A Husband's Regret

A Husband's Regret
Part 37



Author POV


Gloomy Corporation


Ares mendatangi kantornya dengan amarah memuncak. Pria itu memasuki ruang rapat yang sudah dipenuhi oleh para petinggi perusahaan, tampak wajah mereka yang muram.


Pria itu bahkan belum duduk di kursinya namun, sudah diberondong pertanyaan.


"Tuan Ares, bagaimana ini? Kenapa The Charles Schwab Corporation sampai menarik investasinya secara sepihak? Langkah ini akan membuat banyak proyek kita mangkrak di tengah jalan," keluh salah satu dewan direksi.


"Bisa biarkanku duduk dulu?" Sahut Ares datar. Dewan direksi itu beringsut ciut karena takut.


Ares menatap tajam para dewan direksi yang tidak sedikit lebih tua dari usianya. Pria itu berdecih meremehkan. "Kalian ini hanya manusia yang bisanya cuma mengeluh, sepertinya lebih baik Gloomy hanya di isi oleh diriku saja. Tanpa kalian aku bisa mengatur semuanya," sarkas Ares.


Mendengar hal itu para anggota dewan direksi tersentak dan menunduk.


"Sebaiknya kalian mengusulkan sesuatu yang berguna, saat ini aku tidak butuh kritikan dari kalian," Ares berdiri dari kursinya lalu berjalan mengelilingi para dewan direksi.


Salah satu dewan mendongak dengan takut-takut. "Bagaimana kalau... kalau kita membujuk mereka kembali agar-"


"Membujuk... itu bukan gayaku, tapi terima kasih kau telah mengingatkanku agar menemui mereka yang berani bermain-main denganku," sela Ares.


Deni yang melihat gelagat tidak bagus mencoba menenangkan. "Tuan, menurut saya lebih baik kita tidak usah memperpanjang masalah-"


Ares menggeram. "Kau pikir aku tidak pantas mempermasalahkan hal ini? Pria itu merendahkanku dengan memutuskan kontrak begitu saja, bahkan dia tidak menghubungiku secara langsung!"


"Tapi mereka sudah membayar pinalti, setidaknya kita mendapatkan ganti rugi."


"Ganti rugi? Heh, aku bukan pengemis!" Akan ku lempar uang itu ke wajahnya," Ares benar-benar sudah meradang. "Kau anggap remeh Atmaja?" Ares mencengkeram kerah kemeja Deni. Deni hanya bisa menggeleng pasrah.


"Ti-tidak Tuan, saya tidak berani."


Ares menghempas Deni dan berjalan keluar meninggalkan ruang rapat begitu saja. Deni meminta maaf atas nama Tuannya kepada dewan direksi kemudian mengejar Ares dari belakang.


Pria itu memasuki mobil dan memutar kemudinya menuju perusahaan The Charles Schwab Corporation.


🍁🍁🍁


The Charles Schwab Corporation.


Charles baru saja selesai menerima telepon dari istrinya, Ara. Wanita itu sedang pergi berbelanja bersama Ibu mertuanya, Charles senang akan keakraban mereka. Bersiul riang sambil membayangkan Aranya. Membuat pria itu ingin segera pulang ke rumah.


Ardan yang melihat Tuannya yang senyum-senyum sendiri hanya bisa menghela nafas. Kapan dirinya akan seperti Tuannya? Senyum-senyum sendiri.


Haduh dasar Ardan, nanti kamu dikira gila bila seperti itu.


Dirinya menggerutu dalam hati. Charles tersenyum jenaka pada Ardan dan menghampirinya.


"Kamu mau aku kenalkan dengan seseorang, Dan?"


Ardan mengeryit. "Tidak usah, Tuan,"


"Kenapa? Cantik lho, dia pelayan pribadi istriku," pancing Charles.


Ardan menggeleng, bukannya tidak mau. Dirinya masih punya cicilan rumah yang belum lunas. Rencananya dia akan mencari pasangan setelah semua masalah finansial terselesaikan. Pria dengan pikiran jauh ke depan. Dia bukanlah sultan seperti Tuannya, dia hanya karyawan yang memiliki jabatan lumayan dengan gaji tinggi, meski begitu semua gajinya tidak habis untuk dirinya sendiri. Melainkan untuk biaya kuliah adiknya di luar negeri.


Charles merangkul Ardan dan berbisik. "Aku bisa melunasi cicilan rumahmu, jika itu yang membuatmu menjomblo hingga saat ini," sungguh Tuannya ini senang meledeknya.


Ardan melepaskan rangkulan Charles sambil merapikan jasnya. "Tidak perlu, Tuan. Saya bisa mencari sendiri," jawabnya ketus.


"Yakin?" Ledeknya membuat Ardan ingin menjambak rambut Tuannya itu. Tentu saja hanya keinginan batin yang tidak mungkin terjadi.


"Tentu saja, saya begini-begini masuk 5 besar di sekolah, dan juara paduan suara saat di universitas," selorohnya bangga. Ucapannya malah membuat Charles tergelak. Apa hubungannya itu semua dengan mencari pasangan?


