A FATHER

A FATHER
episode 33



7 bulan kemudian......


Keluarga Alex berkumpul di meja makan, tentunya di rumah Alex. Mereka masih bingung dan menunggu Anna yang ingin menyampaikan sesuatu.


" apa yang ingin kau katakan Anna ?" tanya Aldi yang sudah tak sabar.


" aku ingin pergi dari negara ini bersama Alena "


" ohh.... apa ?!" ucap Angelina kaget.


" tapi kenapa an ? apa ada yang mengatakan sesuatu hal buruk padamu ? apa ada yang menyakitimu ?" tanya Diana.


" tidak, aku hanya ingin memulai hidup baru bersama Alena dan adiknya "


" apa kau yakin ? kau sudah memikirkan ini berapa lama ? ini bukanlah hal yang mudah an "


" aku tahu pa, tapi aku tidak ingin melihat kisah lama lagi, kisah menyedihkan yang membuatku frustasi "


Alex menatap Anna yang sepertinya benar benar telah memikirkan hal ini dan telah yakin dengan keputusannya.


Mereka terdiam. Tanpa mereka sadari, Alena yang dijaga oleh pengasuhnya, kabur dari kamar dan mendengar pembicaraan keluarganya.


" mama akan pergi tanpa papa ?" tanya Alena dengan raut wajah sedih.


" Alena " ucap Anna saat melihat putrinya yang berdiri di tangga.


" mama jahat, mama jauhkan aku dan papa, sekarang mama mau aku pergi jauh dari papa"


" Alena, maksud mama kamu bukan begitu " ucap Diana menghampiri Alena.


" jadi maksud mama gimana Tante ?"


" mama kamu mau kalian pergi liburan ke tempat lain, papa kamu nggak bisa ikut karena sibuk, jadi hanya Alena dan mama kamu yang pergi "


Alena menatap Anna seolah minta penjelasan lebih. Anna mengangguk lalu tersenyum.


" benarkah ma ?"


" iya sayang, mana mungkin mama memisahkan mu dan adikmu dari papa "


" aku sayang mama " ucap Alena lalu memeluk Anna.


" baik ma " jawab Alena lalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya.


" aku akan menunggu penjelasan mu besok an, ini masalah serius " ucap Alex menatap Anna yang diam.


" pa, kau akan menyetujui kepergian Anna ? " tanya Naira.


" entahlah sayang, asalkan penjelasan dan alasan dari Anna jelas maka aku akan mempertimbangkannya "


" aku tidak ingin wanita ini dan anaknya tinggal lebih lama disini, lagi pula mereka yang membuat masalah, kenapa kamu yang harus mengurusnya sayang " ucap Naira mencoba menghasut Alex.


" lebih baik kau diam Naira, aku tahu aku bukan anggota asli rumah ini, tapi aku menghargai keputusan dan nasehat keluarga ini dibandingkan mengambil keputusan sendiri "


" an, bukankah sudah ribuan kali kami katakan kalau kau adalah anggota asli keluarga Chandra " sahut Aldi kesal.


" kau benar benar tidak tahu sopan santun ya Anna, aku bibi mu, kau seharusnya lebih sopan saat bicara padaku "


" untuk apa menghormati wanita perusak hubungan keluargaku, kau bahkan lebih muda dariku, apa aku tetap harus hormat padamu ? kau ingin aku hormat seperti aku hormat pada tiang bendera ? "


" mas, kau lihat kan bagaimana Anna melawan ucapan mu " ucap Naira dengan nada manja.


Anna dan Alex saling bertatapan, lalu Anna menatap Bimo yang datang bersama pelayan rumah. Tampaknya Bimo membawa sebuah kotak yang cukup besar di tangannya.


" ada apa bim ?" tanya Anna sembari melangkah menghampiri sahabatnya.


" permisi semua, maaf aku mengganggu acara makan malam kalian, aku kesini karena dipaksa oleh ayah Alena " ucap Bimo yang enggan mengatakan nama Alva.


" ada apa ?" tanya Aldi serius saat mengerti maksud Bimo.


" ayah Alena menyuruhku untuk memberikan hadiah ini pada Alena, dia bilang untuk menerimanya karena ayah alena tidak akan mengganggu kalian lagi, dia juga bilang kalau dia menyerah untuk kasus hak asuh Alena, jadi dia menarik tuntutannya di pengadilan " jelas Bimo.


" apa dia tidak akan tanggung jawab pada Alena lagi ? maksudku bukan soal uang belanja Alena, tapi pertemuannya dengan Alena " ucap Diana khawatir.


" Alva bilang dia akan mengunjungi Alena seminggu sekali, dia juga akan bertanggungjawab untuk uang belanja Alena, tapi dia ingin Anna menyetujui pernikahannya dengan rose yang akan dilakukan 1 bulan lagi "


" untuk apa dia mengatakan itu, justru seharusnya dia bebas memilih jalan hidupnya karena tidak terkekang lagi olehku "


" entahlah, dia akhir akhir ini sering bilang padaku kalau dia merasa cemas dan khawatir akan terjadi sesuatu, tapi dia tidak tahu kejadian apa yang membuatnya gelisah "


Anna terdiam lalu memandang kotak hadiah yang dipegang Bimo. Secercah penyesalan muncul di benak Anna. Entah mengapa dia merasa ada hal yang salah dari pilihan hidupnya, tapi entah yang mana.