
Suasana malam ini cukup cerah. Tak ada angin kencang dan tak ada gerimis hujan. Keluarga Chandra berkumpul di ruang tamu untuk mengucapkan salam perpisahan pada Anna.
" maaf tidak bisa menemanimu sampai ke bandara Anna " ucap Alex sembari memeluk keponakan sekaligus putrinya.
" tak apa pa, lebih baik papa dirumah saja daripada menimbulkan kecurigaan, aku yakin Alva sudah menyebar beberapa orang kepercayaannya untuk mengawasi rumah ini "
" ya, papa doakan kau dan kedua anak mu baik baik saja disana dan sehat selalu "
" iya pa, aku janji akan pulang setelah cucu papa lahir dengan baik dan sehat "
" an, aku sudah membawa dokter agar saat diperjalanan bayimu baik baik saja " ucap Bimo yang baru saja selesai merapikan barang Anna dan Aldi ke bagasi mobil.
" terima kasih Bimo, kau memang sahabat yang baik, apa kau bisa lakukan satu hal lagi untuk yang terakhir kalinya padaku ?" pinta Anna.
" ya, apapun untuk sahabat lamaku "
" tolong rahasiakan kepergian ku dari Alva dan rose, terutama rahasiakan dari Sarah, kau pasti tahu kalau Sarah bukan orang yang tepat untuk diberi rahasia penting "
" baiklah, aku juga kadang kesal jika Sarah mengadukan ku pada ibuku "
" sekali lagi, aku sangat berterimakasih padamu Bim, mungkin jika kau tidak membantu ku sampai saat ini, aku tidak akan bisa lepas dari Alva dan rencananya "
" ya, aku senang dapat membantumu, anggap saja ini sebagai balas budiku padamu karena kau dulu sering membantuku agar tidak dihukum guru "
" kalau begitu, aku dan Alena pamit pergi ya, kalian semua jaga diri baik baik, jika Alva berulah lagi, tolong beritahukan padaku "
" jaga dirimu baik baik juga kak, kami akan selalu ada untuk mendukungmu "
Dengan senyuman Anna dan Alena diikuti Diana, Rafa dan Aldi, mereka pergi menuju mobil yang sudah siap untuk berangkat menuju bandara.
Setelah semua masuk ke mobil, mereka pun pergi meninggalkan halaman rumah Chandra. ' aku janji akan kembali dengan senyuman, bukan tangisan ' batin Anna.
Skip....
" kak Aldi kemana kak ?" tanya Anna yang tak melihat kakaknya sedari tadi.
" tadi katanya mau ke toilet sebentar an " sahut Diana.
" ayo kita masuk ke pesawat, sebentar lagi mereka akan terbang " ucap Aldi lelah karena berlari menemui Anna dan Diana.
" benarkah ? ayo " jawab Anna
" biar aku yang membawa Alena, lagipula kau harus menjaga kandungan mu " ucap Aldi.
" ya, kasihan bayimu jika kau menggendong Alena " sahut Diana.
Anna hanya mengangguk setuju, mereka pun pergi menuju pesawat yang sudah bersiap untuk terbang.
Setelah mereka duduk di bangku masing masing. Pintu pesawat pun ditutup karena semua penumpang telah masuk.
Anna menatap sedih keluar jendela. Tempat kelahirannya, akan ia tinggalkan karena seorang pria pengecut yang terus mengancam akan mengambil anak perempuannya.
' mama berjanji akan membawa kalian kembali ke negara ini sayang, karena kalian adalah aman anak mama yang kuat, kalian harus berani menghadapi dunia yang tidak adil ini ' batin Anna.
" kau baik baik saja Anna ?" tanya seorang wanita yang bertugas menjadi dokter Anna atas perintah Bimo.
" ya, aku baik baik saja "
" syukurlah, kalau terjadi sesuatu katakan padaku, agar aku bisa cepat menanganinya " ucap wanita itu tersenyum ramah pada Anna.
" iya, terima kasih "
Tak lama kemudian pesawat pun terbang meninggalkan kota dan negara kelahiran Anna. Karena merasa lelah, Anna pun tertidur bersama Alena.