A FATHER

A FATHER
episode 13



" ada apa ini ? apa ada yang salah denganku ?" tanya Anna gugup.


" apa benar kau menampar Naira semalam ?" tanya Alex menahan kesal.


" apa ? tidak pa, aku tidak menampar Naira, dia yang menamparku semalam, bahkan Naira mengancam akan membuat hidupku tidak bahagia setelah menikah dengan Alva nanti "


" apa itu benar Naira ?"


" hiks.. hiks.. mas, kau tahukan kalau Anna tidak pernah menyukaiku setelah kita menikah, dia berbohong, bahkan dia mengancam akan membuat hidupku menderita " ucap Naira berakting sedih.


" Naira !! aku tidak berbohong, kau jangan memfitnahku !!"


" lihat kan mas, dia bahkan berani membentak ku "


" pa... dia ..."


" Anna !!! jangan menuduh ibumu lagi, dia adalah istri papa, seharusnya kau bersikap sopan padanya, dasar anak tidak berguna, setelah kakakku tiada, kau benar benar menjadi beban keluarga Chandra " ucap Alex.


Anna berdiri mematung, dia tidak menyangka bahwa Alex akan benar benar mempercayai Naira daripada dirinya.


Sedari Anna kecil, Alex selalu memberi kasih sayangnya pada Aldi dan keluarganya saja. Jika Anna dan Alex duduk berdua, maka Alex akan menunjukkan sikap dinginnya pada Anna.


" jadi benar kabar itu " ucap Anna.


" kabar apa ?" tanya Alina.


" Anna bukanlah anak kandung papa dan Ayunda, dia adalah anak kandung om kalian, kakak papa, orang tua Anna meninggal saat umur Anna 2 tahun " jawab Alex dingin


Anna menangis sembari menundukkan kepalanya, seluruh keluarga tampak syok mendengar kenyataan itu.


Naira, tentu saja dia merasa gembira dalam hati mendengar kabar itu, dengan begitu, Naira akan semakin mudah menyingkirkan Anna dalam keluarga dan dari rumah ini.


Anna pun berlari masuk ke dalam kamarnya karena Alex tidak akan mau mendengar penjelasannya lagi. Alex benar benar menganggap Anna sebagai keponakan sialan selama ini.


Di dalam kamar, Anna menangis lalu menelfon Clara. Tak lama, telfon pun dijawab.


" hallo an, ada apa ?"


" Ra, batalkan rencana kita, aku tidak ingin kita melanjutkan menyelidiki kebusukan Naira "


" tapi kenapa ?"


" karena aku tidak perduli lagi dengan hal itu " ucap Anna lalu mematikan telfon tanpa menunggu respon dari Clara.


Anna duduk di balkon. Dia menatap foto Ayunda di hpnya. ' apa aku benar benar beban keluarga ini ? maafkan aku' batin Anna. Tangisan Anna kembali pecah saat mengingat perkataan Alex tadi.


3 Minggu kemudian......


Hari pernikahan Anna dan Alva telah tiba. Hari bahagia bagi kedua belah pihak. Anna menatap dirinya di cermin di kamarnya. Dia ingin Ayunda ada di hari bahagianya, tetapi itu tidak mungkin.


Anna sudah lama tahu bahwa dirinya bukanlah anak kandung Alex, saat itu dia menguping pembicaraan Ayunda dan Alex dulu saat Alex meminta izin pada Ayunda karena dia dan Naira akan menikah.


Ayunda menyebut nyebut soal orang tua kandung Anna, lalu Alex membantah dengan amarah bahwa Anna hanyalah anak pembawa sial.


' kuharap kebahagiaan akan bersamaku selamanya aku bersama Alva ' batin Anna. Angelina dan Aldi masuk ke dalam kamar Anna.


" Anna, apa kau sudah siap ?" tanya Aldi tersenyum, tapi hanya ditanggapi anggukan kepala oleh Anna.


" kak, semoga kau selalu bahagia bersama kak Alva, aku mendoakan agar kalian bisa bersama sampai hari tua " ucap Angelina.


" terima kasih "


" kalau kau ada masalah, jangan sungkan untuk memberitahu kami ya " ucap Aldi tulus.


" iya kak, aku sangat senang memiliki adik dan kakak seperti kalian " sahut Anna tersenyum.