
Setelah keluarga Alex dan keluarga Alva duduk di meja makan bersama. Ayah Alva (Reza) mulai membicarakan maksud tujuan mereka pada Anna.
" jadi Anna, maksud kami kesini malam ini, adalah untuk melamar kamu menjadi istri Alva, ini adalah permintaan Alva sendiri, bagaimana keputusan kamu ?" ucap Reza.
Anna menatap Alva dalam Diam. Alva juga sedang memandangi dirinya dengan senyuman tulus. ' aku dan Alva tidak pernah berpacaran selama ini, dan aku menyukai Alva hanya sebatas sahabat, tapi, apa selama ini Alva menyukaiku lebih dari sahabat ? bagaimana ini, aku tidak ingin menjadi orang ketiga diantara hubungan Alva dan rose, tapi aku juga tidak ingin membuat Alva sedih dan benci padaku ' batin Anna.
" Tapi.... bukankah Alva sudah bertunangan dengan rose ?" tanya Anna.
" Rose hanyalah keponakan angkat ku, ayah rose adalah anak angkat orang tuaku, Alva dan rose tidak pernah bertunangan, dia hanya menyebarkan berita bohong, sekarang rose berada di London "
" apa itu benar ?"
" tentu saja, aku tidak mencintai rose dan kami tidak pernah bertunangan, itu hanyalah kabar angin saja, rose menyebarkan berita itu agar tidak ada wanita yang dekat denganku " ucap Alva.
Anna menunduk lalu berpikir keputusan apa yang akan dia pilih. Entah mengapa, dalam hati Anna masih terasa sedikit sakit untuk melakukan acara pernikahan lagi.
" aku takut jika kejadian 5 bulan lalu akan terulang lagi "
" aku yakin, pernikahan ini akan berhasil " yakin Reza.
Anna menatap Alex yang tampaknya setuju dengan lamaran Alva, begitu juga dengan Aldi,Diana dan Angelina. Tetapi Naira menatap Anna tajam saat Anna melihat dirinya. Anna tersenyum sinis menatap Naira lalu mengangguk.
" baiklah, aku menerima lamaran Alva dengan tulus, aku harap pernikahan ini dapat berjalan lancar "
" terima kasih Anna, aku sangat senang mendapat menantu sepertimu " ucap Sintia tersenyum.
Anna ikut tersenyum bahagia, membuat Naira semakin benci pada Anna. ' lihat saja Anna, kebahagiaanmu akan segera berakhir, aku akan pastikan itu ' batin Naira.
Setelah membahas rancangan dan makan malam, keluarga Reza berpamitan pulang. Anna kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Tetapi Naira mengikuti dirinya masuk ke kamar.
" Mengapa kau mengikuti ku ?" tanya Anna dingin.
" sebaiknya kau bersikap baik pada ibu tiri mu ini, jika tidak.... kau pasti akan tahu apa yang akan ku lakukan untuk menghancurkan kebahagiaan seseorang " ancam Naira.
" Sama seperti kau menghancurkan kebahagiaan keluarga Chandra, kau juga menghancurkan kebahagiaanku di hari pernikahanku dengan Ken, aku tahu bahwa itu semua adalah rencana mu, kau tidak perlu bersikap sok manis dihadapan ku saat ada orang lain di sekitar kita "
" cih, kau benar benar sama seperti Ayunda, sangat menyusahkan ku, kalau saja saat Ayunda sedang sakit parah Alex tidak menyuruhku menjaganya, maka aku pasti akan langsung menghabisi ibumu demi menjadi nyonya Alex Chandra satu satunya "
" kau benar, ibuku telah menyusahkan dirimu, tapi kau bukanlah istri yang baik, dan juga kau bukanlah ibu yang baik, aku heran, entah dari sisi mana papa menyukai dirimu yang licik ini "
plakk.....
Naira menampar Anna cukup keras. Kebencian Naira semakin bertambah, Naira sedang kesal pada Alex karena menyetujui pernikahan Anna dan Alva. Karena Naira masih mempunyai perasaan pada Alva.
" berani beraninya kau menampar seorang putri keluarga Chandra "
" kau benar benar membuatku muak, sungguh menyebalkan, aku pastikan, hidupmu akan menderita setelah menikah dengan Alva, aku juga akan membuatmu bercerai secepatnya dengan Alva dan membuat mu selalu dalam kesedihan "
" benarkah ? coba kau buktikan saja, aku akan senang hati menantinya " ucap Anna tersenyum sinis pada Naira.
Naira yang kesal langsung pergi dari kamar Anna. Setelah itu Anna mengunci pintu kamarnya dan mengambil sebuah kamera, yang sengaja ia sembunyikan di setiap sudut kamarnya dan di dalam benda yang dirasanya aman. ' bagus, aku mendapatkannya, ini bisa jadi bukti ' batin Anna saat melihat hasil rekaman itu.