A FATHER

A FATHER
episode 3



" ck, jahat banget sih " ucap Sarah


" Guys, kalian harus tahu, ternyata ada berita kalau Naira udah nikah sama pengusaha kaya, katanya sih seorang pria duda gitu, tapi nggak dijelasin siapa nama pria itu " ucap Clara yang membuat Anna tersedak.


" Lo kenapa an ? sar tolong ambil minum " ucap Alva.


Tak lama kemudian Sarah datang membawa segelas air dan memberikannya pada Anna. Dia segera meminum air tersebut. Bimo menatap Anna dan Angelina dengan tatapan heran. 'mencurigakan' batin Bimo.


" Lo kenapa ? gue cuma ngomong kalau Naira udah nikah, Lo malah batuk, nggak biasanya, Lo batuk karena denger orang udah nikah " ucap Clara.


" kalo kalian ada masalah, cerita aja ke kami " ucap Bimo.


" nggak ada kok, cuma kaget aja, dari SMP dulu kan Naira nggak pernah pacaran sampai sekarang, eh taunya udah nikah aja " Anna tersenyum


" Lo yakin nggak ada masalah lain ?"


" iya, mana mungkin gue bohong, ntar jadi dosa"


Mereka menatap Anna dan Angelina, mereka tahu bahwa kakak beradik ini sedang berbohong. Sejak kecil mereka sudah bersahabat, jadi mereka sangat tahu bagaimana Anna dan Angelina jika sedang berbohong, tapi Anna bukanlah tipe orang yang mudah berbagi masalah hidupnya pada orang terdekat yang dia percaya.


" An, kami tahu kalau kalian lagi bohong, cobalah untuk berbagi masalah dengan kami, bukankah kita sudah menganggap bahwa kita adalah keluarga ?" bujuk Sarah.


Anna terdiam mendengar ucapan Sarah. Dulu saat akan lulus SMA, mereka berjanji akan selalu membagi masalah satu sama lain dan menyelesaikan masalah itu bersama serta menganggap bahwa sahabat adalah keluarga.


" tidak ada, aku tidak ingin memberatkan kalian dengan masalah keluarga kami, kalian juga punya kesibukan masing - masing, nggak selamanya kan kalian bisa membantu masalah orang lain, walaupun itu adalah kami " ucap Anna.


" lalu, selama ini kamu anggap kami cuma sebagai sahabat, apa kamu lupa dulu..."


" aku tidak melupakannya Bimo, aku juga telah berjanji akan menganggap kalian sebagai keluargaku, keluarga kami memang punya masalah, bahkan masalah yang sangat mengejutkan,tapi, aku nggak mau membebani kalian, sorry..."


" jadi... Lo tetap nggak mau cerita ke kami ?" tanya Alva sedikit sedih karena Anna tetap bersikeras menutupi masalahnya.


" mungkin lain kali aku akan mengatakannya pada kalian "


" Lo janji ?"


Malam harinya......


Anna dan Angelina telah pulang ke rumah. Aldi dan Diana pergi keluar karena Diana ingin membeli sesuatu. Jadi, dirumah hanya ada Naira, Anna, Angelina, dan Alex.


Anna duduk di sofa ruang tamu sembari menatap Instagram di handphonenya. Tiba - tiba Naira datang membawa sebuah paper bag, dia duduk di hadapan Anna.


" an, kamu siap - siap ya, papa minta kamu pakai gaun ini, kak Diana kok yang pilih untuk kamu tadi " ucap Naira tersenyum.


" ck, ngapain sih lo nyuruh - nyuruh gue, pergi sana, ganggu aja !"


" an, nanti keluarga Ken mau datang ke sini untuk bicarakan pernikahan kamu dan Ken, benar kata Naira, Diana yang memilih gaun itu untuk kamu " ucap Alex duduk di samping Naira.


" terserah papa, aku nggak suka kalau wanita itu mengatur hidupku pa, sampai kapanpun, aku nggak suka keberadaan Naira di rumah ini "


" jika kamu nggak suka dengan keberadaan istri papa, maka kamu boleh angkat kaki dari rumah ini, lagi pula, kamu sebentar lagi juga akan pergi dari rumah ini setelah menikah dengan Ken " Anna menatap Alex tak percaya.


" jadi... papa lebih mementingkan wanita itu dibandingkan putri kandung papa ?!"


" ya, karena papa telah menemukan pendamping hidup baru yang cantik dan bisa mengurus papa dengan baik "


" maksud papa apa ?" tanya Aldi yang baru masuk rumah bersama Diana.


" kalian boleh meninggalkan rumah ini jika kalian mau, papa tidak akan merasa kesepian lagi karena ada Naira di samping papa, dia yang akan membawa suasana baru dalam hidup papa setelah kepergian mama kalian "


" tapi mama meninggal itu karena keegoisan papa!! seandainya dulu papa percaya pada mama dan tidak menduakan mama, mungkin penyakit mama tidak akan bertambah parah!!" ucap Anna kesal.


" cukup Anna!!! kau hanyalah seorang anak!! jangan pernah mencoba menentang papa!! jika kau berani melakukannya, maka aku tidak akan ragu untuk menolak lamaran untukmu seumur hidupmu, papa lebih suka jika putri papa tidak menentang keputusan orang tuanya !" Alex pun pergi diikuti Naira setelah menyelesaikan ucapannya.


Anna duduk di sofa lalu menangis. Alex telah berubah, itulah yang Anna pikirkan sekarang. seorang ayah yang dulu begitu menyayangi dan memanjakannya, sekarang telah memarahi dan mengancamnya hanya untuk menutupi kesalahannya pada Ayunda ( istri pertama Alex, ibu tiga A).


Diana hanya bisa menenangkan tangisan Anna, dia tidak bisa membuat Anna yang keras kepala untuk mengerti keadaan Alex yang sekarang telah dipengaruhi oleh Naira.