Charles memegang perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa. Namun tawanya terhenti kala Ares memasuki ruangan Charles dengan paksa. Pria itu datang dengan beberapa bodyguard.


BRAK!!!


Charles yang sempat terkejut langsung menatap tajam pada Ares yang berdiri di hadapannya.


"Sedang apa kau di sini, Tuan Ares?"


"Maaf mengganggu acara tawamu Tuan Charles, aku hanya ingin memastikan mengapa Anda membatalkan kontrak dengan Gloomy Corp.?"


Charles terkekeh. "Anda tidak ingat jika membuat keributan di acara pernikahanku? Aku tau semuanya," jelasnya.


"Apa Ara memintamu untuk-"


"Tidak ada sangkut paut istriku di sini, dia tidak pernah melawan meski dikatakan mandul di depan umum oleh istri baru anda, apa itu pantas??" Aura intimidasi Charles menguar, dia tidak terima istrinya selalu disalahkan. "Kalau pun anda buta, tolong lebih realistis. Jangan selalu menyalahkan orang lain," tambahnya membuat Ares naik pitam.


"Apa maksudmu? Lagipula semua yang di katakan Sophie meski pahit adalah kenyataan, Ara-"


"Aku akan membuatnya hamil, kita lihat nanti," sela Charles dengan seringai. "Aku sarankan kepada anda untuk belajar meminta maaf, turunkan ego anda agar hidup anda tenang. Aku yang memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan orang semacam anda," pungkas Charles.


Ares tidak terima apapun alasan Charles memutuskan kontrak, dan ucapannya akan menghamili Ara tanpa disadarinya membuat jantungnya dihujam ribuan jarum. Nyeri tak tertahankan. Ares hendak maju untuk menyerang Charles namun detik kemudian para bodyguard Charles berdatangan. Ares kalah jumlah hingga Charles dapat mengusir pria itu dari perusahaaannya.


"Usir mereka!" titah Charles pada bodyguardnya.


"Jangan sentuh aku! Sialan kalian semua!" Teriak Ares. Deni berusaha menarik Tuannnya untuk mundur.


"Tuan, sebaiknya kita pergi, kita tidak akan menang."


Mata Ares berkilat. "Kita belum selesai!" ancam Ares.


Charles mengangguk sambil tersenyum, direntangkan tangannya menunjuk pintu keluar pada Ares. "Jangan sampai salah jalan," Ares mengepalkan tangan dengan tubuh yang di tahan oleh Deni. Bodyguard Ares sudah di kunci oleh bodyguard Charles. Ardan sendiri sudah siap siaga dari tadi jika Ares secara tiba-tiba menyerang.


Pria itu menghela nafas dan mengendurkan bahunya ketika Ares dan anak buahnya diboyong keluar oleh orang suruhan Charles.


"Tuan... tidak bisakah anda untuk tidak memprovokasi seseorang? Hampir saja pertumpahan darah terjadi," Ardan merosot hingga berjongkok di lantai. Jujur saja, Ardan tidak bisa beladiri. Dia hanya mengandalkan tubuhnya sebagai samsak tinju jika Ares berhasil menyerang Charles.


Charles tergelak. "Aku tidak pernah memintamu untuk pasang badan, bodyguardku cukup meladeni mereka. Lagipula, aku mempunyai ban hitam karateka," jawabnya santai.


Ardan hanya bisa menahan tangis dalam hati. Berharap saat dijalan pulang nanti, tidak akan ada orang suruhan Ares yang menghadangnya.


Tuan Ares bukan begal kan? Tuhan selamatkan aku!!!


🍁🍁🍁


Elara POV


Mall ***


Aku di sini sedang merilekskan tubuh bersama Ibu Widi. Beliau mengajakku ke salah satu salon langganannya.


Kami berdua sedang di message pada punggung dengan masker di wajah. Ini sungguh menyenangkan. Setelah sehari semalam digempur oleh Charles, aku memang membutuhkan pijatan pada seluruh tubuhku.


Aku memejamkan mata menikmati setiap tekanan pada tubuhku yang serasa rontok.


Ibu Widi yang melihat ekpresiku pun akhirnya berkata.


"Apa kau menyukainya?"


"Ini sungguh nikmat, Bu. Tubuhku yang remuk redam menjadi lebih enteng," jawabku antusias.


"Hm... memangnya kamu habis berapa ronde semalam?"


"4 sama tadi pagi, Bu,"


Ups, aku segera menutup mulutku. Ya ampun apa yang aku katakan, memalukan sekali. Tidak seharusnya aku berbicara seperti itu, membahas hal tadi malam. Wajahku langsung memerah padam.


Ibu Widi tergelak, dia senang karena bisa mengorek informasi tentang malam pertama anaknya pada menantu tercinta.


"Ibu senang mendengarnya, Ibu benar-benar tidak sabar untuk menerima kabar baik lainnya," selorohnya menambah malu diriku.


Tbc.


Please rate, vote dan likenya yach!


Sertakan comment kalian agar lebih baik lagi, Enjoy!


Slow respon ya sayang2 ku para reader... ❤❤❤