
" perkataan mu ada benarnya, lalu apa keputusanmu ?" tanya Alva membuat Anna diam sebentar.
" lebih baik aku berpisah daripada diduakan oleh orang yang tidak mencintaiku "
Anna langsung menandatangani surat yang ada dihadapannya. Dia begitu sakit hati dan marah karena ucapan Alva tadi tentang rose yang hamil, sehingga Anna melupakan nasib yang akan dialami Alena. Setelah ditandatangani, surat itu Anna lempar ke meja di hadapan Alva.
" apa kau yakin memilih bercerai ?"
" ya, aku benar benar tidak tahan lagi dengan dirimu "
" kau memang gadis yang pintar "
Alva mengambil surat itu lalu pergi keluar kamar. Anna menangis dan berteriak, hatinya begitu hancur melihat Alva yang pergi tanpa menatapnya.
" aku benci dunia ini!! benci !!" teriak Anna frustasi.
3 Minggu kemudian.......
Anna dan Alena telah pergi kembali ke rumah Alex. Saat Anna ditanya kenapa tinggal lama di rumah Alex, Anna hanya menjawab kalau mereka merindukan keluarga Alex dan tidak ingin mengganggu Alva yang sedang sangat sibuk.
Sidang perceraian Anna dan Alva telah berjalan 2 sidang. Tinggal menunggu 5 hari lagi untuk sidang ketiga, menentukan apakah Anna dan Alva akan bercerai atau tidak.
Alva tidak melupakan Alena, hampir setiap malam Alva selalu menelfon Alena, tapi tidak pernah bertanya soal Anna. Tentu saja Anna tahu kalau rose telah kembali tinggal bersama Alva, dan Anna memilih diam tanpa protes, lagipula sebentar lagi sidang ketiga, itulah yang Anna pikirkan untuk menguatkan hatinya.
Keluarga Alva dan Anna belum tahu soal perceraian yang sedang dilakukan mereka. Alva rela membayar orang untuk tutup mulut dan tidak menyebarkan kabar ini.
Bahkan sahabat mereka belum tahu akan kabar ini. Terutama Bimo, yang paling dekat dengan Alva karena dia sekretaris Alva, belum tahu kalau kedua sahabatnya akan bercerai.
4 hari kemudian.....
Hari sidang terakhir akan dilakukan besok. Keluarga Alva dan keluarga Anna sedang berkumpul di rumah Alex atas permintaan Alva.
Semua orang terdiam hening setelah mendengar Alva yang membahas perceraian. Tapi Alva tidak mengatakan kalau dirinya dan Anna akan sidang terakhir besok.
" Apa kau dan Anna sedang mengurus perceraian ?" tebak Aldi yang sedikit mengerti maksud ucapan Alva.
" apa itu benar Alva ?" tanya Sintia cemas, takut tebakan Aldi benar.
" menurut kalian ?" tanggap Alva tenang.
Rose menatap Alva dengan senyum tipis. Dia sangat ingin mendengar Alva berkata kalau Anna dan Alva akan sidang ketiga besok.
" kenapa kau melakukan ini ?" tanya Reza.
" karena aku muak dengan Anna, aku merasa kalau aku dan Anna tidak cocok lagi untuk melanjutkan hubungan ini " sahut Alva.
" tolong jangan lanjutkan perceraian ini, mama mohon " pinta Sintia dengan air mata.
" aku lelah, menghadapi semua masalah yang tidak berhenti, setiap aku bahagia, selalu ada masalah yang akan datang " sahut Anna.
" lalu bagaimana dengan bayi...."
" aku tidak ingin perceraian ini batal kak, aku hanya ingin bahagia, apa aku manusia yang harus selalu berduka ? apa aku tidak bisa bahagia dengan anakku ? Alva memang benar, aku tidak bisa lagi menjadi istri yang baik untuknya "
" apa alasan kalian melakukan ini ?"
Anna menatap Alva yang bingung dengan ucapan Diana mengenai bayi yang langsung disela Anna.
" aku menemukan pengganti Alva yang ku rasa menerimaku apa adanya, bukan memintaku melakukan seperti orang lain lakukan, aku hanya ingin bahagia bersama Alena "
Alex menatap Anna. Dia yakin kalau Anna sedang berbohong.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
tolong dong beri like untuk karya author.
Kalau kalian emang kurang suka dengan alur ceritanya, tolong bilang ke aku ya 🙂