
Anna mengikuti Alex dari belakang. Sepertinya, Anna akan mengungkapkan isi hatinya sekarang pada Alex. Saat mereka sudah duduk berhadapan di kursi yang ada di taman, Anna pun termenung, memikirkan antara memberi tahu Alex atau tidak.
" Jadi, apa yang akan kau katakan pada papa ?"
" Aku.... ingin tinggal terpisah dengan Alva beberapa hari saja " ungkap Anna sedih membuat Alex kaget.
" apa ? tapi kenapa ? apa kalian bertengkar ?"
Anna menggelengkan kepalanya, lalu terdiam beberapa saat.
" aku hanya ingin berdua dengan Alena tanpa Alva "
" itu bukan jawaban yang logis an, coba jelaskan pada papa tentang maksud perkataan mu "
" kalau papa tidak mengizinkan aku melakukan hal ini, maka aku akan menurutinya" ucap Anna lesu.
" papa ingin penjelasan dari mu Anna "
" kurasa, ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan masalah ini pada orang lain "
" apa menurutmu papa adalah orang lain ?"
" bukan begitu, aku hanya ingin pendapat papa saja tentang keputusanku, aku tidak ingin jika aku mengambil keputusan yang salah, karena mungkin aku masih terlalu ceroboh dalam mengambil keputusan " jelas Anna.
Alex menatap Anna. Dia merasa Anna menyembunyikan sesuatu hal besar darinya, karena sikap Anna yang tidak biasa.
" papa mempercayaimu an, papa yakin kau bisa mengambil dan membuat keputusan yang tepat, papa doakan agar hubunganmu dengan Alva akan selalu baik baik saja, semoga kau hidup bahagia bersama Alva dan Alena " ucap Alex tersenyum.
Anna mengangguk lalu tersenyum. Ia merasa yakin kalau dengan mempercayai Alva sekali lagi dan memberikan kesempatan kedua untuk hatinya agar memaafkan Alva, maka semua akan baik baik saja.
Mungkin sikap Alva begitu posesif pada rose karena mereka sudah 7 tahun lamanya tak bertemu apalagi bicara lewat telfon, begitulah pikiran Anna.
Jam 20.00......
Anna dan Alena telah berada di rumah Alva. Tadi setelah makan malam dirumah masing - masing, Alva datang menjemput Anna dan Alena. Tapi saat Anna melewati kamar rose yang pintunya terbuka, Anna sangat kaget melihat rose yang sedang bercermin dengan menggunakan pakaian minim.
Anna langsung menghampiri rose. Dia sangat tidak menyukai orang yang berpakaian yang kurang bahan seperti yang rose kenakan.
" apa kau tidak memiliki pakaian lagi di lemari mu ? apa aku harus menyumbangkan pakaianku padamu agar kau tidak memakai pakaian kurang bahan seperti ini ?" sindir Anna pada rose yang menatap Anna di cermin.
" aku memiliki banyak koleksi pakaian mahal di lemari ku, bahkan aku memiliki banyak barang branded import mahal yang mungkin tidak kau miliki " ucap rose sombong.
" aku juga punya barang branded mahal, tapi aku menggunakan barang itu saat penting saja, bukan untuk bepergian tidak jelas seperti mu, kau benar benar akan merusak nama keluarga Malviano "
" kau itu hanyalah anak sambung om Alex, jadi kau tidak perlu sombong seperti itu, baru punya barang mahal sedikit saja sudah sombong " Anna benar benar sakit hati mendengar ucapan pedas rose padanya.
" lalu, bagaimana dengan keluargamu ? kau pikir orang tuamu itu asli keturunan keluarga Malviano ? cih, memalukan, kau mengatai orang lain tapi kau lupa dengan keluargamu sendiri "
" kau benar benar orang yang sangat ku benci Anna, asal kau tahu, aku tidak pernah menyetujui pernikahanmu dengan kak Alva, setelah aku tahu kalau kau pernah gagal menikah dengan pria bernama Ken yang meninggal di hari pernikahan kalian "
" katakan, dari siapa kau tahu kabar itu ?!"
" ibu tiri mu dan suamimu sendiri yang langsung memberitahuku, tanpa perantara handphone atau yang lainnya "
Anna kaget mendengar hal itu. Padahal semua anggota keluarga mereka berjanji tidak akan menyebar luaskan berita itu, bahkan Aldi, Alex, Bimo dan keluarga Alva sudah membungkam seluruh media agar tidak mengungkit kejadian itu lagi.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Tolong bantu author untuk membantu novel ini berkembang ya. Maaf jika cerita yang author buat ada banyak yang kurang dalam segi bahasa maupun kalimat. π