
20 menit kemudian......
Acara pernikahan Anna dan Alva telah usai 10 menit yang lalu. Naira semakin emosi karena Alex meminta Naira untuk tidak mengacaukan hari pernikahan Anna. Setelah acara dirumah Alex selesai, Anna dan Alva pergi ke rumah orang tua Alva karena malam nanti adalah acara resepsi pernikahan mereka
Malam harinya......
Di ballroom hotel mewah milik keluarga Malviano, acara resepsi pernikahan Anna dan Alva dilaksanakan. Pestanya cukup mewah dan elegan. Kedua pengantin berdiri di sana, senyuman bahagia menghiasi wajah Anna.
Anna juga mengundang keluarga Bimo, keluarga Sarah dan keluarga Clara, mereka dengan senang hati menghadiri pernikahan Anna Magnelia Chandra dan Alvarendra Malviano.
Anna berharap doa agar dirinya selalu diberi kebahagiaan akan tercapai. Anna telah lelah terus menghadapi cobaan buruk yang menimpanya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Satu tahun kemudian.......
Di sebuah kota, tepatnya di sebuah rumah mewah, di sanalah anna dan Alva tinggal bersama putri kecil mereka. Anna dan Alva telah memiliki seorang putri bernama Alena Michella Malviano, usianya sudah 1 tahun. Tidak hanya Anna, Diana dan Aldi juga telah memiliki seorang putra bernama Raka Adhlino Chandra, usianya 9 bulan.
Tetapi, hidup Anna terus mendapat masalah dari Naira. Ancaman demi ancaman terus Anna dapatkan dari ibu tirinya itu. Naira benar benar melakukan apa yang dikatakannya, yaitu membuat hidup Anna tidak bahagia walaupun telah menikah dengan Alva.
Tepatnya 5 bulan yang lalu, Naira membakar habis butik milik Anna dan Sarah. Saat polisi menangkap Naira sebagai dalang dibalik pembakaran butik itu, Alex malah membebaskan Naira.
Tidak hanya itu, Naira juga memfitnah bahwa Anna telah meracuni makanan milik Naira saat Anna dan Alva datang berkunjung ke rumah Alex. Hal itu membuat Naira sakit perut selama 2 hari, akibatnya, Anna dimaki oleh Alex, bahkan Alex melarang Anna datang lagi ke rumah sampai kapanpun.
Tentu saja itu semua membuat Anna semakin sedih. Padahal Anna tidak pernah berpikiran untuk melukai Naira setelah dia menikah dengan Alva. Ditambah, akhir akhir ini Alva semakin lama pulang ke rumah. Biasanya Alva paling lambat pulang jam 22.00, tapi sekarang Alva paling lambat pulang pukul 03.00.
Di rumah Alva.....
Anna dan Alva, juga Alena tampak serasi dengan pakaian mereka yang berwarna sama. Atas perintah Reza, mereka akan berkunjung ke rumah orang tua Alva, karena sudah beberapa bulan mereka tidak saling mengunjungi.
" kalian sudah siap ?" tanya Alva tersenyum dibalas anggukan Anna.
Mereka pun berangkat menuju rumah Reza. Didalam perjalanan, Alva tampak sibuk menatap handphone miliknya. Sudah beberapa kali Anna bertanya pada Alva, tapi hanya dijawab anggukan dan jawaban 'entahlah' oleh Alva. Hal itu membuat Anna menjadi curiga pada isi ponsel Alva yang tampaknya lebih menarik daripada dirinya.
Sesampainya di rumah Reza, Alva malah pergi lebih dulu keluar dari mobil, tanpa menunggu Anna yang kerepotan membawa koper dan Alena yang bekum bisa berjalan.
Asti ( adik Alva ) yang berada di taman halaman rumah, melihat Alva yang berjalan masuk ke rumah lebih dulu, tanpa membantu Anna yang kerepotan. Asti langsung berlari menghampiri kakak iparnya.
" Kak Anna, sini aku bantuin, pasti berat ya " ucap Asti dengan senyuman lalu mengambil koper dari tangan Anna.
" eh Asti, nggak apa apa kok, aku bisa, sini kopernya"
" kak Alva tuh emang nyebelin, udah tahu istrinya lagi kerepotan bawa koper dan Alena, malah ditinggalin "
Anna tersenyum mendengar ucapan Asti. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah. Begitu berada di ruang tamu, Anna dan asri dibuat terkejut oleh seorang wanita dan pria yang duduk berdua berdekatan di sofa.
Saat itu juga Reza dan Sintia masuk ke ruang tamu, mereka juga terkejut melihat sepasang manusia yang duduk berdua di sofa, pandangan mereka juga tertuju pada tangan sepasang manusia itu yang saling menggenggam.