
2 Minggu kemudian....
Anna telah berada kembali dirumahnya dan Alva. Setelah berjuang membujuk Alex agar mereka bisa pulang ke rumah. Hari ini Alva pulang cepat dari kantor karena rose akan menginap di rumah mereka.
Setelah memasak dan membersihkan kamar tamu dibantu Alva, mereka siap menyambut kedatangan rose.
Tepat pukul 13.00, roselinda telah sampai di rumah Alva. Mereka menyambut rose dengan senyum dan tawa bahagia.
" jadi bagaimana ? apa kau akan bekerja sebagai dokter disini ?" tanya Alva.
" iya kak, aku ingin bisa berkumpul lagi dengan keluarga kita, jadi aku memutuskan untuk bekerja disini "
" kau pasti lelah karena kau baru datang hari ini setelah mengemas semua barang mu yang ada di rumah lamamu, ayo kita makan lalu kau boleh istirahat " usul Alva di angguki rose.
Mereka pergi menuju meja makan. Oh iya, hari ini Alina menginap di rumah Sintia dan Reza, tentunya atas permohonan Sintia. Alva, Anna dan rose pun makan siang bersama.
Tapi, saat makan siang, rose dan Alva mengobrol bersama tanpa menghiraukan Anna yang turut mendengar cerita rose selama jauh dari keluarganya. Anna mulai merasa tersisihkan dan tidak dianggap di meja makan itu.
Setelah makan, Alva pamit pergi bekerja karena Bimo menelfon kalau ada rapat penting hari ini. Jadi di rumah tinggal Anna dan rose, karena semua pembantu diliburkan oleh Alva.
" ini kamar kamu rose, semoga kamu suka ya, ini kamar yang agak besar dibandingkan kamar yang lain, tenang aja, aku dan Alva telah membersihkannya dengan sangat bersih " ucap Anna ramah pada rose.
" apa tidak ada kamar yang lebih besar dari ini ? bahkan kamar di hotel milik kak Alva saja lebih besar dari kamar ini " komentar rose yang merubah gaya bicaranya
Anna menatap rose tak percaya. Tadi saat Alva ada dirumah, rose bicara lembut, tapi sekarang, rose bicara dengan meninggikan suaranya pada Anna yang jelas tuan rumah disini sedangkan rose hanyalah tamu.
" ck, apa salah kak Alva ya sampai dapat istri kayak Lo, lagipula, hidup Lo itu udah hancur sejak Lo masih bayi, tapi Lo juga mau hancurin hidup kak Alva "
" apa maksud kamu rose ?"
" nggak usah sok polos deh Lo, gue udah tau semua kejadian di hidup Lo, jangan jangan Alina bukan anak kandung kak Alva lagi, bisa jadi Lo selingkuh "
" jaga kata kata kamu ya rose, aku menghormati kamu disini karena kamu sepupu Alva "
" seharusnya kamu yang tahu diri, karena kamu seorang pria meninggal di hari pernikahannya, kalo tidak salah pria itu bernama Ken, apa kau tidak malu pada keluargamu yang hancur itu, bahkan sebelum kematian ibu sambung mu, sahabatmu sendiri menikah dengan ayahmu, semoga saja kak Alva tidak mengalami hal buruk karena menikah dengan wanita pembawa sial seperti dirimu itu " sindir rose membuat Anna merasa sangat kesal.
" oh ya, apa aku bisa tidur di kamar kalian, kamar suami istri pasti lebih besar dibanding kamar tamu "
" ya, kau bisa memilih sesukamu, tapi jangan salahkan aku jika aku mengadukan sikapmu pada Alva " ancam Anna.
" terserah padamu, kau pikir kakakku akan mudah mempercayai orang yang menuduh sepupunya yang telah kak Alva anggap sebagai adik kandungnya "
Anna menatap tajam rose, lalu dia pergi ke kamarnya. Hari ini adalah hari mengesalkan bagi Anna karena kehadiran rose dirumah mereka.
Anna merasa menyesal karena setuju dengan permintaan Alva untuk menerima rose tinggal disini, tapi Anna juga tidak bisa menolak permintaan Alva karena rumah ini adalah milik Alva, ditambah Alva adalah suami Anna yang tidak mungkin Anna tentang keputusannya.
Setelah meredakan emosinya, Anna memutuskan untuk membersihkan rumah karena hanya dirinya yang bisa melakukannya, mana mungkin rose akan mau membantu dirinya.