A FATHER

A FATHER
episode 19



" kurasa lebih baik kalian menginap di rumah papa, karena sudah jam 10 malam, lagipula, pesta ini sebentar lagi akan berakhir " usul Alex.


Anna terdiam lalu menatap Alena yang bersemangat saat Alex mengizinkan mereka menginap di rumah Alex.


" tapi, Alva..."


" aku tadi sudah menanyakan hal ini pada Alva, dia mengizinkannya, Alva juga akan ikut menginap di rumah papa " jelas Alex.


" bagaimana ?" tanya Aldi yang datang bersama Diana.


Anna menatap mereka lalu mengangguk setuju.


" baiklah, tapi hanya untuk malam ini, besok pagi kami akan pergi, karena aku tidak ingin menyusahkan papa " ucap Anna membuat raut wajah Alex sedih.


" tidak bisakah kau mendengarkan ku Anna ?" tanya Alex.


" aku selalu mendengarkan apa kata papa, tapi, aku hanya tidak ingin membuat papa kerepotan, lagi pula, aku sudah memiliki rumah lain tempatku bernaung bersama Alena, aku bukan Anna yang seperti dulu "


" jadi, karena kau telah menikah, kau menolak tinggal sedikit lama di rumah papa ?" tanya Alex membuat Anna bungkam.


" bukan begitu pa "


" kalau begitu, menginap lah beberapa hari di rumah papa, papa begitu merindukan keluarga kita berkumpul bersama lagi, kalian begitu sibuk dengan urusan kalian sendiri, apalagi angelina telah menikah, dia akan sibuk mengurus keluarga barunya "


Anna menghela nafas lalu berkata, " baiklah alena akan menginap beberapa hari di rumah papa "


" papa tidak meminta hanya Alena yang menginap, melainkan kau dan Alva juga harus ikut "


Alva mendekati Anna yang tampak sedikit berdebat dengan Alex. Dia tidak ingin Alex mengeluarkan kata kasar yang membuat Anna sakit hati lagi.


" baiklah, kita akan menginap di rumah papa selama beberapa hari, besok aku akan pulang ke rumah dan mengemas beberapa pakaian kita " ucap Alva tersenyum.


Anna menatap Alva tidak percaya. Bukannya membantu Anna menolak permintaan Alex, Alva justru menerima permintaan Alex dengan senang hati. Dengan terpaksa, akhirnya Anna menyetujui untuk menginap beberapa hari di rumah Alex, tapi hanya demi Alena dan Alva.


Pagi - pagi Anna telah bangun dan memasak sarapan seperti pagi biasa dalam kebiasaannya. Dia tidak menyadari kalau Naira ada di sana memperhatikan dirinya dari jauh. Tapi, Anna bukanlah orang bodoh yang tidak menyadari kehadiran seseorang yang menatapnya tajam.


" selamat pagi nai, apa kau memiliki masalah ? kenapa kau sedari tadi menatap diriku ? apa ada yang salah padaku ?" tanya Anna tiba tiba membuat Naira kaget.


Padahal jarak antara dirinya dan Anna sekitar 18 meter. Naira mendekati Anna yang sibuk memotong sayuran.


" kau tahu kalau..."


" kau pikir aku buta ? aku tahu kalau kau memperhatikan diriku sejak awal aku masuk ke dapur, apa kau memiliki masalah jika ada yang memasuki dapur ?"


" Anna! bisakah kau menghormati diriku, aku ibumu "


" bukan, kau bukan ibuku, ibuku hanyalah ibu kandungku, mama Ayunda dan mama Sintia, kau tidak termasuk dalam daftar manapun di hidupku "


" Anna ?!!!" teriak Naira lalu mengangkat tangannya untuk menampar Anna.


Tetapi, Anna dengan cepat dan elegan menangkap tangan Naira yang akan melayang ke arah wajahnya. Dengan senyum meremehkan, Anna melempar tangan Naira.


" kau tidak bisa menyentuh diriku lagi Naira "


" kau benar benar menyebalkan !!"


" jika aku sangat menyebalkan, lalu kau apa ?" sindir Anna lalu melanjutkan pekerjaannya memotong sayuran.


Alex yang melihat semuanya dari atas tangga, langsung menghampiri mereka. Naira yang melihat kedatangan Alex langsung tersenyum karena Anna pasti akan dimarahi oleh Alex lagi.


" mas...."


" cukup Naira, kau selalu mencari masalah pada semua orang, aku benar benar lelah dengan sikapmu itu "


Naira yang mendengar perkataan Alex langsung bungkam. Dia tak percaya kalau Alex tidak membelanya di hadapan Anna.