A FATHER

A FATHER
episode 29



3 hari kemudian.....


Anna dan Alva sedang duduk berhadapan di balkon kamar mereka. Hening, mereka sudah 10 menit saling diam dalam keheningan. Alva sibuk menatap handphonenya sedangkan Anna gelisah menatap surat yang Alva berikan 3 hari yang lalu.


Anna belum menandatangani surat itu karena ragu, dia takut Alena yang akan menderita akibat keegoisan Alva dan Anna.


" aku pikir kau sudah menandatangani surat itu sebelum hari ini, ternyata kau takut jika Alena..."


" aku tidak akan menandatangani surat ini "


" kau tahu Anna, aku tidak mencintaimu lagi, cintaku sudah hilang untukmu, aku ingin kita selesaikan semua hubungan ini dan hidup masing masing, aku akan memberi nafkah pada Alena, jadi kau tidak perlu khawatir "


" tolong berikan aku waktu untuk menandatangani surat ini, karena ini bukanlah perkara mudah, hal ini juga menyangkut Alena dan keluarga, aku tidak ingin Alena menderita karena kita "


" aku sudah memberikanmu waktu 3 hari untuk memikirkannya"


" keputusan ini harus dipikir secara matang Al, ku mohon, cabut gugatan mu "


" aku bukan orang yang mudah mencabut keputusan ku, ini semua sudah kupikirkan sejak satu bulan yang lalu, jadi kau tidak perlu khawatir "


" Al..."


" cepat tanda tangan atau aku akan memaksamu dengan caraku "


" tidak, aku tidak ingin Alena merasakan hal pahit seperti hidupku "


" hidupmu sudah lama menderita, jadi kau bisa membantu Alena seperti kau menyelesaikan masalahmu "


" kau benar benar jahat Al, aku membencimu "


" aku memang jahat dan kau baru menyadarinya sekarang "


" aku salah karena mencintaimu terlalu dalam"


" semua adil dalam cinta, jika kau mencintai maka kau akan dicintai, tapi nasibmu berbeda, kau mencintai tapi tidak dicintai "


" tidak perlu, aku akan memberi tahu mereka saat sidang terakhir kita "


Anna terdiam lalu menatap Alva. Sedangkan Alva menatap Anna dingin lalu menatap handphonenya lagi. Anna memikirkan langkah yang akan dia ambil.


" apa alasanmu melakukan ini ?"


" karena aku bosan hidup denganmu, kau sudah tidak memiliki tempat di hidup dan hatiku, aku muak dengan sikapmu yang terlalu posesif padaku dan manja, kau selalu membasahi bantal dengan air matamu, aku tidak menyukaimu lagi, kau berbeda dengan Anna yang dulu, Anna yang tegas dan ceria sekarang berubah menjadi Anna yang manja, cengeng, posesif dan cerewet, aku tidak suka hal yang seperti itu "


" kalau hanya itu, aku akan berubah menjadi Anna yang dulu "


" apa kau benar benar akan berubah menjadi Anna yang penurut seperti saat Alena belum ada ?"


" ya, aku akan melakukannya, asalkan kau mencabut gugatan ini "


" baiklah, aku akan mencabutnya asalkan kau memberiku surat izin agar aku dan rose dapat menikah "


" apa ?!"


" hanya itu syarat dariku "


" jadi, kau dan rose memiliki hubungan di belakangku ?"


" tentu saja, bahkan sekarang rose sedang mengandung anakku 3 bulan "


Anna terperangah mendengar pengakuan Alva. Mata Anna terasa mulai memanas, tak lama kemudian air mata Anna jatuh.


" aku kecewa padamu, aku sangat kecewa !!"


" aku tidak mencintaimu lagi "


" kau selalu membela rose karena dia sedang mengandung, aku paham, seorang pria akan melindungi wanitanya dengan sangat baik, di matamu aku hanyalah istri tak berguna, kurang merawat diri, ibu yang cerewet, pembantu yang pantas disakiti dan budak yang selalu menuruti paksaan tuannya, itu aku, aku yang bodohnya percaya pada orang yang jelas mengkhianati ku"


" perkataan mu ada benarnya, lalu apa keputusanmu ?"