayah? Kenapa Mama tidak tidur dengan Ayah dan Papa?"


Butuh beberapa hari agar Echa melupakan pertanyaan tersebut, dan menggunakan Hades sebagai alasan Ares tidak tinggal bersamanya. Echa anak yang kritis, tinggal menunggu waktu hingga anak itu akan mengerti akan situasi yang sebenarnya.


Flashback off


Charles menunggu dengan gusar hingga suara deru mobil mengambil atensinya. Wajahnya yang datar langsung berbinar kala melihat sang Istri telah pulang ke rumah.


Dengan setengah berlari Charles menuruni tangga, membuka pintu dan menghambur memeluk Elara. Ares sampai terkejut dibuatnya.


"Sudah baikan?" Tanya Elara di tengah pelukan.


"Sangat baik, saat kau ada di sini," jawabnya berbisik.


"Ekhem!" Ares berdehem membuat dua pasangan itu mengurai pelukan.


"Baiklah, aku akan pulang. Hades aku jemput besok pagi," ucap Ares membuat Elara malu karena telah bermesraan di hadapan pria itu.


Charles menyeringai mengejek. "Ya, pulanglah! Jangan lupa fotonya!" Serunya membuat Elara mengerutkan kening.


"Foto? Foto apa?" Tanya Elara.


"Foto selingkuhannya," jawab Ares membuat mata Charles melotot.


"Apa? Tidak! Jangan percaya, dia bohong!" Charles gelagapan.


Elara pergi meninggalkan dua pria tersebut dengan menghentakkan langkah. Sedangkan Ares tertawa senang melihat wajah pias Charles.


"Kau!" Charles menggeram dengan telunjuknya yang mengarah pada Ares. "Jangan lupa fotonya!" Charles pun berlari mengejar Elara ke dalam rumah.


Tbc.


Please rate, vote , dan likenya yach!


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!


yang masih kangen mereka aku kasih beberapa part deh... hehehe