
" katakan terima kasihku pada ayah Alena, bukan karena aku perduli pada apa yang dia berikan pada anakku, tapi aku menghargai pemberiannya tanda peduli pada Alena " ucap Anna mengambil kotak hadiah yang disodorkan Bimo padanya.
" baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, Sarah sudah menanti ku, dia akan marah kalau aku pulang larut malam lagi "
" ya, hati hati di jalan, oh ya, katakan pada Sarah kalau besok aku akan mengantar pakaian miliknya"
" kenapa tidak berikan saja padaku, agar kau besok tak perlu repot ke rumah " usul Bimo disetujui Anna.
" baiklah, aku akan ambil bajunya dulu "
" ok "
Anna langsung pergi menuju kamar Alena untuk memberikan hadiah dari Alva. Tetapi Alena sudah tidur nyenyak dengan nyaman di kasurnya. Kotak hadiah yang Anna pegang ia letakkan di meja kamar Alena. Dia pun pergi ke kamarnya untuk mengambil pakaian Sarah yang ia pinjam waktu itu karena menginap dirumah Sarah dan lupa membawa pakaian.
Di meja makan......
Alex menatap Bimo serius. Tampaknya ada pembicaraan batin di antara mereka karena sedari tadi mereka berdua hanya saling tatap tatapan tapi ekspresinya berubah ubah.
" ada apa ini ? aku jadi takut melihat tatapan papa dan Bimo " ucap Aldi.
" jelaskan Bimo " perintah Alex.
"Alva dan rose akan menikah 2 Minggu lagi, keluarga Malviano sudah berusaha untuk menghentikan niat mereka untuk menikah, tapi apalah daya, Alva adalah orang yang keras kepala " ujar Bimo membuat semua yang ada di sana menatap Bimo tajam.
" apa hanya itu berita yang kau bawa kesini ?"
" tentu tidak, Alva berencana akan mengambil hak asuh Alena setelah menikah dengan rose, jika itu sampai terjadi maka Anna akan kalah dan Alena akan pergi dari keluarga Chandra, maka dari itu aku dan orang tua Alva ingin Alena dibawa oleh kalian pergi jauh dari negara ini agar Alva tidak bisa mengirim bawahannya untuk menangkap kalian " ucap Bimo serius.
" Anna, aku pulang dulu ya, Sarah sudah menanti ku dirumah, selamat malam semuanya" ucap Bimo tersenyum gugup sembari berjalan pergi menjauh dari meja makan.
" Bimo, apa benar yang kau katakan tentang rencana Alva ?" tanya Anna membuat langkah Bimo terhenti.
" e...tidak aku hanya menebaknya saja bisa jadi tebakanku meleset "
" kau pikir aku mengenalmu berapa lama ? sehari dua hari ? katakan rencana sahabatmu yang licik itu Bim, aku lebih percaya kata kata yang kau ucapkan daripada ucapan Alva "
" aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantumu dan Alena dari rencana Alva, kau boleh mempercayai perkataan ku atau tidak Anna " ucap Bimo menatap Anna dengan senyum tipis lalu pergi dari ruangan itu.
" apa kau benar benar yakin kalau Bimo akan membantumu ?" tanya Diana.
" aku yakin kak, karena Bimo lah satu satunya pria dari dulu yang selalu membantuku menghadapi dan menyelesaikan masalah "
" kami hanya bisa mendukung an, karena ini tentang kehidupanmu, kami tidak akan mengganggu keputusanmu lagi " ucap Alex.
" ya, kita tidak usah mengganggu Anna lagi agar dia tidak mengganggu kita lagi dengan masalahnya " sindir Naira.
" lebih baik kau diam nai, dia juga anak dan keponakanmu, kau harusnya ikut mendukung bukan menjatuhkan " balas Alex membuat Anna tersenyum.
" terima kasih papa dan om Alex Chandra " ucap Anna hormat layaknya hormat pada bendera negara.
" ayolah, kita bukan sedang sidang jangan terlalu tegang karena masalah, lagipula selama Alva belum bertindak, kita masih bisa memikirkan rencana agar hak asuh Alena tetap pada Anna " sahut Aldi.