
Anna memilih duduk di kursi daripada mengikuti keluarga Chandra untuk berfoto bersama. Alva mendekati Anna. Dia tahu kalau Anna sedang sedih dan galau.
" Anna, apa kau tidak ikut berfoto dengan adikmu ?"
" tidak, aku akan menunggu nanti saja, kalau kau mau, pergilah "
" kau takut jika papa Alex menatapmu kan ?"
" tidak papanya Alena, pergilah jika kau ingin difoto, aku bisa nanti saja, aku hanya tidak ingin merusak kebahagiaan papa "
" aku tidak akan difoto jika kamu tidak ada "
" kau takut ?"
" tidak, hanya saja..."
" hai Anna, Alva, lama tidak bertemu " ucap Sarah yang datang bersama Bimo.
" oh hai, kalian apa kabar ?" sapa Anna.
" kami baik, dimana Alena ?"
" bersama papa, mereka ada di panggung "
" kenapa kau tidak ikut berfoto bersama ?"
" aku sedang malas bergerak "
" kau... masih bermusuhan dengan om Alex ?"
Anna diam mendengar pertanyaan Bimo, dia memilih menatap kearah Alena yang tampak senang bersama Alex. Tetapi, di samping Alena ada Naira yang tersenyum pada Alena.
" maafkan Bimo an, kau ini !" ucap Sarah lalu menatap bimo yang tersenyum.
"maafkan aku "
" menurut kalian, bagaimana jika aku digantikan oleh seseorang untuk menjadi ibu Alena ?" tanya Anna tiba tiba membuat Bimo yang sedang minum tersedak.
" kenapa kau bertanya hal itu ? bagaimanapun juga aku tidak akan pernah mengganti posisimu sebagai ibu Alena " tegas Alva.
" bagaimana jika ada wanita yang ingin mengganti kan diriku ?"
Alva, Sarah dan Bimo menatap Anna serius. Anna tersenyum menatap mereka, bukan senyum gurauan yang Anna tunjukkan, melainkan senyum kepedihan. Air mata perlahan mengalir membasahi pipi Anna.
" seseorang pasti sedang menunggu jawaban dari pertanyaan ku ini, dan kau pasti bisa menjawab itu Alva " ucap Anna lalu pergi ke toilet tanpa menunggu jawaban dari Alva.
" Alva, apa kau memiliki hal yang kau rahasiakan dari Anna lalu Anna mengetahui rahasia mu diam diam ?" tanya Sarah yang sedikit mengerti maksud dari perkataan Anna.
Alva terdiam lalu berpikir kesalahan yang dia tutupi dari Anna. ' sepertinya, bangkai yang selama ini ku tutupi, tercium juga oleh Anna ' batin Alva.
Di toilet.....
Anna masuk kedalam toilet lalu menangis. Dia ingin sekali marah, tapi, dia tidak ingin merasakan kehilangan lagi, ditambah, ada Alena yang juga akan merasakan dampaknya.
" kenapa begini !!" teriak Anna.
Hati Anna begitu hancur saat mengetahui rahasia yang Alva sembunyikan selama 2 tahun, terbongkar juga oleh sahabatnya sendiri yang memberitahu Anna.
Sekarang Anna merasa bingung, antara membongkar rahasia Alva dan pergi bersama Alena tanpa kembali lagi, atau memaafkan kesalahan Alva dan menghabiskan sisa hidupnya bersama Alva demi Alena.
' hidupku selalu menyedihkan, apa aku tidak pantas mendapat orang yang membuatku bahagia, kenapa takdir tidak pernah adil untukku, pertama orang tua kandungku, lalu mama ayunda, setelah itu papa Alex dan Naira, Ken meninggal karena kecelakaan, lalu pekerjaan ku dan Sarah, sekarang, Alva...' batin Anna.
Setelah meredakan tangisnya, Anna merapikan riasan wajahnya lalu pergi menghampiri Alena yang asik duduk bersama Alex.
" Anna, kau darimana saja ?" tanya Alex.
" aku dari toilet om Alex, Alena..."
" tadi kau menyebutku apa ?" Alex menatap wajah Anna.
" aku.... maaf om "
" aku adalah ayahmu, bukan om mu " sahut Alex tegas.
" maafkan aku "
" bukan kau yang minta maaf, tapi aku, aku minta maaf padamu an, sebagai seorang ayah, aku terlalu kejam padamu " ungkap Alex tulus.
Anna menatap Alex tak percaya, setelah beberapa lama, baru kali ini Anna mendengar kembali suara tulus dan lembut dari Alex. Tetapi Anna meyakinkan hatinya bahwa Alex hanya menerima dirinya sebagai putri kedua keluarga Chandra, bukan sebagai putri kedua Alex dan Ayunda.
" aku ingin membawa Alena pulang pa " izin Anna.
" kurasa... lebih baik..."
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
hayo, kira kira, apa ya saran Alex untuk Anna ?
semoga kalian suka dengan ceritaku