
Di dekat gerbang kampus Angelina.......
Mobil Anna telah berhenti. Angelina menatap kakaknya yang kelihatan kesal. Tetapi Angelina memilih bungkam dan pergi ke luar dari mobil Anna, daripada nanti kena amarah kakaknya.
Setelah Angelina pergi, Anna melajukan mobilnya menuju kantor Alva. Hari ini dia sudah berjanji akan mengatakan masalah keluarganya pada sahabat sahabatnya.
Skip.....
Anna telah sampai di lantai ruangan Alva berada. Ya, Anna telah berada di kantor Alva. Bimo yang sedang pusing menatap tumpukan berkas di mejanya langsung teralihkan saat mendengar langkah sepatu Anna yang mendekatinya.
" Anna, tidak biasanya kau datang ke kantor Alva pagi pagi begini " ucap Bimo bingung.
" apakah Alva ada di ruangannya ?"
" tentu saja, Alva ada di sana, apa hari ini kau akan menceritakan masalahmu pada kami ?" Anna menjawab pertanyaan Bimo dengan anggukan kepala.
" ayo masuk, sebentar lagi Sarah dan Clara akan datang ke sini "
Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan Alva. Tampak Alva juga sedang pusing menatap berkas yang menumpuk di tangannya. Tanpa izin, Anna langsung duduk di sofa ruangan Alva.
" permisi tuan Alva, sahabatmu ini telah datang" ucap Sarah dan Clara yang baru masuk keruangan Alva.
" oh " jawab Alva dingin, seperti biasa.
Mereka duduk bersama di sofa. Anna masih bingung ingin memulai ceritanya dari mana.
" apa kau akan membiarkan kami terlalu lama menunggu kau berbicara ?" sindir Alva.
" Naira adalah istri kedua papa setelah mama"
" ohh... APA ?!!!" ucap mereka kompak.
" ya, Naira telah menjadi nyonya Alex Chandra, menggantikan posisi mamaku "
" kapan dan bagaimana bisa ?!"
" papa dan Naira menikah 2 bulan sebelum mama meninggal, dan kami tidak bisa berbuat apapun, papa bilang, dia menikahi Naira agar bisa membangkitkan lagi perusahaan kami yang diambang kehancuran dulu "
" tidak, aku tidak bisa dan tidak akan mau mengganti posisi mama sebagai seorang ibu, walaupun Naira telah menjadi istri papa, aku benar benar benci pada papa karena telah menghancurkan keluarga kami, dia membuat penyakit mama bertambah parah karena keegoisannya "
" tapi... bukankah semua itu om Alex lakukan agar perusahaan kalian tetap berjalan ?" ucap Bimo.
" Bim, Lo itu dukung papa atau gue ?!" ucap Anna emosi.
" gue dukung Lo an, tapi, menurut gue ada yang nggak bener di pernikahan Naira dan om Alex "
" ya, aku juga merasa ada yang akan terjadi setelah ini "
" menurutku, firasat seorang anak benar, aku yakin ada maksud lain Naira menjadi nyonya Chandra " ucap Alva.
" Naira bukanlah orang yang mudah diajak pacaran apalagi menikah, kita mengenal Naira sejak kecil " sahut Clara
" semoga saja tidak ada hubungannya dengan pembunuhan ataupun kekerasan, karena aku sangat membenci hal itu " ucap Anna.
" ngomong ngomong.... kamu dan Ken kapan akan menikah an ?"
" sekitar 5 hari lagi, kalian semua harus datang, tidak boleh ada alasan, ajak juga keluarga kalian " ucap Anna semangat
" tentu saja, kami akan datang "
Jam 11.00.....
Anna baru pulang ke rumah. saat akan memasuki dapur, Anna mendengar percakapan yang sangat membuatnya kaget dan cemas.
Dia segera merekam percakapan wanita yang sedang menelfon di dapur. Lalu Anna berlari tanpa suara menuju kamarnya. ' mereka harus mendengar percakapan ini ' batin Anna. Dia langsung bergegas mandi untuk menghilangkan rasa takut dan cemasnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai para readers....
semoga kalian suka dengan cerita novel aku ini. cerita ini sebagian besar diambil dari kejadian nyata seseorang.
terima kasih atas perhatiannya