
2 hari kemudian.......
Anna sedang berhadapan dengan keluarga Chandra. Dia merasa sangat gugup, rasanya seperti sedang menjalani tes ujian saja.
Walaupun ada Alva dan Alena yang menemani dirinya untuk berhadapan dengan Alex, Anna tetap saja merasa takut karena tatapan dingin Alex yang seolah menatap Anna seperti hakim yang akan menjatuhkan hukuman pada penjahat saja.
" Anna..!?" ucap Alex tegas membuat Anna dan yang lainnya kaget.
" i..iya pa ?" sahut Anna gugup setelah meredakan jantungnya yang berdetak cepat karena kaget.
" apa kamu membenci papa ?"
Anna diam sejenak lalu berkata " tidak pa, aku tidak memiliki dendam apapun pada keluarga Chandra, aku tahu aku hanya keluarga asing disini karena aku hanyalah...."
" diam !!" ucap Alex membuat Anna kembali menunduk takut.
Alex menghela nafas lalu berjalan mendekati Anna. Saat didekat Anna, Alex berdiri ditempat lalu menatap Anna.
" papa menerimamu lagi di rumah keluarga chandra " ucap Alex lembut membuat anna terpaku menatap Alex.
" pa..pa... " sahut Anna menatap Alex.
" bukan berarti papa memaafkan perbuatan mu pada Naira, walaupun hal itu sudah lama terlewati, tapi aku tidak akan pernah lupa dengan perkataan pedas mu pada istri papa " sambung Alex sebelum Anna melanjutkan kata katanya.
Anna menatap Alex sendu. Air mata ingin kembali membasahi wajah Anna yang semakin memucat dari kemarin.
Alva yang duduk di samping Anna, langsung mengusap pundak Anna, agar Anna tidak kembali bersedih yang akan berpengaruh juga pada dirinya dan Alena.
" aku yang memutuskan keputusan di keluarga ini, bukan kau, Anna, Alva, lebih baik kalian pulang atau menginap disini, terserah pada kalian, aku dan Naira akan pergi, nanti malam kami akan pulang lambat jadi jangan mengganggu kami " tegas Alex lalu pergi keluar rumah diikuti Naira yang tersenyum sinis pada Anna sebelum melangkah pergi keluar rumah.
" kak Anna, kamu harus bersabar menghadapi sikap papa yang semakin keras kepala, aku yakin ini semua pasti karena Naira yang selalu menghasut papa " ucap Angelina menatap Anna cemas.
Anna tak menanggapi perkataan adiknya. Dirinya langsung berjalan pergi keluar dari rumah, tentunya diikuti oleh Alva yang menggendong Alena.
" Anna !!" panggil Diana, tetapi Anna tetap berjalan tanpa menoleh ke belakang.
Setelah Anna dan Alva masuk kedalam mobil, mereka pergi meninggalkan rumah Alex. Di perjalanan, Anna hanya diam sembari menggendong Alena, dia mengira Alex akan memaafkan dirinya, walaupun Naira lah yang bersalah.
" Anna, kau harus bersabar, aku yakin, papamu akan berubah pikiran dan memaafkan mu " ucap Alva memecah keheningan diantara mereka.
" aku tidak tahu harus bersabar berapa lama lagi va, karena aku ingin semuanya seperti dulu, keluarga Chandra yang harmonis dan tidak pernah bertengkar "
" aku yakin, semuanya akan kembali seperti dulu An, kamu harus yakin pada diri kamu sendiri "
Anna menatap Alva sebentar lalu mengangguk. Semoga saja apa yang Alva yakinkan itu benar benar terjadi, itulah yang Anna pikirkan saat ini. Dirinya benar benar pasrah pada takdir yang menentukan hidupnya.
Matahari perlahan tenggelam di arah barat, pertanda bahwa malam hari akan segera datang. Sebuah mobil mewah yang melintasi jalanan menuju sebuah rumah, tampak serasi dengan langit senja ini.
Tanpa Alva sadari, Anna telah tertidur sembari menunduk dan memeluk Alena dengan penuh kasih sayang.
Anna merasa lelah dengan masalah yang selalu datang padanya karena Naira, ingin rasanya Anna berteriak di depan semua orang bahwa dirinya sangat ingin bahagia bersama keluarganya tanpa ada satupun masalah.
Keluarga yang dulu menyayangi dirinya, sekarang memusuhi dirinya hanya karena seorang wanita bernama Naira amanda, yang dulu adalah seorang sahabat baik Anna sedari kecil.