A FATHER

A FATHER
episode 9



Sesampainya di rumah....


Alex langsung pergi ke kamar Anna.Ternyata Anna sudah bangun dan duduk di balkon kamarnya. Tampaknya dia sangat bersedih. Air mata mengalir di wajah Anna.


Kepercayaan diri Alex untuk mengatakan kondisi Ken pada Anna, tiba tiba hilang saat melihat Anna yang menangis. Alex jadi bingung, apakah memberitahu Anna soal kematian Ken atau tidak.


Anna menyadari keberadaan Alex yang berdiri di dekat pintu balkon kamarnya. Dia langsung menghapus air matanya lalu mendekati sang ayah.


" bagaimana kondisi Ken papa ?"


" Ken..... telah meninggal dunia Anna, kau harus bersabar atas kejadian ini, Tuhan menyayangi Ken Anna, jadi dia....."


" papa berbohong kan ?! papa pasti berbohong, Ken pasti baik baik saja, Ken tidak mungkin pergi secepat itu meninggalkanku sendiri... hiks..hiks..."


" Takdir telah berkata lain Anna, mungkin Ken bukanlah jodohmu, kau harus kuat menghadapi semua ini, ada papa yang akan selalu mendukungmu "


" Ken..... kau jahat Ken.... kau pergi tanpa melihatku untuk terakhir kalinya..." ucap Anna kembali menangis.


Alex hanya bisa menasihati Anna untuk merelakan kepergian Ken dengan hati yang ikhlas. Anna merasa dunia ini sangat kejam padanya. Disaat dia akan bahagia, disaat itu pula ada bencana yang datang untuk membuatnya menangis sedih.


Jam 10.00......


Pemakaman Ken telah usai. Keluarga Alex ( termasuk Anna ) datang ke acara pemakaman Ken. Anna menangis menatap makam Ken yang dihiasi kelopak bunga.


Dia berjanji akan melepaskan Ken dengan ikhlas dan tulus. Anna berdoa supaya Ken dan Ayunda berada di tempat yang nyaman dan indah di akhirat.


Setelah berpamitan dengan keluarga Ken, keluarga Chandra pun pulang ke rumah mereka. Alva,Bimo,Sarah dan Clara yang ikut serta dalam acara pemakaman Ken, turut pulang ke rumah masing masing.


Mereka berharap keluarga Alex bisa menghilangkan kesedihan Anna, karena sedari tadi Anna tidak mau mendengarkan nasihat sahabatnya.


1 bulan kemudian......


Dari kemarin siang Anna belum makan sampai pagi ini. Alex dan lainnya mengkhawatirkan kondisi Anna yang berkurang di kamarnya.


Sudah beberapa kali mereka mengetuk pintu kamar Anna, tapi hanya jawaban ' aku baik baik saja' yang mereka dapatkan dari Anna.


Naira tersenyum melihat kemurungan Anna yang berkurang di kamarnya. Dia tidak menyangka kalau Anna akan bersikap seperti ini setelah kepergian Ken. ' Ternyata ide dan drama ku bagus juga ' batin Naira.


" Anna.... teman temanmu sudah datang, tolong biarkan mereka masuk ke kamarmu " ucap Diana.


" siapa saja yang datang kak ?"


" Alva,Bimo,Sarah dan Clara, mereka ingin menemanimu "


" kalian boleh masuk, pintunya tidak ku kunci "


Mereka langsung masuk ke kamar Anna. Diana langsung pergi ke dapur untuk membuatkan makanan Anna, dia takut Anna akan jatuh sakit karena tidak makan dari kemarin.


Alva mendekati Anna yang duduk termenung di sofa kamar. Mata Anna sembab karena menangis semalaman, hidung Anna memerah.


" kata om Alex, kamu belum makan dari kemarin, sekarang kamu makan ya, ntar kamu sakit " ucap Alva


" aku tidak selera makan "


" jika kau terus seperti ini, bagaimana Ken bisa tenang di sana "


" entahlah, aku belum bisa melupakan Ken "


" bagaimana kalau kau mulai memperbaiki hatimu, biarkan Ken dan Tante Ayunda tenang di sana, kau harus bangkit menjadi seperti Anna yang dulu, Anna yang ceria dan selalu tersenyum "


Anna memandang keempat sahabatnya, ya, Anna mulai berpikir, untuk apa terus menerus sedih, tidak ada gunanya, Ken dan Ayunda tidak akan kembali lagi walaupun Anna terus melakukan berbagai hal yang menyedihkan.


Anna berjanji pada keempat sahabatnya untuk tidak sedih lagi. Dia akan kembali menjadi Anna yang ceria dan selalu tersenyum walaupun menghadapi hal sulit.


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Hai....


Bagi kalian yang menyukai cerita ini, jangan lupa untuk like ya...


terima kasih