
Hujan rintik rintik turun di kota itu. Pesawat keluarga Chandra telah mendarat dengan aman di bandara kota Paris. Tapi sepertinya, Anna belum ingin bangun dari tidurnya.
" ayolah an, bangun, kita baru tiba di Paris tapi kau sudah menyusahkan ku " gerutu Aldi.
" iya iya, kau berisik sekali kak " sahut Anna membuka matanya.
" ayo an, kita turun, Diana telah turun lebih dulu bersama Raka dan Alena "
" benarkah ? ayo kak "
Anna keluar dari pesawat diikuti Aldi dan dokter pribadi Anna. Setelah barang barang mereka masuk ke bagasi mobil orang yang kepercayaan Alex, mereka pergi menuju apartemen milik Alex.
Skip....
Anna bersama yang lain keluar dari mobil dan masuk ke apartemen diikuti supir mobil dan pelayan apartemen yang membantu membawa barang mereka.
" kalian pergi duluan ke kamar, aku ada urusan sebentar " pinta Aldi saat mereka telah berada di lantai yang berada dekat pintu kamar mereka berada di apartemen itu.
" baiklah, jaga dirimu " ucap Diana.
" kak, aku harap, aku bisa menjalani kehidupan baru kami disini " ucap Anna saat Aldi telah pergi masuk ke dalam lift.
"aku yakin kamu bisa melalui semua rintangan ini an, kalau begitu, ayo kita masuk ke kamar, kasian Alena dan Raka yang sudah lelah "
" iya kak "
Di tempat lain.....
Alva, Rose dan Bimo sedang membicarakan rencana pernikahan Alva dan rose. Di dalam pembicaraan ini, Alva juga menyeret nama Alena dan Anna.
Ya, mereka juga membahas rencana untuk mengambil hak asuh Alena dari Anna.
Tentu saja Bimo mencoba mengundur waktu Alva untuk mengajukan tuntutan itu. Dirinya benar benar tidak suka dengan rencana Alva yang mengatakan akan menculik Alena dari Anna jika dirinya kalah di sidang hak asuh Alena nanti.
' kau benar benar licik Al, aku tidak menyangka wanita ular itu akan mempengaruhi dirimu sampai sejauh ini ' batin Bimo.
Keesokan harinya....
Suasana pagi yang cerah membuat Anna terbangun dari tidurnya. Saat menatap sekeliling, senyumnya muncul.
" Suasana Baru, tempat baru, ruangan baru, dan kehidupan baru bersama Alena, ku harap aku dan Alena juga bayiku dapat bertahan sangat lama di tempat ini, hanya itu keinginan ku "
Anna melangkah menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
" telfon dari Bimo " gumam Anna pelan.
Jantung Anna perlahan mulai berdetak cepat. Kakinya mulai melemas karena takut jika ia menjawab malah Alva yang berbicara.
" bagaimana ini "
Jari Anna bergerak menggeser tombol hijau di ponselnya. Tak lama kemudian, suara seseorang pun terdengar dari ponselnya.
"Ha..halo.."
" Ini aku Bimo, kau jangan takut "
" ku..kukira Alva yang menelfon ku menggunakan ponselmu, aku takut dia telah menyadari kepergian kami "
" tidak, dia belum menyadarinya, apa kalian sampai dengan aman disana ?"
" ya, kami semua aman disini, di tempat yang kau rekomendasi kan "
" untunglah, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu "
" soal apa ?"
" Alva telah terpengaruh lebih jauh pada perkataan Rose "
" lalu, apa urusannya denganku ?"
" Mereka telah membicarakan rencana mereka padaku semalam "
" tentang apa ?"
" mereka berencana akan menikah 3 hari lagi dengan sangat mewah,aku tak tahu bagaimana wanita ular itu menghasut Alva sampai Alva menuruti apapun yang ia katakan "
" To the point "
" setelah menikah, mereka akan mengambil paksa Alena, Alva ternyata telah memasang alat pelacak ke semua mobil di rumah om Alex dan handphone mu, jadi lebih baik sekarang kau ganti handphone dan nomor telepon, lalu buang handphone mu sebelum rencana Alva terlaksana "
" baiklah, terima kasih atas informasinya Bim "
"Sama sama, nanti lagi, aku harus menemui mantanmu dulu "
"ya "
Tanpa Bimo sadari, seseorang berdiri tak jauh di belakangnya. Senyumnya muncul saat Bimo membicarakan soal rencana Alva pada Anna.