A FATHER

A FATHER
episode 28



Anna mematung mendengar penjelasan dari rose. Tiba tiba Alva datang. Hal itu membuat rose langsung berbaring di tempat tidur lalu menutup tubuhnya menggunakan selimut.


" rose, kamu kenapa ?" tanya Alva lalu berjalan mendekati rose.


" iya kak, aku nggak enak badan "


" kamu udah minum obat ?"


" aku malas kak "


" kamu harus minum obat agar cepat sembuh "


" obatnya sangat pahit kak, aku tidak mau "


" aku akan membantumu minum obat, Anna cepat ambilkan obat penurun demam dan air hangat "


" aku tidak mau, dia hanya berpura pura sakit Al, coba kau lihat pakaian yang dia sembunyikan dengan selimut, apa menurutmu pantas seorang gadis memakai pakaian minim seperti itu di rumah sepupunya yang telah berkeluarga" protes Anna.


" jangan membantah, cepat ambilkan atau kita benar benar pisah kamar "


" lebih baik aku tidur di kamar Alena daripada terus berdebat denganmu karena manusia tidak penting itu "


" Anna !!" bentak Alva.


" aku lelah, lebih baik kau juga istirahat, jika kau benar benar membutuhkanku, aku ada di kamar Alena "


Anna langsung pergi menuju kamar Alena untuk beristirahat bersama anaknya yang telah terlelap itu. Alva mendengus lalu pergi ke dapur mengambil barang yang dibutuhkannya.


1 Minggu kemudian.....


Sekarang Anna telah bisa hidup normal kembali karena rose telah pindah ke rumah orang tua Alva. Itupun karena Anna memohon pada Reza dan Sintia agar membawa rose pergi, karena Anna tidak sanggup lagi mengurus rose yang luar binasa 😂.


Tapi sudah seminggu ini sikap Alva semakin berubah. Alva selalu pulang malam, kadang tidak pulang sama sekali. Hal itu membuat Anna semakin cemas dan curiga, sangat curiga pada Alva. Dia takut kalau Alva kembali menemui rose, Anna merasa ada hal besar yang Alva dan rose sembunyikan darinya.


Hari ini, setelah mengantar Alena ke rumah Alex, tentunya atas permintaan Alex, Anna melanjutkan aktifitasnya di rumah seperti hati biasa seperti menyapu dan membersihkan kamar.


Setelah bersih, Anna pun duduk santai di ruang tamu sembari melihat sosial media di handphone dan menikmati cemilan di meja.


Tiba tiba Alva datang lalu duduk di hadapan Anna. Wajah Alva tampak kesal dan menahan amarah, entah karena apa, tidak pernah Alva pulang dengan wajah seperti ini.


" kamu dari mana aja ? Alena dari kemarin nanyain kamu terus, kamu udah makan ? mau aku buatin sesuatu ? kopi ?" tanya Anna sembari meletakkan handphonenya di meja.


" aku ingin kau menandatangani surat ini "


Alva membanting surat yang ia pegang ke hadapan Anna. Lalu Alva pun mengusap wajahnya frustasi. Anna dengan wajah bingung membaca surat itu.


Raut wajah Anna perlahan memudar karena membaca judul dari kertas putih yang Alva berikan.


" kenapa kau melakukan ini ?" tanya Anna.


" aku ingin mengakhiri semuanya, aku lelah, aku hanya ingin hidup tanpa ada ikatan pada siapapun "


" aku lebih lelah Al, aku lelah menghadapi sikapmu, menghadapi sepupumu, menghadapi keluarga ku yang entah kapan masalahnya akan beres, tapi kau bukannya terus membantu ku untuk menyelesaikan masalah ini, kau malah memilih mundur dan membiarkan aku yang maju sendirian tanpa ada dukungan "


" Aku akan memberimu waktu 3 hari untuk menandatangani surat itu, setelah itu, aku yang akan memutuskan jika kau belum menandatanganinya "


Alva bangkit lalu berjalan pergi kembali masuk ke mobilnya. Meninggalkan rumah yang telah ia dan istrinya huni selama 3 tahun lebih.


Anna menangis dalam keputusasaan, dia bingung apa langkah yang akan dia pilih selanjutnya. Dirinya hanya berharap kalau Alva akan membatalkan keputusannya.