
" tapi Al, aku lagi masak kue yang kamu minta, ada salahnya jika rose yang bukain pintu "
" kamu harus diberitahu berapa kali lagi sih an ? kamu tahukan kalau rose disini adalah sepupuku dan tamu, cepat sana bukain pintu, jadi istri kok membantah suami terus " sindir Alva yang langsung menusuk di hati Anna.
Baru kali ini Anna mendapat sindiran kasar dari Alva. Anna menghela nafas menahan rasa sakit dihatinya, lalu dia mencuci tangan dan pergi membukakan pintu untuk tamu yang sedari tadi membunyikan bel rumah. Ternyata yang datang adalah Sintia, Reza, Alena dan Alex.
" eh papa, mama, silakan masuk " ucap Anna tersenyum.
" an, kamu lagi ngapain ?" tanya Sintia melihat penampilan Anna yang sedikit kacau.
" aku lagi masak kue untuk rose dan Alva ma "
" apa kalian sudah makan malam ?" tanya Alex.
" rose dan Alva sudah pa "
" kenapa kamu belum makan an ?" tanya Sintia cemas.
" aku akan makan setelah kuenya masak ma"
" kau tahukan kalau kau tidak sendiri, masih ada anak yang harus kau jaga sebaik mungkin selain Alena " ucap Alex pelan, dia menatap Anna yang tampaknya sedang bersedih.
" aku tak apa apa pa, apa kalian sudah makan ?"
" ya, kami sudah makan, oh iya, sebentar lagi Aldi dan Diana akan datang bersama anak mereka "
" benarkah ? aku sudah sangat merindukan kak Diana "
Mereka pun masuk dan pergi menuju meja makan. Disana ada rose dan Alva yang sedang mengobrol bersama, tampaknya Alva lebih suka mengobrol dengan rose daripada Anna. Alena yang sedang digendong oleh Reza, langsung minta diturunkan, Alena berlari memeluk sang ayah yang sibuk mendengar cerita rose.
" papa..." ucap Alena.
" eh anak papa sudah pulang, apa harimu menyenangkan bersama kakek dan nenek ?" tanya Alva sembari mendudukkan Alena di pangkuannya.
Alena hanya mengangguk bahagia. Anna yang melihat Alva begitu menyukai cerita rose, menjadi sedikit cemburu.
Anna benar benar merasa lelah. Dia harus menanggung hukuman dari Alva atas kebohongan rose. Karena Anna tidak sengaja mendorong rose sampai jatuh dari tangga, Alva langsung memberikan hukuman pada Anna, yaitu Anna harus membersihkan rumah tanpa pembantu selama 3 hari.
Anna menolak keputusan Alva karena dirinya harus merawat Alena yang sedang sakit, ditambah Anna yang sedang hamil 1 bulan 2 Minggu, Alva belum tahu mengenai kehamilan kedua Anna karena Anna ingin memberi Alva kejutan di hari ulang tahun Alva yang akan terjadi 4 hari lagi.
Tapi Alva adalah orang yang keras kepala, jika Anna tetap menentangnya, maka Anna tidak akan sanggup dengan kemarahan yang dia hadapi dari Alva.
Ditambah lagi, rose selalu memerintah Anna seenak hatinya, jika Anna menolak, maka Alva akan memarahinya. Anna tidak ingin ada keretakan di pernikahannya dengan Alva.
Saat ini Anna sedang menidurkan Alena setelah memberi Alena makan dan minum obat. Tiba tiba rose datang, dia membuka pintu kamar Anna cukup keras, untungnya Alena sudah nyenyak tidur.
" Anna !" bentak rose.
" ada apa rose ? tolong jangan berteriak, Alena sedang tidur "
" kau pikir aku perduli dengan anakmu yang tidak berguna itu "
" tolong jaga ucapan mu rose "
" kau bukan siapa siapa bagiku "
" rose !"
" kau berani membentak ku?!"
" cukup, aku tidak ingin lagi mendengar kau menghina anakku lagi !"
" cih, dasar wanita rendahan "
" tutup mulutmu "
" kau mau apa jika aku tidak mau menutup mulutku ?! apa kau akan mengadu pada kak Alva kalau aku mengatai anakmu ?! kau dan anakmu sama sama tidak berguna dan rendahan, bahkan orang tuamu saja tidak jelas"
" cukup rose!!"