A FATHER

A FATHER
episode 32



" bagaimana aku bisa selamat ?" tanya Anna penasaran.


" ibumu berfirasat kalau perjalanan ke rumah nenekmu tidak akan mulus, pasti ada masalah yang dia tidak tahu apa yang akan terjadi, ibumu menitipkan mu pada Ayunda saat aku sedang berada di luar kota "


Anna menangis mendengar hal itu. Dia tidak menyangka kalau ibunya akan perduli padanya.


" papa akan mendukung apapun pilihan yang kau buat, papa pergi dulu ya "


" kemana pa ?"


" papa mau ke dokter dengan Naira, papa hanya ingin periksa kondisi papa " ucap Alex dengan senyuman.


" baiklah, papa hati hati di jalan "


" iya, kamu jangan lupa untuk makan, tadi kau belum sempat makan karena kedatangan keluarga Alva " ucap Alex di angguki Anna.


Alex tersenyum lalu melangkah keluar dari kamar Anna. Aldi yang telah menunggu Alex di ruang tamu sendirian, tersenyum menatap kedatangan Alex.


" Ayo kita pergi menemui Alva, aku benar benar sangat kecewa pada pria itu " ucap Alex dingin.


Anna tahu kalau Alex tidak pergi ke rumah sakit, dari senyuman Alex tadi, Anna tahu kalau Alex akan pergi menemui Alva atau keluarga Alva untuk meminta penjelasan.


" semoga papa tidak membuat perceraian ini batal " keluh Anna pada dirinya sendiri.


Keesokan harinya.....


Keluarga Anna dan keluarga Alva memasuki ruang sidang. Anna sangat khawatir kalau Alva akan memaksa mengambil Alena dari dirinya, lebih baik Alena tinggal bersama orang lain yang ia percaya daripada memberikan Alena tinggal bersama Alva dan rose, begitulah pikiran Anna.


Satu jam kemudian.......


Ya, Alva dan rose menginginkan hal asuh Alena, tetapi keluarga Anna dan keluarga Alva menolak dan menyetujui pendapat hakim bahwa Alena harus tetap bersama Anna sampai Alena dewasa.


Untung ada pembelaan untuk Anna dari Clara, Sintia dan Bimo, mereka membuktikan kalau selama Alena ada, Alva sangat jarang memberikan waktunya pada Alena, sedangkan rose sering kali memarahi Alena.


Akhirnya Anna bisa bernafas lega dan keluar dari ruang sidang dengan tenang tanpa memperdulikan Alva dan rose yang memendam amarah tak mendapatkan Alena.


Di parkiran kantor pengadilan......


Alva mendekati Anna yang akan masuk ke mobilnya bersama Alena.


" aku akan memberikan uang bulanan pada Alena, jadi kau tidak perlu khawatir tentang Alena " ucap Alva.


" kau pikir aku tidak sanggup membiayai anakku ? aku tidak akan miskin dengan merawat Alena, jadi kau tidak perlu repot untuk memberikan uang pada Alena, lebih baik kau urus urusanmu sendiri, soal Alena biar aku yang urus" ucap Anna ketus lalu masuk ke dalam mobil.


" sudahlah kak, dia benar benar wanita tak tahu diri, keluarganya saja tidak jelas, untung kau dan dia tidak memiliki hubungan lagi " ucap rose.


" tutup mulutmu rose! kau pikir aku akan menerima kau sebagai menantu keluarga Malviano ?! aku lebih baik menerima seorang putri pembantu untuk menjadi menantuku daripada wanita murahan sepertimu yang jadi menantu keluarga Malviano " ucap Sintia sebelum Alex membalas perkataan rose.


" Tante, aku bukan wanita murahan " ucap rose tak terima.


" ya kau bukan wanita murahan tapi kau wanita sampah yang tidak memiliki malu dan moral " ucap Aldi membuat rose semakin kesal.


" benar kak Aldi, aku suka dengan katamu, dia memang wanita sampah, bahkan wanita malam lebih baik daripada wanita ini " sindir Asti.


Rose yang tidak bisa membalas ejekan mereka memilih pergi masuk ke dalam mobil Alva. ' mereka benar, dia terlalu murah, bahkan lebih murah daripada sampah ' batin Anna.