
Keesokan harinya......
Siang hari ini, tepatnya jam 14.00, Alva menelfon Anna untuk memberitahukan bahwa dirinya akan pergi untuk rapat penting di Inggris.
Tentu saja Anna sedikit sedih karena Alva dan Bimo tidak bisa berunding dengan mereka untuk sementara waktu.
Lalu Anna pun pergi ke kafe Clara untuk menunjukkan hasil rekaman semalam. Setelah Sarah datang, Anna memutar rekaman itu di laptop miliknya.
Sarah dan Clara tampak terkejut dengan hasil rekaman itu. Mereka tidak menyangka bahwa Naira akan berani mengancam dan menyakiti Anna.
" apa Naira memiliki dendam padamu ?"
" entahlah, aku rasa aku tidak pernah melukai hati Naira, aku selalu baik padanya "
" kita tidak boleh gegabah dengan menanyakan hal ini langsung pada Naira, kita butuh rencana untuk membuat Naira mengakui semuanya di hadapan keluarga Chandra " ucap Clara disetujui oleh Anna dan Sarah.
" tapi bagaimana kita mengawasi Naira ? dia sekarang sudah menguasai bagian rekaman kamera cctv, tidak mungkin kita meletakkan kamera pengawas di rumah "
" iya juga ya, kan sebentar lagi Anna dan Alva akan menikah " ucap Sarah.
" dengan meletakkan mata mata di rumah om Alex, semua orang tidak akan tahu bahwa orang yang bekerja di sana adalah seorang pengawas rahasia, dia bekerja cukup rapi dan teratur, sehingga orang orang tidak akan menyadarinya "
" kau benar, kalau kita menyuruh anggota keluarga, pasti akan ketahuan oleh Naira yang super licik, jadi kita butuh bantuan orang lain "
" tenang saja, aku punya teman yang bekerja untuk urusan ini, dia pasti akan membantu kita dengan menyamar menjadi pembantu di sana atau menjadi pelayan pribadi Naira "
" baiklah, kau harus cepat menghubungi orang itu " ucap Anna bersemangat**.
Clara mengangguk lalu menelfon orang yang dia maksud. Hp Anna berdering, ada telfon dari Aldi. Tampaknya kepergian Anna kesini tanpa izin sudah diketahui oleh kakaknya. Anna mengangkat telfon di luar ruangan Clara.
" halo kak, ada apa ?"
" kamu dimana an ?"
" papa mencari mu ada hal yang ingin dia bicarakan mengenai Naira "
" baiklah aku akan langsung pulang, apa masalah ini akan rumit kak ?"
" kau akan tahu sendiri di rumah nanti "
Aldi langsung mematikan telfon, tampaknya ada masalah baru di rumah Chandra akibat ulah Naira. Anna mengernyit bingung lalu masuk kembali ke ruangan Clara.
"an, kau darimana ?"
" sepertinya nyonya Alex sedang membuat masalah baru di rumah, aku disuruh pulang oleh kak Aldi, sampai bertemu besok "
" hati hati di jalan " ucap Clara dan Sarah bersamaan dengan Anna yang sudah di pintu ruangan Clara.
" ku harap rencana kita berjalan lancar " ucap Anna lalu melangkah pergi menuju mobilnya yang terparkir di parkiran kafe Clara.
Anna melajukan mobilnya menuju rumah alex. ' benar benar wanita menjengkelkan, semalam mengancam ku, sekarang dia membuat onar lagi di rumah, tampaknya wanita itu butuh suasana menyedihkan agar otaknya itu bisa normal kembali, aku harap orang suruhan Clara akan bertugas dengan baik untuk kami dan Naira ' batin Anna.
Sesampainya di halaman rumah, Anna langsung berlari masuk ke ruang tamu tanpa memarkirkan mobilnya di garasi terlebih dahulu. Suasana di ruang tamu tampak menegangkan.
Raut wajah Alex tampaknya sedang menahan emosi. Seluruh orang yang ada di ruang tamu langsung menatap Anna. Dia merasa ada hal yang tidak beres di rumah ini.
" Anna..... apa benar kau...."
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝**
Author sangat berterima kasih pada kalian yang sudah membaca dan menyukai novel ini. Aku harap kalian bisa membantu author untuk mengembangkan novel ini agar lebih baik kedepannya.
Terima kasih 🙂