
Sepasang kekasih yang duduk berdua di sofa adalah Alex dan Naira. Tetapi tampaknya Alex tak perduli dengan kehadiran Anna di hadapannya. Alex tampak sibuk menatap Naira yang tersenyum padanya.
" Pa...." ucap Anna pelan tapi masih bisa didengar orang lain.
Alex menatap sekitar lalu berdiri dan berjabatan tangan dengan Reza. Seolah olah, Anna tidak pernah ada di dekatnya.
" halo Reza, lama tidak bertemu, aku ingin berkunjung sekaligus melihat Asti yang katanya kemarin datang ke sini " ucap Alex ramah pada Reza.
Anna berdiri mematung melihat hal itu. Alva yang baru masuk ke ruang tamu setelah pergi dari toilet pun melihat hal itu dari saat Anna menyapa Alex.
Alva mendekati Anna lalu mengelus kepalanya, mencoba memberi kata agar bersabar dengan sikap Alex yang semakin dingin pada Anna.
" Alex, kenapa kau tidak menyambut putrimu juga, bukankah kalian sudah lama tidak bertemu ?" tanya Sintia.
" dia bukan putriku yang dulu lagi, kalau dia putriku yang baik dan penurut, dia pasti tidak akan melawan Naira sampai memfitnah nya" ucap Alex berterus terang.
Anna berdiri mematung setelah mendengar jawaban dingin dari Alex. Dia pikir, setelah waktu yang lama, Alex akan melupakan masalah Anna dan Naira lalu menerima permintaan maaf dari Anna yang selalu mengirimnya makanan atau bunga. Tetapi ternyata tidak.
" pa, apa kau masih marah padaku ?" tanya Anna.
" kau pikirkan saja sendiri, bukankah kau merasa lebih pintar dan lebih baik dalam masalah " ucap Alex tanpa menatap Anna sedetik juga.
" aku dan Anna permisi ke kamar dulu pa, ma " sahut Alva sembari menggenggam tangan Anna.
" iya, bawa Anna dan Alena ke kamar, mereka pasti lelah " ucap Sintia di angguki Reza tanda setuju.
" aku mau buatin minum dulu, permisi " ucap Asti lalu pergi.
Alva mengambil koper lalu membawa Anna pergi menuju kamar milik Alva dulu.
Di ruang tamu, suasana menjadi hening. Reza,Sintia dan Alex telah duduk di sofa ruang tamu, tidak ada kata untuk memecah keheningan diantara mereka.
" entahlah, aku tidak yakin dengan hatiku sendiri " jawab Alex memandang lurus ke depan.
" sebaiknya, kau memaafkan Anna, walaupun dia bukan putri kandungmu, tapi orang tua kandung Anna telah memberi amanah untukmu dan ayunda agar menjaga serta menyayangi Anna seperti putri kandung kalian " jelas Reza menatap sahabat kecilnya itu.
" aku tahu Reza, kau tidak perlu terus menerus mengingat kan diriku** "
Reza dan Sintia memilih bungkam karena Alex akan semakin keras kepala jika perdebatan ini dilanjutkan. Tetapi di dalam hati Alex, ada perasaan bersalah karena telah menyakiti Anna selama hidup Anna.
Asti yang datang ke ruang tamu untuk menghidangkan minum pun ikut bungkam, dia merasa sedang ada perseteruan antara kedua orang tua ini.
Di dalam kamar Alva....
Anna duduk termenung di balkon. Dia berpikir kalau Alex selamanya akan membenci dirinya. Anna teringat akan kenangan indah bersama Ayunda dan Alex dulu.
Alva mendekati istrinya yang tampaknya sedang bersedih. Rasa bersalah juga datang pada hati Alva melihat kondisi Anna yang selalu bersedih saat sendiri atau berdua bersama Alena.
" Anna, bagaimana kalau besok kita pergi jalan jalan ke suatu tempat ?" usul Alva dengan senyuman.
Anna hanya menggeleng lalu menunduk. Dia tidak ingin pergi bersenang senang sebelum masalahnya dengan keluarga Chandra selesai.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hai hai hai.......
Bagi kalian yang menyukai novelku ini, jangan lupa untuk like ya....
Terimakasih