
Keesokan harinya......
Anna dan para sahabatnya sedang berkumpul di rumah Sarah. Hari ini Sarah libur bekerja, sedangkan Clara,Alva dan Bimo sedang malas ke kantor.
" jadi, apa yang mau kamu sampaikan pada kami ?"
" aku... memiliki rekaman yang harus kalian dengar, aku merasa sangat tertekan setelah mendengar ini secara langsung "
" rekaman apa ?" tanya Bimo, Anna langsung memutar sebuah rekaman lalu meletakkan nya di meja.
Isi rekaman :
" lihat saja, Anna akan merasakan akibat karena telah mempermalukan ku di hadapan keluarga Chandra, dia telah memarahiku dengan kasar" ucap Naira kesal.
" ......... "
" tidak, dia tidak memukulku, tapi aku benar benar emosi melihat anak anak Alex"
" ........ "
" ya, aku ingin Anna merasakan kesedihan seperti yang kurasakan dulu, kau harus menjalankan rencana yang sudah kita buat pada saat hari yang tepat, aku ingin sekali melihat ratap tangis Anna dan keluarganya saat Anna gagal menikah, seperti yang dulu dia lakukan padaku* "
Selesai.
" kira kira, dengan siapa dia berbicara ?"
" aku tidak tahu, karena saat dirumah, aku tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan orang yang sedang bertelepon dengan naira "
" apa mungkin ada hubungannya dengan pernikahan kamu dan Ken ? mungkin saja mereka berniat menggagalkan pernikahan kalian " tebak Alva.
" kau benar benar masuk akal va, mungkin saja begitu " imbuh Bimo.
" tapi, apa yang kau lakukan an, sampai Naira benci itu padamu ?"
" entahlah, aku juga tidak tahu, apa mungkin ada kaitannya dengan masa lalu ?"
" mungkin saja " ucap Clara.
4 hari kemudian......
Anna menatap dirinya di cermin. pakaian kebaya putih dan rok batik itu tampak cocok dengannya. Ditambah hiasan rambut dan riasan wajah, membuat Anna seperti putri khas Indonesia.
Tetapi, wajah Anna menjadi murung karena mimpi tentang kematian Ken dan rekaman suara Naira saat menelfon dengan seseorang untuk menggagalkan pernikahan Anna dan Ken.
" Kakakku yang cantik hari ini kok tampak murung, ada apa, cerita dong sama adik kak Anna yang cantik mempesona ini, jangan jangan...."
" jangan jangan apa ?"
" jangan jangan kak Anna merasa gugup karena akan bertemu calon suami, oh kak Ken, kau pasti juga sangat merindukan calon istrimu yang sedang murung ini " gurau Angelina.
" diam lah, kau begitu cerewet "
" walaupun begitu, tapi aku kan tetap adik yang selalu dirindukan "
" terima kasih lina, kau sudah membuat aku sedikit melupakan rasa khawatirku "
" tentu saja, tapi... tolong beri aku tambahan uang saku ya "
" memangnya kamu udah kehabisan uang ?"
" uangku sudah menipis kak "
" tidak, siapa suruh boros "
" begini nih kalau punya kakak pelit "
" begini nih kalau punya adik perhitungan "
" dasar nyebelin " ucap Angelina, lalu dia pergi meninggalkan Anna sendirian di kamar.
Anna menatap foto sang ibu yang dibingkai indah dan digantung besar di dinding kamar Anna. Di foto itu juga ada Anna,Angelina,Aldi,Diana dan Alex.
Saat itu mereka berfoto keluarga di hari ulang tahun Ayunda, 5 bulan sebelum Ayunda jatuh sakit.
" ma, semoga pernikahanku berjalan lancar ya, aku berdoa semoga mama selalu bahagia di sana, tolong beri restu pada hubunganku dan Ken ya ma, aku menyayangimu " ucap Anna lalu tersenyum sembari menatap foto keluarga Chandra.